
Gedung Kaisar,
Pagi harinya, dia menjemput Jing Hui untuk bekerja di tempatnya. Saat dia berada di depan Gedung Kaisar yang terkenal di pusat kota karena kemegahannya dan harganya yang super fantastis membuat Jiang Hui gugup karena ini pertama kalinya bagi dia berada dekat dengan Gedung Kaisar dan tidak di usir penjaga.
"Ayo masuk."
"Masuk?" Jing Hui bingung.
Qin Chen mengangguk, Jiang Hui tidak tahu apapun dan bingung, dia mengikuti Qin Chen masuk kedalam gedung. Saat berada di dalam Gedung Kaisar, seluruh pegawai membungkukkan tubuhnya.
"Selamat datang, Presiden Qin."
Qin Chen mengangkat tangannya, "Ya, hari ini ada pekerja baru yang melamar. Dia adalah Jing Hui, mahasiswa top lulusan bisnis dan manajemen, dia akan bekerja di perusahaan ini mulai sekarang. Sebagai seniornya, bantu dia saat kesulitan."
"Baik."
Qin Chen menoleh kebelakang kearah Jing Hui, "Mulai sekarang kamu akan bekerja di perusahaanku, ruanganmu berada di lantai atas, ada ruangan yang sudah disiapkan untukmu kamu dapat bekerja mulai sekarang di tempat ini."
"Ba— Baik."
Fang'an mendekatinya, "Nona Jing, saya Fang'an, pengurus gedung ini. Mari ikuti saya, saya akan memperkenalkan tempat-tempat di gedung ini dan menjelaskan tugas Anda."
"Baik."
Dia membungkuk kearah Qin Chen sebelum pergi bersama Fang'an untuk mengenal tempat dan pekerjaannya nanti.
Drink~ Drink~
Qin Chen membuka pesan yang dia terima, di pesan tersebut tertulis kalau putrinya ingin bertemu dengannya karena sebelumnya Qin Chen pergi.
Setelah membaca pesan tersebut, Qin Chen segera menuju restoran tempat mereka menunggu menunggunya, ia menerima alamatnya dan segera kesana.
***
Restoran,
Setelah beberapa menit perjalanan, Qin Chen sampai di restoran. Dan sekarang dia bersama putrinya Qing Ling Ling, Qin Chen memangkunya sembari menyuapi makanan kepada satu-satunya putrinya. Bahkan, sekalipun itu bukan putri kandungnya, dia tidak mempermasalahkan hal itu.
Karena Qing Ling Ling sangat imut!
__ADS_1
"Papa~ Papa~"
"Hmmm ... Kamu mau makan ini?" Kata Qin Chen sembari menujuk sayuran yang berada di atas piring makanan.
"Hmmm ... "
"Bagus, kamu harus makan sayur-sayuran untuk tumbuh dewasa." Kata Qin Chen, memberikan sedikit dorongan pada putrinya untuk makan sayuran.
Qing Ling Ling memakannya, lalu dia bertanya kepada Qin Chen, "Papa~ papa marah dengan mama?" Katanya.
Qin Chen melirik kearah wanita di depannya, dia hanya diam untuk sesaat lalu membalas pertanyaan putrinya, "Papa tidak marah dengan mama, kenapa putri kecil papa bertanya kalau papa marah sama mama?" Tanya Qin Chen.
Qing Ling Ling lalu menjawabnya, "Karena papa tidak pernah kembali ke rumah. Ling Ling mendengar kalau Keluarga itu harus tinggal bersama, tapi papa selalu berada di luar dan tidak pernah sekalipun tinggal bersama Ling Ling ataupun mama." Ujarnya merasa sedih karena Qin Chen selalu berada di luar dan tidak pernah meluangkan waktu untuknya.
Qin Chen tertegun dengan pemikiran putrinya, meski dia masih anak-anak, dia cukup pintar untuk bicara seperti orang dewasa membicarakan perasaannya secara langsung padanya.
Qin Chen tersentuh dengan ucapannya, ia lalu mengelus kepalanya, "Baiklah, papa akan sering tinggal bersama Ling Ling mulai besok, apa Ling Ling senang?"
Qing Ling Ling mengangguk begitu bersemangat, dia kemudian mencium pipi Qin Chen dengan hangat.
"Terimakasih banyak papa~"
Setelah acara makan bersama selesai, mereka pergi menuju taman bermain. Kemudian pergi ke acara perayaan kembang api yang diadakan langsung di kota bersama-sama menghabiskan waktunya dengan keluarga.
Sampai tengah malam, semuanya pergi ke Hotel Longtian untuk menginap karena rumah mereka cukup jauh dari kota.
Qing Ling Ling tertidur pulas, sementara Qin Chen duduk di ruangan dengan tenang. Dan Qing Yi, ibu sekaligus istri kedua Qin Chen sekarang tengah duduk di depannya menunggu Qin Chen bicara.
"Aku melakukan semua ini untuk Ling Ling. Dia masih anak-anak dan butuh kehadiran orang tua di sampingnya, jadi jangan salah sangka, aku masih belum menerimamu karena kesalahanmu itu." Ucapnya, ia memberikan nada tidak senang.
Qing Yi ketakutan, dia menunduk sambil membalasnya, "Maaf ... Aku tidak berpikir sebelum melakukan itu, aku benar-benar menyesal dengan tindakanku." Ujarnya sembari menundukkan kepalanya.
Qin Chen meliriknya sekilas sebelum pergi meninggalkan ruangan itu, "Lupakanlah, aku tidak ingin membicarakannya. Mau kamu menyesalinya atau tidak, aku tidak peduli dengan itu." Ungkapnya.
Ia meninggalkan ruangan itu, dan pergi menuju ruangan kerjanya. Qin Chen duduk sembari membaca dokumen, dia sampai tidak bisa tidur memikirkan masalah mengenai kepergian Yan Zhiya.
Bahkan sampai sekarang, dia terus kepikiran tentangnya lagi dan lagi. Dia seperti hantu yang menghantui kehidupannya.
[- Ding! -]
__ADS_1
[- Sub-Tugas (3) : Bantu Qing Yi menyelesaikan masalah keluarga. -]
[- Hadiah : (1) Ticket Pertukaran. -]
[- Tugas Gagal : Plot misterius. -]
Qin Chen menatap layar biru transparan dengan bingung, ini pertama kalinya bagi Qin Chen mendapatkan tugas; Sub-Tugas hanya mendapatkan satu hadiah tanpa adanya bonus Poin Sistem.
Karena penasaran, ia bertanya kepada sistem di benaknya, "Sistem, kenapa bonus Poin Sistem menghilang dari bar?" Dia penasaran dengan hal tersebut.
[Dikarenakan tugas kali ini sangat unik, hadiah Poin Sistem dihilangkan dan mengubah Fragment Pertukaran menjadi (1) Ticket Pertukaran.]
Setelah mendengar penjelasan sistem, ia mengerti kenapa di katakan unik. "Kalau begitu mau bagaimana lagi, setiap tugas unik hadiahnya akan berubah."
Qin Chen pergi mandi lalu bersiap-siap keluar dari ruangannya setelah bergadang semalaman menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden Hotel Longtian dan perusahaan besar yang berada dibawah kendalinya sebagai Presiden Qin.
Drink! Drink! Drink!
Qin Chen menerima pesan dari saudarinya, di mana dia mengatakan 3 minggu lagi teman-temannya mengadakan acara perayaan, dan Qin Chen di undang oleh saudarinya untuk menemaninya.
Qin Chen lalu membalasnya akan datang, setelah itu dia pergi menuju tempat kerjanya, Perusahaan Zhiya.
***
Perusahaan Zhiya,
Setibanya di perusahaan, ia melihat kepolisian datang untuk menangkap tikus perusahaan yang melakukan korupsi mengenai dana perusahaan. Qin Chen tidak turun tangan secara langsung adalah berkat bagi mereka karena tidak mendapatkan siksaan darinya.
Jika dia sempat turun tangan, hukumannya sangat berbeda dengan kepolisian. Dia membunuhnya langsung dan menghilangkan bukti kematian mereka dalam-dalam seolah-olah tertelan masa.
Walaupun mereka di tangkap, seluruh aset kekayaan mereka akan di tahan sebagai pembayaran karena melakukan korupsi dana perusahaan, meski tidak sepenuhnya lunas sekarang, keturunan mereka akan menanggungnya bersama-sama.
Qin Chen menyeringai puas melihat dari kejauhan, lalu ia pergi menuju ruangan kerjanya di lantai atas.
Ia duduk di ruangan membaca dokumen yang ada, melihat berita dan mencari informasi keberadaan Yan Zhiya bersamaan, tapi sayangnya ia tidak menemukan petunjuk apapun.
...
*Bersambung ...
__ADS_1