
Setelah beberapa jam, ia dapat beristirahat di bangku tunggu. Tidak lama kemudian, Meng Yue keluar dari ruangan, dia lalu duduk di samping Qin Chen dan bicara dengannya.
"Aku sudah bicara dengannya tentang membayar uang yang kamu gunakan melunasi pinjamannya. Dia akan menggantinya dengan gajinya setelah mendapatkan pekerjaan."
Qin Chen sebenarnya tidak menagihnya, karena uangnya cukup banyak, tetapi mereka tidak ingin merepotkannya sehingga ingin dia bayar.
"Temanmu, berada di bidang apa sewaktu di universitas?" Tanya Qin Chen.
"Kalau tidak salah dia mengambil bidang Bisnis dan Manajemen. Tapi sayangnya, tidak ada yang mau menerimanya karena dia berasal dari keluarga bisa. Meski akademiknya bagus, tanpa latar belakang semuanya sisa-sisa, jadi bakatnya terpendam selama ini."
Qin Chen mengangguk, dia melihatnya mempunyai penampilan yang luar biasa, hanya dua tingkat di bawah Meng Yue, artinya di bawah Yan Zhiya.
"Aku mempunyai perusahaan di kota, dan sedang membutuhkan karyawan yang mempunyai kemampuan di bidang bisnis dan manajemen, kalau dia mau, dia dapat bekerja di perusahaanku."
Meng Yue semakin terkejut mendengar pernyataan Qin Chen, karena mahasiswa yang bermasalahnya sudah mendirikan perusahaan sendiri? Dan mempunyai penghasilan yang cukup sampai-sampai rekeningnya berisi jutaan yuan?
"Aku akan bicara dengannya."
Meng Yue masuk kedalam ruangan untuk membicarakan tentang bekerja di perusahaan Qin Chen.
[Selamat atas keberhasilan tugas kelima Tuan.]
[Hadiah : (1) Ticket Pertukaran + 50 PS.]
[Sistem secara otomatis akan menyimpan Poin Sistem kedalam bar sistem.]
[Tuan dapat mengeceknya di bagian status.]
[Apa Anda akan menggunakan (1) Ticket Pertukaran?]
[Ya/Tidak.]
Qin Chen menekan "Ya." Pada layar transparan di depannya.
[- Opsi (1) : Menukarnya dengan gedung kembar di pusat kota + 61% saham real estate di negara. -]
[- Opsi (2) : Menukarnya dengan perusahaan pembangunan + 10 miliar. -]
[- Opsi (3) : Menukarnya dengan hak kepemilikan Dermaga Tian Feng. -]
Qin Chen menemukan opsi yang normal, tidak ada jebakan ataupun tipuan.
Tetapi Qin Chen membutuhkan waktu untuk mencerna dan memilih yang mana opsi pertukaran yang menguntungkannya di masa depan yang akan datang.
"Sangat jarang kamu memberikan opsi pertukaran yang normal. Biasanya kalau tidak jebakan, pasti godaan yang kuat sampai aku tidak bisa menolaknya." Gumamnya, sedikit sombong.
[Tugas kali ini hanya mengurus bos perusahaan kelas bawah. Hadiah yang di berikan tidak bagus karena standar tugasnya kelas rendah.]
Jadi menurutmu, wanita ada di kelas atas? Jebakan dan godaan merupakan hal penting di kelas atas?
__ADS_1
[Benar.]
Sigh!
"Lupakan masalah itu, walaupun aku tahu itu bagus untuk pasaran. Aku mengambil opsi (1) karena tidak hanya mendapatkan gedung kembar di pusat kota dengan harga kisaran 189 miliar pembangunan, bahkan untuk menyewa gedung tersebut harganya begitu fantastis! Ditambah dengan adanya 61% saham real estate di kota, aku mempunyai aset kekayaan yang besar untuk hidup mewah selamanya."
[Terima/Tidak.]
Qin Chen dengan semangat menekan, "Terima." Dalam opsi pertamanya.
[Opsi (1) telah di tetapkan.]
[Memulai pertukaran!]
[ ... ]
[ ... ]
[Pertukaran selesai.]
Karena sudah terbiasa dengan ini, Qin Chen tersenyum tipis karena dia mendapatkan aset lain yang mempunyai nilai yang menakjubkan baginya.
Bagus, sekarang aku mempunyai pemasukan bulanan yang tetap!
Setelah itu, dia masuk kedalam karena Meng Yue memangilnya, dia di minta menjelaskan tentang pekerjaan yang ia tawarkan kepada temannya.
Jing, temannya Meng Yue berada di atas tempat tidur, dia melihat Qin Chen di depannya adalah mahasiswa, tapi mempunyai perusahaan sendiri.
"Uang makan, tempat tinggal maupun tunjangan kerja lainnya, serahkan kepada perusahaan. Aku sudah menyiapkan semuanya, kalau kamu mau, setelah sembuh kamu dapat menemuiku untuk mulai bekerja di perusahaan."
Meng Yue mengangguk mendengar penjelasannya, dia lalu menoleh kearah temannya, "Bagaimana? Ini kesempatan bagus untukmu memulai karir, Jing."
Jing? Atau bisa di sebut, Jing Hui. Dia adalah sahabat Meng Yue sewaktu di universitas, usia mereka sama-sama 28 tahun dan masih melajang karena keekonomian yang kurang.
"Baik, mohon bantuannya, Presiden Qin."
"Bagus, aku menantikannya."
Setelah sedikit berbincang dengan Meng Yue dan Jing Hui, Qin Chen pergi menuju gedung kembar di pusat kota.
***
Gedung Kaisar,
Dinamakan kaisar karena kemegahannya dan harganya yang super fantastis membuat siapapun akan menggelengkan kepalanya saat mendengar nama kaisar sebagai simbol kekuasaan dan kesempurnaan langit.
Dan sekarang ia berada Gedung Kaisar, dia mengklaim hak kepemilikan gedung saat berada di sana. Para bawahan dan pengurus gedung berlarian untuk menyambut Presiden baru.
"Selamat datang, Presiden Qin!"
__ADS_1
Qin Chen mengangguk.
"Presiden Qin, saya perlu melaporkan data-data kami kepada Anda."
"Baik, langsung ke ruangan."
Setelah mengatakan itu, ia pergi menuju ruangan tempat Qin Chen membaca dokumen mengenai Gedung Kaisar.
"Tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan baik, kerja bagus." Kata Qin Chen penuh pujian terhadap kinerja pria di depannya dan para bawahannya.
Pria itu adalah Fang'an merupakan Ketua Gedung Kaisar selama Qin Chen pergi keluar. Dia seorang kompeten dan cekatan dalam bertugas, itu membuatnya menjadi sosok yang hebat di tempat ini.
"Bisa kamu atur ruangan khusus untuk manajemen real estate di gedung ini? Siapkan seluruh kebutuhan, seperti makanan, tempat istirahat, dan lain sebagainya harus lengkap."
"Baik, saya akan mengaturnya segera."
"Bagus, aku mempunyai urusan di tempat lain, lanjutkan pekerjaanmu."
"Baik, hati-hati Presiden Qin."
Qin Chen melambaikan tangannya, ia lalu pergi pergi ketempat lain.
***
Restoran,
Qin Chen melakukan pertemuan dengan wanita yang sebelumnya ada di acara pertemuan antara perusahaan. Wanita itu datang, dia begitu cantik dan menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Termasuk Qin Chen, dia tergoda meskipun sudah menahan dirinya untuk tidak melakukan tindakan apapun.
"Akhirnya kamu mau bertemu denganku." Katanya dengan suara lembut, tetapi membuat Qin Chen merasa muak.
"Aku tidak akan bicara banyak. Kenapa kau melakukan itu padaku? Aku tidak mempunyai masalah apapun denganmu ataupun keluargamu." Balas Qin Chen.
"Hmmm ... Memang benar, kamu tidak mempunyai masalah apapun denganku. Tetapi putriku ingin bertemu dengan ayahnya, jadi aku mencari mu dan menemukanmu saat pertemuan."
Qin Chen mengertak mendengar itu, nada bicaranya begitu sombong, ia lalu membalasnya. "Hanya karena itu? Bukankah keluargamu sangat hebat dalam urusan mendapatkan informasi, kenapa kau tidak menghubungiku langsung dan malahan menyusul ku, sampai membuat hubunganku dengan Yan Zhiya hancur!"
Wanita itu terdiam saat Qin Chen membentaknya langsung, dia sekarang tidak mempunyai argumen yang kuat untuk menyakinkan Qin Chen yang marah kepadanya karena kemarin.
"Apa kamu marah?" Tanya wanita itu.
"Ya! Aku marah, karenamu aku kehilangan satu-satunya orang yang dekat denganku mengerti aku lebih dari siapapun!" Bentaknya dengan kasar.
Qin Chen lalu berdiri, "Ini masalah kau dan aku, tidak ada hubungannya dengan gadis kecil itu. Jika dia ingin menemuiku, antar dia bertemu denganku, aku tidak ingin bertemu denganmu untuk sekarang."
Qin Chen meninggalkan tempat itu setelah mengatakan hal yang kasar kepadanya. Wanita itu melihat punggung Qin Chen semakin menjauh, itu membuatnya ketakutan akan masa lalunya.
"Jadi sampai sekarang, dia belum bisa menerimaku, ya?" Wanita itu mendongak menatap langit-langit ruangan, "Yan Zhiya, kenapa dia selalu memikirkannya, dan apa di hatinya tidak ada aku meski sedikit saja mengingat aku sebagai istrinya?" Lirih wanita itu dengan nada gemeteran.
...
__ADS_1
*Bersambung ...