Sistem Pertukaran

Sistem Pertukaran
Bab. 12 Pertukaran Rotasi Takdir!


__ADS_3

[- Ding! -]


[Sub-Tugas (2) : Gagal.]


[Hukuman : Plot Misterius.]


[Memulai hukuman.]


[ ... ]


[ ... ]


Qin Chen mendengarnya, tugasnya gagal mempertahankan momentumnya dari bencana buruk yang menimpanya.


[Anda pernah mengatakan, kenapa orang baik selalu kalah dan kenapa penjahat selalu menang pada akhirnya?]


Aku sedang tidak ada mood untuk berdebat denganmu, aku sedang ingin sendiri.


[Anda menyerah?]


[Saya pernah mengatakan ini pada Anda, Anda ingin kekayaan? Tukar kebaikan Anda dengan kekayaan? Anda ingin wanita? Tukar takdir mereka dengan kebaikan Anda! Apa Anda masih ingat?]


Qin Chen hanya diam mendengarnya, dia tidak mempunyai mood untuk berdebat dengan sistem di benaknya sekarang.


[Apa yang Anda dapatkan sekarang adalah hasil pertukaran, mengubah kebaikan yang Anda berikan menjadi keutungan Anda. Kehilangan satu wanita bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan, masih ada banyak wanita di luar sana menantikan Anda.]


Sistem, bisa kamu diam sebentar?


Ini bukan masalah mengenai pahlawan ataupun penjahat, ini mengenai sisi kemanusiaan itu sendiri.


[Sisi kemanusiaan? Apa itu? Saya tidak memahaminya, saya hanya memahami aturan pertukaran timbal balik.]


[Kenapa Anda harus memikirkan sisi kemanusiaan Anda? Anda sudah membantunya keluar dari masalah perusahaan, sebagai balasan karena membantunya, Anda mendapatkan keuntungan darinya.]


[Bukankah itu pertukaran yang setara? Tidak ada yang di rugikan, keduanya mencapai kesepakatan bersama.]


Qin Chen setuju dengan ucapannya, tetapi perasaannya pada Yan Zhiya berbeda dengan apa yang sistem ucapkan.


[Apa ada manusia yang sebaik Anda? Tidak ada, mereka saling memanfaatkan satu sama lain untuk keutungan sendiri, hanya Anda yang terbawa perasaan.]


[Anda pernah mengatakan ingin mendapatkan apa yang Anda inginkan, kan? Sekaranglah waktunya, jadilah penjahat! Rebut takdir mereka, dan manfaatkan kemampuan Anda mencapai puncak kekuasaan yang Anda inginkan!]


[Jika Anda terus-menerus mengikuti kenyataan, Anda akan berakhir menyedihkan.]


[Inilah kenyataan dunia, memanfaatkan atau dimanfaatkan! Ditinggalkan atau meninggalkan, menang atau kalah!]

__ADS_1


Qin Chen menyeringai, "Kau benar sistem, untuk apa memikirkan satu wanita? Jika ada banyak wanita menunggu, aturan kekalnya adalah memanfaatkan atau dimanfaatkan!" Katanya.


[Saya percaya Anda dapat memahami maksud saya Tuan.]


Ya, aku telah percaya padamu saat pertama kali kita bertemu. Sekarang aku mengerti apa yang aku inginkan, untuk mencapai puncak kekuasaan!


Qin Chen menyeringai, seolah-olah kemanusiaan telah lenyap.


Seseorang tersenyum tipis di luar sana mengamati Qin Chen dari kejauhan.


[Kedepannya, jalan mana yang akan Anda pilih? Jalan keserakahan, atau jalan ketidakpedulian Anda? Atau, sebaliknya, jalan menuju kebahagiaan yang sesungguhnya Anda inginkan.]


[Saya harap Anda memenuhi ekspektasi saya, karena ini ujian untuk Anda.]


***


Universitas Qianxu,


Qin Chen berada di universitas, dia sedang sendirian di halaman belakang. Qin Chen menikmati secangkir teh susu sembari melihat pemandangan langit.


Ada yang berubah, itu pandangannya mengenai kenyataan dunia. Dia menetapkan hatinya untuk dua aturan, memanfaatkan atau dimanfaatkan, itu mutlak! Tidak dapat bantah oleh apapun.


Saat ia sendang sendirian, seorang wanita tiba-tiba mendatanginya, dia teman sekelasnya, "Ternyata kamu di tempat ini, Qin Chen. Kamu di panggil Profesor Meng, karena kemarin kamu tidak masuk kelasnya." Kata wanita itu.


Wanita tercantik di kelasnya, Xing Yi. Bunga kelas, dan anak kesayangan Profesor Meng karena dia pintar dibandingkan Qin Chen.


"Ya, cepat ke ruangannya. Profesor sudah memanggilmu, kalau kamu tidak kesana kamu bisa di hukum lagi mengerjakan tugas-tugas yang tertinggal."


Qin Chen menguap lalu berdiri, "Baiklah," Qin Chen berangkat menuju ruangan Profesor Meng, ia tiba di sana.


Setibanya di sana, ia bertemu dengan Profesor Meng yang sedang duduk menunggunya sembari membaca materi-materi selanjutnya.


"Qin Chen, ini kedua kalinya kamu datang ke ruanganku, apa kamu tahu apa kesalahanmu?" Profesor Neng bertanya kepadanya sembari memberikan tatapan tajam mengamatinya.


"Saya mengetahui, saya tidak masuk kemarin, karena saya mempunyai urusan keluarga dan tidak bisa masuk karena penting. Saya akan mengerjakan tugas-tugas yang kemarin."


Profesor Meng yang mengamatinya sedari tadi merasakan sesuatu yang berbeda, matanya tampak kosong seolah-olah mengabaikan orang di sekitarnya.


Ada apa dengan anak ini? Kemarin tatapannya sangat hangat dan penuh pencapaian yang besar, tapi sekarang sangat berbeda dari kemarin.


Suaranya yang rendah, tetapi sebenarnya menyembunyikan sesuatu yang tidak dia ketahui membuat Profesor Meng mengkhawatirkan keadaannya.


Ia lalu berinisiatif bertanya, "Apa ada masalah dengan keluargamu? Kamu bisa menceritakannya padaku, mungkin aku bisa memberikan beberapa masukan untuk mengatasi masalahmu." Katanya.


Qin Chen menggelengkan kepalanya, "Tidak ada, ini masalahku, aku bisa mengatasinya. Tugas mana yang harus saya kerjakan sekarang, Profesor?" Balasnya.

__ADS_1


Profesor Meng tidak dapat mengatakan apapun saat dia di tolak, ia lalu memberikan tumpukan buku. Qin Chen mengerjakannya seperti kemarin membutuhkan banyak waktu.


Malamnya,


Selama beberapa jam mengerjakan tugas yang di berikan Profesor Meng, Qin Chen akhirnya dapat beristirahat. Sekarang, dia berada di kota tengah menikmati suasana malam di kota melihat banyak orang berpacaran dan jalan-jalan.


Qin Chen yang berada di bangku mendongak keatas sembari menghela napasnya. Dia kelelahan dan bingung, "Zhiya, kemana kamu sebenarnya pergi?" Gumamnya.


"Apa kamu kesepian malam ini, Tuan?" Seorang gadis berusia 18 tahun, bertanya kepada Qin Chen, dia sedang duduk di sampingnya tanpa di sadarinya.


"Gadis kecil sepertimu pikirkan sekolahmu." Balas Qin Chen.


"Ya, aku sedang memikirkannya. Apa yang aku dapatkan di sekolah selama ini? Apa bisa menyelamatkan orang tua ku dari keadaan kritis di rumah sakit? Saat aku memikirkan hal itu, aku menyesal telah bersekolah selama ini." Katanya.


Qin Chen meliriknya, dia gadis yang imut dan manis untuk seusianya. "Satu malam denganku, aku dapat memberikan tiga kali lipat dari biaya operasi orang tuanmu, bagaimana?" Ucap Qin Chen.


Gadis itu menggenggam erat tangannya, dalam benaknya sedang membutuhkan biaya operasi orang tuanya secepat mungkin, dan Qin Chen dapat memberikannya.


Dan tentunya, itu pilihan yang sulit meskipun dia sudah memutuskan sebelumnya. Dia masih seorang gadis SMA, menjual dirinya sendiri bukan tindakan yang terpuji di masyarakat, tapi mau bagaimana lagi, ini kenyataan.


"A— Anda tidak menipu saya, kan?"


"Aku dapat mentransfer uangnya sekarang." Balas Qin Chen.


Itu hanya beberapa ratus yuan, dan dia mempunyai miliaran yuan di rekening. Qin Chen mengirim 200.000 yuan untuk membiayai operasi orang tuanya.


Qin Chen memberikan empat kali lipat dari biaya operasi, itu harga yang murah baginya mendapatkan keuntungan.


"Aku sudah mengirimnya, kau dapat ikut denganku. Jangan berpikir untuk kabur dariku setelah menerima uang tanpa memberikan balasannya."


"Ba— baik ... "


Qin Chen pergi membawanya ke hotel yang dekat dengan mereka, dia benar-benar pria brengsek! Mengambil keuntungan dari gadis kecil yang membutuhkan uang secepatnya untuk biaya operasi.


Dalam ruangan, ia melepaskan pakaiannya melihat gadis itu berada di atas tempat tidurnya, dia tampak takut untuk melakukannya, tapi Qin Chen tidak memperdulikan hal tersebut.


"Unmm ... Tu— Tuan, pelan-pelan, ini kali pertama bagi saya melakukannya." Katanya dengan gugup, itu membuat Qin Chen menyeringai tipis mendengar pernyataannya yang polos.


"Ya, kamu dapat tenang dan biarkan saya melakukan pekerjaan saya." Balasnya, Qin Chen membelai dua buah persik yang hampir matang miliknya, lalu mengigitnya memberikan bekas di mana-mana.


Suaranya benar-benar menggugah seleranya, Qin Chen penuh hasrat menyerang bagian dalam.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2