
Didalam ruangan itu, ia memperhatikan kecantikan Profesor Meng Yue, yang mempunyai mata hitam dan rambut hitam membuatnya seperti langit malam, memberikan kesan misterius dan dipenuhi dengan pertanyaan, siapa si cantik bermakna malam itu?
Mempunyai body yang sempurna, dengan dua persik matang, kaki jenjang dan tatapan tajam tetapi mempunyai kehangatan tersendiri.
Qin Chen tidak dapat lepas melihatnya, meskipun di rumah sudah mempunyai istri yang tidak jauh berbeda, tetapi perasaannya berbeda!
"Apa kamu tahu kenapa kamu di panggil keruanganku setelah kelas selesai?" Meng Yue bertanya kepada Qin Chen tentang kenapa dia di panggil keruangannya.
"Selama sebulan ini saya banyak izin keluar, dan hanya masuk 5 hari."
Meng Yue menyipitkan matanya, "Karena kau sudah menyadari kesalahanmu, kerjakan pelajaran yang tertinggal sekarang sampai selesai."
"Baik."
Qin Chen tidak dapat melawannya, tumpukan buku berada di mejanya. Meng Yue duduk membaca berkas sembari menemaninya mengerjakan tugas.
Ia memberikan pesan pada Yan Zhiya kalau dia berada di universitas dan mungkin pulang malam karena ada tumpukan pelajaran yang harus di hafalnya.
[- Ding! -]
[- Tugas (3) : Penuhi harapan Meng Yue. -]
[- Hadiah : (1) Ticket Pertukaran + 100 PS. -]
[- Tugas Gagal : Hukuman tak terduga. -]
Qin Chen tertegun mendengarnya.
Aku tahu kamu pasti akan muncul saat-saat moment penting! Apa lagi yang kamu rencanakan, pasti ujung-ujungnya aku dapat Meng Yue, kan!
[Sistem tidak dapat memprediksinya, semuanya tergantung pada pilihan.]
Sigh! Aku tahu kamu pasti akan mengatakan itu padaku.
Qin Chen mendongak mengintip Meng Yue tengah duduk memperhatikannya.
Ya tidak masalah sih kalau memang dapat wanita lain, kan memang awalnya kamu mengatakan aku bisa dapat banyak wanita selama aku menginginkannya? Sekarang, itu harus dapat apapun caranya!
[Semoga beruntung Tuan.]
Qin Chen dengan giat mengerjakan tugasnya, melupakan waktu yang berubah malam tanpa dia sadari. Lampu ruangan menyala untuk membantu Qin Chen mengerjakan tugasnya.
Setelah beberapa menit, tepat pukul sepuluh malam, dia menyelesaikan tugas-tugas yang tertinggal.
"Profesor Meng, saya sudah menyelesaikan tugas saya, Anda bisa mengeceknya." Qin Chen memberikan kertas di tangannya dengan percaya diri dengan hasil kerjanya selama beberapa jam terakhir.
Catatan, dan tugas semuanya selesai, bahkan Meng Yue sudah mendengar pelafalan Qin Chen secara langsung membuatnya sedikit kagum.
__ADS_1
Saat melihat catatan, tidak ada yang tertinggal sama sekali. Saat ia melihat tugasnya, jawaban yang di berikan Qin Chen sepenuhnya benar, meskipun ada beberapa jawaban di jawab dengan asal-asalan, itu sengaja!
Meng Yue menganggukkan kepalanya, "Kerja bagus. Kedepannya pertahankan sikapmu yang seperti ini, itu akan membantumu lulus dengan nilai terbaik."
"Akan saya coba."
"Hari sudah malam, kau dapat kembali."
Meng Yue mengambil tasnya setelah dia merapikan berkasnya, Qin Chen berada di luar kelas menunggu Meng Yue keluar karena hari sudah malam, dan dia mengkhawatirkan Meng Yue.
Saat membuka pintu ruangan, Meng Yue terkejut melihat Qin Chen menunggu dirinya di luar ruangan, "Ada apa? Bukankah aku sudah menyuruhmu kembali?"
"Ya, saya hanya khawatir dengan Anda. Bagaimanapun, ini sudah malam dan mungkin tidak sopan untuk mengatakannya. Saya khawatir kalau terjadi apa-apa kepada Profesor Meng saat sendiri."
Meng Yue mengerutkan keningnya, dia melihat kanan dan kirinya tidak ada siapa-siapa selain Qin Chen.
"Baiklah, sampai di tempat parkiran."
"Baik."
Selepas mengunci ruangan, Qin Chen menemani Meng Yue menuju parkiran mobil yang tidak jauh dari ruangannya. Sesampainya di sana, Meng Yue masuk kedalam mobilnya dan mencoba menghidupkannya.
Tetapi mobilnya tidak hidup-hidup, itu membuatnya bingung. Qin Chen masih berada di sampingnya menunggu.
"Apa ada masalah dengan mobilnya?"
"Aku tidak tahu, tidak ada masalah dengan mesinnya. Tapi kenapa tetap tidak hidup, apa rusak lagi karena kemarin?" Ucap Meng Yue, dia menghela napas melihat satu-satunya mobilnya rusak lagi.
"Aku bisa menginap di asrama guru. Kau dapat kembali sekarang." Meng Yue membalasnya, dia tidak mempunyai pilihan lain selain menginap di universitas.
Qin Chen mengangguk, "Baiklah, saya akan kembali, sampai nanti Profesor Meng."
"Ya, selamat malam."
Ia meninggalkan tempat tersebut, dan Meng Yue ikut meninggalkan parkiran menuju asrama guru di universitas.
***
Selepas meninggalkan universitas, ia menuju tempat teman-temannya menunggunya untuk minum.
"Kau lama sekali, Qin Chen."
"Maaf-maaf, aku baru selesai mengerjakan tugas."
"Tugas? Apa Profesor Meng memintamu menyelesaikan tugas yang tertinggal sampai malam hari?" Katanya.
"Benar, itu sedikit merepotkan, tapi sudahlah, dia membantuku karena mengkhawatirkan nilaiku."
__ADS_1
"Ya, lupakanlah, Profesor Meng selalu keras pada muridnya, ayo minum! Aku sudah membeli beberapa botol untuk menikmati suasana malam ini!"
Malam itu, mereka minum-minum sebelum ujian kelulusan di mulai beberapa minggu kedepan, Qin Chen ikut minum, namun dikarenakan mempunyai fisik unggul membuatnya tidak bisa mabuk.
Selepas dari minum-minum, ia kembali ke rumah tepat jam 1 malam. Di dalam ruangan, Yan Zhiya tertidur di sopa ruangan tengah memeluk bantal.
Qin Chen mendekatinya, Yan Zhiya tiba-tiba terbangun mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat.
"Kamu sudah kembali?"
"Ya, ayo kembali ke kamar." Kata Qin Chen, dia langsung menggendongnya dan membawanya kedalam kamar.
Yan Zhiya mencium aroma alkohol dan samar-samar mencium parfum lain yang bukan miliknya, dia tidak bertanya dan hanya diam malam itu. Sewaktu di dalam kamar, Qin Chen menurunkan Yan Zhiya di tempat tidurnya, sementara Qin Chen pergi untuk bersih-bersih.
Setelah selesai, ia kembali ketempat tidurnya melihat Yan Zhiya sedang memperhatikannya.
"Ayo tidur, besok hari penting, kan?"
"Bagaimana kamu tahu?"
Qin Chen hanya tersenyum, "Apa yang tidak aku ketahui kalau masalah tentangmu? Untuk sekarang, tidurlah dan aku akan menemanimu pergi ke perusahaan."
Yan Zhiya hanya diam, dia berbeda dari pertemuan pertamanya. Qin Chen merangkulnya dan tidur.
***
Perusahaan Zhiya,
Ruang pertemuan ada beberapa orang berkumpul, mereka adalah pengusaha besar dari berbagai perusahaan.
Qin Chen yang merupakan orang luar membuat bingung para pengusaha dikarenakan dia berada di sana.
"Mari kita mulai pertemuannya."
Pengusaha yang ingin bekerjasama dengan Yan Zhiya karena ramuan yang dia ceritakan mengundang perhatian para pengusaha besar di kota. Qin Chen memperhatikan satu-persatu pengusaha tersebut, dia menaruh perhatian pada beberapa pengusaha besar.
[- Ding! -]
[- Sub-Tugas (2) : Bencana buruk akan menimpa Tuan, diharapakan mempertahankan momentum Anda. -]
[- Hadiah : (1) Ticket Pertukaran. -]
[- Tugas Gagal : Plot misterius. -]
Qin Chen tertegun, dia buru-buru menelan kopi susu meski masih panas.
Apa maksudmu!
__ADS_1
...
*Bersambung ...