
~SELAMAT MEMBACA~
Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa kini telah hari minggu lagi. Ya hari ini Alex mempunyai janji dengan Sabrina untuk bertemu di taman sesuai janji mereka pada saat di sekolah beberapa hari yang lalu.
Saat ini Alex tengah bersiap siap dengan mengenakan pakaian santai nya. Pakaian yang Alex pakai hanya kaos seperti yang ia pakai setiap hari memang tidak mewah tapi selama pemakai nya nyaman kenapa tidak iya kan begitulah pemikiran Alex.
Alex yang telah selesai bersiap pun turun untuk meminta izin dengan sang ibu.
"Buk Alex pamit dulu ya" ucap Alex sembari menyalami sang ibu.
"Iya, emang nya mau kemana toh hari libur begini?" tanya Rani.
"Cuma mau ketemuan doang kok buk sama temen di taman" jawab Alex jujur.
"Oh yaudah kalo gitu hati hati dijalan dan jangan kemalaman ya pulang nya" nasehat sang ibu.
"Iya buk kalo gitu Alex pamit dulu" ucap Alex yang langsung berjalan menuju mobilnya yang telah terparkir di depan mansion nya tentu dengan Snake di dalamnya.
Alex kemudian masuk ke dalam mobil yang telah siap untuk berangkat ini.
"Kita akan ke mana bos?" tanya Snake.
"Oh kita akan ke taman tapi nanti agak jauh sedikit dari taman kita berhenti aku akan turun disitu saja dan kamu tunggu aku sampai aku selesai" perintah Alex.
Snake yang mendapat perintah sang bos langsung melaksanakan sesuai dengan perintah nya. Ia langsung melajukan mobilnya ke taman sesuai janji mereka.
Tak lama kemudian taman yang ingin dituju pun terlihat, namun sesuai keinginan Alex Snake pun memberhentikan mobilnya agak jauh dari lokasi taman. Snake yang telah seminggu lebih mengemudikan mobil Alex tentu sudah tau kebiasaan Alex yang satu ini yang pastinya agar identitasnya tidak diketahui orang lain dulu.
Alex kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju taman tersebut namun disana belum terlihat adanya Sabrina. Alex yang mengetahui hal itu pun memilih untuk duduk di kursi taman sembari menunggu Sabrina.
Tak berselang lama hanya sekitar 5 menit kemudian datang seorang yang sedari tadi tengah ditunggu olehnya.
"Maaf Lex aku terlambat, apakah kau sudah lama menungguku?" ucap Sabrina dengan perasaan bersalah.
"Oh tidak apa apa kok dan untuk pertanyaan mu aku juga belum lama duduk disini" jawab Alex untuk menenangkan Sabrina.
"O-oh syukur lah kalo begitu, yasudah ayo kita berkeliling sudah lama sekali aku tidak kesini" ajak Sabrina.
Alex yang mendengar ajakan tersebut pun hanya tersenyum sembari mengangguk dan mengikuti Sabrina yang telah berjalan duluan.
__ADS_1
Mereka berdua pun berkeliling taman tersebut yang terlihat ramai oleh warga sekitar karena hari ini merupakan akhir pekan dimana banyak orang yang berlibur dari pekerjaan sehari hari nya.
Mereka berkeliling dengan diselingi percakapan percakapan kecil diantar mereka sembari melihat lihat berbagai macam hal yang ada di taman dan terkadang juga berhenti untuk membeli makanan yang dijajakan pedagang di sekitar taman tersebut.
Sekitar satu jam mereka berkeliling hingga akhirnya karena kelelahan mereka pun duduk di kursi taman sembari menyeruput minuman yang mereka beli sebelumnya.
"Hah~ segarnya, minuman dingin memang sangat pas untuk cuaca seperti ini" gumam Alex yang masih terdengar oleh Sabrina.
"Yah kau memang benar, minuman ini sangat menyegarkan" balas Sabrina
Setelah pembicaraan tersebut keduanya lalu diam untuk waktu yang lumayan lama karena masih dalam kelelahan hingga akhirnya Sabrina lah yang mulai pembicaraan terlebih dahulu.
"A-alex.... " ucap Sabrina dengan perasaan gugup.
"Hmmm ada apa?" ucap Alex yang kebingungan melihat tingkah Sabrina yang bisa dibilang aneh tidak seperti biasanya
"A-alex itu ak-..... " perkataan Sabrina langsung terhenti ketika suara yang sangat familiar memanggil namanya.
"Sabrina" ucap seorang pria paruh baya yang merupakan sang ayah(Abraham Wijaya) dan sang ibu yang berada di sampingnya (Melisa Wijaya) dengan ekspresi wajah yang sulit untuk digambarkan.
"A-ayah ibu kenapa kalian disini" kaget Sabrina begitu pula dengan Alex yang baru pertama kali melihat kedua orang tua Sabrina.
Sebelumnya Sabrina berangkat menuju taman dengan diantar sopir pribadi keluarganya, namun satu hal yang tidak diketahui nya sang sopir telah memberitahukan sang ayah bila Sabrina tengah bersama dengan seorang pemuda di taman.
~Kembali ke masa sekarang~
Abraham yang mendengar pertanyaan itu pun hanya mengacuhkan pertanyaan tersebut karena lebih memilih fokus memperhatikan Alex yang kini tengah memakai pakaian yang sangat sederhana.
"Sabrina kenapa kamu dekat dekat dengan si miskin ini, dia hanya ingin memanfaatkan mu saja" ucap Abraham. dengan wajah datar melihat Alex.
"Benar itu, palingan dia hanya berteman denganmu karena uang. Berapa yang kau mau kami berikan agar kau tak mendekati putri kami lagi" ucap Melisa membela sang suami sembari menghina Alex.
Alex yang mendengar penghinaan itu pun seketika darahnya mendidih menahan amarah setelah mendengar kalimat penghinaan dari mulut kedua orang tua Sabrina.
Sementara itu Sabrina yang mendengar perkataan kedua orang tuanya langsung berusaha membela Alex.
"Ayah Ibu kenapa kalian mengatakan hal itu bukankah selama ini bila ada tamu seumuran Sabrina kalian selalu bersikap ramah, kenapa dengan Alex kalian seperti ini" bela Sabrina
"Itu karena mereka adalah orang-orang kaya dan ayah juga akan menikahkan mu dengan salah satu dari mereka bukan seperti dia yang hanya orang miskin yang memanfaatkan mu" jawab Abraham terus terang.
__ADS_1
"Sekarang berapa yang kau mau asalkan kau menjauhi putri kami? Segini cukup hah" lanjut Abraham sembari melempar uang lima juta ke arah Alex.
Alex yang melihat itu pun masih diam tak membalas.
"Oh masih kurang kah? ini ku tambahkan dasar miskin" ucap Melisa yang ikut suaminya kini melempar uang ke arah wajah Alex.
"Baik bila itu mau kalian aku akan menjauhi putri kalian ini dan uang ini kalian simpan saja aku tidak membutuhkannya" ucap Alex berlalu pergi sembari menahan emosinya yang sedari tadi ingin ia keluarkan namun masih ia tahan.
'Huh ternyata orang kaya memang selalu bersifat sombong karena hartanya. kalian tunggu saja pembalasan dari ku" batin Alex dalam langkahnya.
"Hah dasar sudah miskin masih saja belagu dan sok sok tidak membutuhkan uang dariku ini" ucap Abraham.
"Hiks hiks k-kalian jahat. Aku benci kalian" ucap Sabrina sembari pergi dengan linangan air mata.
Melisa yang melihat putrinya seperti itu pun ingin mengejarnya namun dihentikan oleh sang suami.
"Biarkan saja, tak lama lagi ia juga akan melupakan si miskin itu. lagipula kita juga akan menjodohkan ia dengan anak dari kolega ku yangjauh lebih baik dari dia" ucap Abraham menenangkan sang istri.
Setelah mendengar hal itu pun Melisa perlahan mulai tenang dan mereka pun beranjak pergi dari taman itu ke mansion mereka
~KEMBALI KE MC KITA~
Alex yang dipenuhi amarah pun memasuki mobil dengan membanting pintu mobilnya dengan keras. Snake yang melihat itu pun tahu bahwa sang bos tengah emosi meskipun tidak tau karena apa.
"K-kita mau k-kemana lagi bos?" tanya Snake dengan hati hati agar tidak menyinggung perasaan sang bos.
"Kita ke markas dan siapkan tempat latihan khusus untukku" ucap Alex dengan wajah memerah dan melirik tajam Snake.
Snake yang melihat lirikan mata tersebut pun mengerti dan langsung menjalankan sesuai perintah dari Alex.
________________________________________________
________________________________________________
**SEGINI DULU YA BUAT CHAPTER INI. KALO ADA MASUKAN SARAN DAN KRITIK BILANG AJA BIAR AUTHOR BENERIN APALAGI KALO ADA TYPO MOHON UNTUK DI KOMEN AJA YA.
OKE JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS DENGAN CARA
(√) KOMEN, SARAN DAN KRITIK
__ADS_1
(√) VOTE DAN RATE BINTANG LIMA BILA TIDAK KEBERATAN
(√) DAN LIKE TERUS BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT NULISNYA**