Sistem Pertukaran

Sistem Pertukaran
Bab. 16 Klub Malam, Xiu Lan


__ADS_3

Klub Malam,


Setelah dari restoran, Qin Chen yang marah menuju klub malam untuk mencari ketenangan di tempat tersebut.


Qin Chen duduk di tempat bar berada, dia meneguk banyak minum tetapi dia belum bisa mabuk karena fisiknya yang unggul dari berbagai aspek membuat Qin Chen kesulitan untuk mabuk sekarang.


Bahkan di belakangnya terdapat music dj yang keras dan lampu kelap-kelip untuk membuat para tamu mabuk tidak mampu membuatnya untuk mabuk keras.


Tiba-tiba, seorang wanita dengan pakaian terbuka duduk di sampingnya, dia sangat cantik, rambut pendek dengan sikapnya yang tomboy memberikan daya tarik tersendiri baginya.


Mata biru cerahnya seolah-olah mempunyai kegembiraan, dia datang ketempat Qin Chen, "Tuan, apa saya boleh bergabung dengan Anda?" Katanya, dia membuat Qin Chen bingung, tetapi ia mendapatkan teman bicara.


"Tentu, pesan apa saja yang kau mau, aku akan membayarnya." Balas Qin Chen, menawarkan dirinya untuk minum.


"Asik, terimakasih tuan."


Wanita itu memesan minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. Qin Chen melihat penampilannya, dia cantik dan seperti bos klub malam tempat ini dimana dia berbaur dengan orang-orang yang datang ke klub malamnya untuk berpesta.


"Saya, Xiu Lan. Siapa nama Tuan?" Katanya, dia mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Qin Chen.


Qin Chen membalasnya, "Qin Chen, kau dapat memanggilku Qin Chen."


"Tuan Qin? Ya, nama yang bagus."


Xiu Lan meneguk minuman yang ia minta dengan satu tegukan, dia lalu melihat kearahnya, pupil matanya melebar dan wajah merah merona, "Tuan Qin, apa Anda percaya dengan cinta pandangan pertama?" Tanya Xiu Lan.


"Hmm ... Tidak." Balas Qin Chen.


Xiu Lan lalu membalasnya, "Aku percaya, karena sekarang aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Kata Xiu Lan sembari menarik kerah Qin Chen dan mencium bibirnya dengan gairah intens, Xiu Lan begitu bersemangat sampai-sampai membuat Qin Chen tidak dapat meresponnya dengan cepat.


Qin Chen menyentuh pinggangnya, dan mendorongnya ke meja mengabaikan orang-orang di sekitarnya.


Umm~


Xiu Lan melepaskan ciumannya, dia menjilat bibirnya menggoda Qin Chen, Qin Chen melihatnya lalu bicara, "Nona Lan begitu bersemangat malam ini, biar saya layani Anda sampai puas." Ucap Qin Chen.

__ADS_1


"Ada ruangan khusus di samping sana, Anda mau mencobanya? Cinta satu malam tidak terlalu buruk, kan? Saya dapat menemani Anda beberapa ronde, apa Tuan Qin bisa bertahan dengan saya?" Balas Xiu Lan.


Qin Chen merasa tertantang, dia lalu membalasnya, "Nona Lan yang membakar apinya, saya menerima tawaran Anda malam ini, biarkan saya di atas."


"Tentu, siapkan panggungnya."


Qin Chen membawanya ke ruangan khusus di klub malam, ruangan itu adalah tempatnya beristirahat. Setibanya di ruangan, Qin Chen masuk kedalam ruangan lalu menurunkan Xiu Lan ke atas tempat tidur. Sebelum itu, dia mengunci pintu ruangannya agar aman.


Qin Chen melepaskan pakaiannya sembari mendekatinya, Qin Chen mengambil inisiatif memberikan ciuman menggairahkan di dalam ruangan, di luar sana terdapat banyak pelanggan yang berpesta.


Tangannya bergerak melepaskan pakaian Xiu Lan, sesaat setelah itu, Qin Chen melihat penampilan Xiu Lan yang luar biasa, putih dan halus menyerupai giok tak tersentuh di depan matanya.


Walaupun ini pertama kalinya bagi Xiu Lan, tapi ini cinta pandangan pertama, dia mengabaikan gangguan untuk mendapatkan cintanya, di satu malam ini.


"Nona Lan, saya tidak memberikan waktu untuk beristirahat malam ini." Kata Qin Chen membuat Xiu Lan tersenyum bersemangat, lalu menciumnya.


Selepas itu, Qin Chen memberikan gigitan ganas di lehernya dan setiap inci di tubuhnya. Bersamaan dengan itu, Qin Chen menyentuh pinggangnya sedikit keatas mendekati buah persik matang.


Xiu Lan menggerang tidak dapat melawannya, pikirannya benar-benar kosong sekarang. Gerakan yang di berikan Qin Chen membuatnya gila, Qin Chen mempermainkan persiknya dan menggigitnya sesekali.


Qin Chen tidak berhenti memberikan gigitan pada persik matangnya, dan menikmati minuman tersebut, "Mhmm~ Be- Berhenti mempermainkan saya, saya bisa gila karena Tuan."


Setelah merasa cukup, Qin Chen mendekatinya lalu membisikkan sesuatu, "Aku mulai hidangan utamanya." Katanya dengan dorongan lembut menembus lapisannya.


"Ahhh~"


Qin Chen menyadari ini pertama kalinya bagi Xiu Lan, dia menggerakkannya dengan lembut memberikan ruang baginya bernapas sesaat, setelah sesaat kemudian rasa sakit yang sebelumnya membuatnya kesakitan berangsur-angsur menghilang digantikan dengan kesenangan.


***


Siang harinya,


Qin Chen menyentuh kepalanya karena pusing saat terbangun. Kemudian Qin Chen bergegas mengenakan pakaian, dia lalu mencium bibirnya Xiu Lan sebelum pergi ke Universitas Qianxu. Qin Chen melihatnya yang tertidur pulas karena semalam bermain sangat lama begitu intens.


"Aku akan mampir lagi kapan-kapan, sampai bertemu lagi Xiu Lan." Ucap Qin Chen, dia lalu meninggalkan ruangan tersebut dan buru-buru pergi ke universitas untuk kelas hari ini.

__ADS_1


Setibanya di kelas, dia terduduk dengan kepala pusing. Teman-temannya mencium aroma alkohol di pakaiannya membuat mereka marah karena Qin Chen tidak mengajak mereka minum bersama.


"Sialan kau Qin Chen, minum-minum tidak mengajak kami! Apa kau masih menganggap kami saudaramu?" Ucap Hong Taiba kepadanya dengan histeris.


"Maaf-maaf, aku di undang tetanggaku untuk minum sebagai acara penyambutan mereka disana. Jadi tidak bisa membawa kalian semua ke sana untuk minum." Balasnya dengan nada rendah.


Sebenarnya itu alasannya, karena dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kalau dia baru tidur dengan wanita asing yang menyatakan perasaannya saat baru pertama kali melihatnya? Bahkan sampai siang hari, dia belum bisa tidur karena semalam hingga pagi harinya.


Pelajaran Meng Yue berlangsung lama, Qin Chen sampai ketiduran di kelas karena kelelahan mengurus banyak pekerjaan besar perusahaannya.


Jam pelajaran telah selesai, orang-orang pada kembali ke asrama mereka. Qin Chen masih tertidur di kelas karena kelelahan membuat ketiga temannya menunggu sembari mengobrol bersama.


Sampai sore harinya, Qin Chen terbangun melihat teman-temannya masih menunggunya di sana.


"Hoamm~ kenapa kalian menungguku? Kalian bisa pulang lebih dulu dan beristirahat, aku bisa sendiri."


"Apa yang kau bicarakan, kau teman kami. Jika terjadi sesuatu saat kau tidur, siapa yang harus tanggung jawab? Kami menemanimu karena melihatmu begitu kelelahan, istirahatlah kalau kau lelah dan jangan paksa kalau tidak kuat." Ujar Hong Taiba kepadanya.


Qin Chen tertegun mendengarnya, "Terimakasih banyak, ayo kita minum. Aku akan mentraktir kalian, aku baru saja gajian dari kerja part time. Aku ingin membalas kebaikan kalian, tolong jangan menolak ajakanku." Ujarnya.


Hmmm?


Ketiganya saling menatap satu sama lain, mereka tidak tahu kalau Qin Chen bekerja sampingan selama ini, itu membuat mereka terharu dengan persaudaraan mereka begitu erat tidak terpisahkan.


Ketiganya hampir menangis karena Qin Chen masih memikirkan mereka, bahkan dia bekerja sampingan untuk membuat mereka dapat minum bersama-sama? Sungguh persaudaraan yang erat!


Saudaraku, kenapa kau hidup begitu sulit?!


Qin Chen mengerutkan keningnya melihat ekspresi mereka begitu buruk!


"Ayo kita minum, aku juga akan menyumbang untuk minum."


"Yoo ... "


Semuanya pergi ketempat biasanya mereka minum-minum, di sana Qin Chen minum lagi meskipun baru semalam dia minum-minum dengan Xiu Lan.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2