
Lorong Hotel Longtian,
"Zhiya." Qin Chen menahan tangannya, dia tidak membiarkan Yan Zhiya pergi lebih jauh meninggalkannya.
Slap!
Qin Chen terdiam menerima tamparan keras dari Yan Zhiya. Qin Chen melihatnya, dia menangis sembari bertahan dari ketidakberdayaan-nya.
"Kamu marah?" Kata Qin Chen, meski dia telah melihatnya secara langsung, tepat didepannya Yan Zhiya menangis.
"Aku sudah pernah bilang padamu, kalau sampai aku melihat kamu punya wanita lain dan punya anak, saat itu juga aku menceraikanmu." Lirihnya.
"Zhiya, aku bisa jelaskan semuanya. Aku memang mengenal gadis kecil itu, karena aku menyelamatkannya dari penculikan beberapa waktu lalu. Mengenai hubungan kami, aku berani bersumpah aku tidak mempunyai hubungan apapun denganya. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa membuktikannya langsung."
"Simpan omong kosong kamu, aku tidak ingin mendengar lagi darimu." Yan Zhiya begitu marah sampai dia tindak ingin mendengar penjelasan apapun.
Qin Chen terdiam, melihat tatapan mata Yan Zhiya berbeda dari biasanya, itu benar-benar menutupi dirinya dari dunia luar seolah-olah dia tidak ingin mendengarkan apapun.
"Zhiya ... " Qin Chen buru-buru menahannya dari depan lalu menyudutkannya ke dinding dengan intens, "Dengarkan dulu penjelasanku." Ucapnya.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, menyingkir dari jalanku, Qin Chen!"
Qin Chen sangat terkejut, ini pertama kalinya Yan Zhiya memangilnya dengan namanya. Itu menandakan bahwa dia benar-benar marah padanya.
Ia menyudutkan Yan Zhiya, dimana dia ketakutan dengan sikap Qin Chen. Ini pertama kalinya dia melihat Qin Chen begitu agresif seperti sekarang.
"Sebelum kamu mau mendengar penjelasanku, aku tidak akan melepaskanmu!" Jelasnya.
"Lepaskan!" Bentaknya, "Atau aku akan berteriak keras biar semua orang tahu sikap kasarmu padaku!" Ancamnya.
"Lakukanlah, aku ingin melihat siapa yang berani membuat keributan di tempatku?" Qin Chen membalikkan ancaman itu kepadanya dengan serius.
Yan Zhiya bingung, dia takut dan pada saat pertanyaan itu muncul, ketua hotel tiba di tempatnya itu membuat Yan Zhiya bisa membalikkan keadaannya.
"Presiden Qin, ruangan yang Anda minta sudah di siapkan." Katanya membuat harapan Yan Zhiya runtuh.
"Apa maksudnya ini?"
__ADS_1
Qin Chen menatapnya dengan tajam memberikan tekanan, "Tempat ini adalah tempatku, cobalah berteriak jika kamu mau, itupun kalau ada orang-orang yang sanggup menanggung konsekuensi menyinggung Hotel Longtian."
Yan Zhiya terdiam, Qin Chen yang melihat kesempatan itu langsung membawanya masuk kedalam ruangan, di mana ia melempar Yan Zhiya keatas kasur.
Dia sangat ketakutan dengan Qin Chen, "Berhenti di sana, jangan berani macam-macam denganku!"
Qin Chen tertawa mendengar suara Yan Zhiya, "Macam-macam? Aku suamimu, apa yang ingin aku lakukan padamu sekarang tidak ada satupun yang bisa melarangnya, kamu paham?"
Qin Chen mengunci pintunya, dan meletakkannya di atas meja.
Dia mendekati Yan Zhiya yang berada di tempat tidur, dia ketakutan. Qin Chen membelai rambutnya, "Dengarkan penjelasanku dulu." Katanya.
"Ti— Tidak mau, lepaskan aku, aku tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi darimu, pergi sana! Pergi sana!" Dia benar-benar ketakutan saat ini.
Qin Chen langsung memeluknya dengan erat membuat Yan Zhiya tidak berkutik untuk melawan, "Aku bisa jelasin, dengarkan aku sebentar saja. Jika kamu tidak ingin mendengarnya, aku bisa buktikan."
"Apa yang perlu di jelasin? Selama tiga tahun kita menikah, kamu diam-diam meniduri wanita lain sampai punya anak. Hingga sekarang aku tidak tahu, apa semuanya bohong, tentang aku satu-satunya wanitamu?"
Setelah mendengar itu, ia baru mengetahui bahwa realitas yang di buat sistem benar-benar luar biasa. Dimana hubungan pernikahan mereka sudah berjalan 3 tahun, dan jika diperkirakan umur gadis kecil sebelumnya berusia 3 tahun.
Itu memberikan asumsi bahwa semuanya seolah-olah telah di atur. Dan ada banyak pertanyaan yang tersimpan di dalam benaknya sekarang!
"Dasar bajingan!" Katanya, dia memukul Qin Chen dengan keras, Qin Chen menerimanya dengan diam.
Segala bentuk emosional di lepaskan Yan Zhiya, Qin Chen mendengarnya tanpa melawan ucapannya. Kemudian, dia mendorongnya kebawah.
Dia menciumnya, itu membuat Yan Zhiya tidak dapat melawan. Tangan Qin Chen menyelinap masuk kedalam dress, membukanya secara paksa.
"Ummm~"
Qin Chen memberikan ciuman hangat dan mengairahkan, memaksanya untuk mengeluarkan suara manisnya.
Dress yang terlepas itu memperlihatkan keindahan yang tersembunyi, Qin Chen membelai setiap inci permukaannya membuat Yan Zhiya tidak dapat melawannya selain pasrah.
Setiap menitnya gerakan Qin Chen yang intens membuat Yan Zhiya berga*rah.
Sesaat kemudian, ia melepaskan ciuman mengairahkan melihat Yan Zhiya yang terengah-engah menatapnya. Itu membuatnya tidak dapat menahan keinginannya untuk menidurinya.
__ADS_1
"Le— Lepaskan aku bajingan," Kata Yan Zhiya sembari memalingkan pandangan matanya kearah lain karena malu.
"Untuk apa? Kamu tidak ingin mendengar penjelasanku. Jadi aku membuktikan semuanya dengan tindakanku."
Qin Chen menciumnya lagi, dan memberikan dorongan lembut masuk kedalam. Yan Zhiya mengeluarkan suara aneh, itu membuat Qin Chen tidak menahan dirinya lagi untuk menaklukkan istrinya yang marah.
Mengabaikan probabilitas, darah menetes ke atas seprai dengan erangan lembut terdengar di telinganya begitu imut.
"Nghh~ Le— Lepaskan aku, Qin Chen." Suaranya terengah-engah terdengar imut membuat Qin Chen menikmati setiap menit yang dihabiskan untuk Yan Zhiya.
"Kenapa? Kamu ingin anak, kan? Aku memberikannya sekarang." Ia mengigit lehernya memberikan bekas, ia memainkan buah persik matang dengan lembut memberikan gairah intens.
"Mhmm~ Haa ... Haa ... "
Yan Zhiya tidak dapat lepas sebelum Qin Chen melepaskannya, dia pasrah melayaninya malam ini.
***
Pagi harinya,
Qin Chen terbangun saat ia sadar bahwa dia melupakan sesuatu, dia melihat ke sekitarnya tidak ada Yan Zhiya. Di sampingnya, ada bercak darah di atas seprainya, itu menandakan selama tiga tahun dia tidak melakukan hubungan mendalam antara suami-istri.
Dia beranjak berdiri, melihat ke kaca terdapat gigitan yang lumayan dalam membekas di tangan dan lehernya.
Tepat di atas meja, ada kertas yang bertuliskan beberapa kalimat.
Setelah membaca itu, Qin Chen buru-buru mengenakan pakaiannya. Dia pergi menggunakan mobilnya menuju ke kediaman Zhiya secepatnya.
Setibanya di kediaman, ia buru-buru ke kamarnya dan melihat lemari pakaian kosong, tidak ada satupun barang Yan Zhiya, dia benar-benar pergi.
"Sialan!" Qin Chen meninju dinding dengan keras membuat tangannya terluka.
Pesan yang ditinggalkannya singkat, "Aku pergi, jangan mencariku." Pesan itu yang Yan Zhiya berikan pada Qin Chen.
Dia benar-benar pergi, bahkan tidak memberikan Qin Chen penjelasan?
"Semalam aku benar-benar kasar padanya, aku ingin minta maaf." Gumamnya, dia pergi keluar tanpa arah berjalan di sepanjang jalan komplek sendirian, dan berakhir di taman komplek tempatnya tinggal.
__ADS_1
...
*Bersambung ...