SISTEMKU KEBERUNTUNGANKU

SISTEMKU KEBERUNTUNGANKU
AWAL MASALAH


__ADS_3

"Hey kau miskin ikuti aku ke kantor kepsek sekarang...." perintah guru tersebut tanpa menoleh.


"Hihi baiklah tidak masalah" ucap Alex sambil terkekeh kecil.


Alex pun hanya mengikuti sang guru menuju ruang kepsek dan selama perjalanan tidak ada yang bersuara sama sekali hingga mereka tiba di sebuah ruangan bertuliskan 'Ruang Kepsek'.


Tok.... Tok.... Tok... (anggap aja suara ketokan pintu ya)


"Pak Kepsek ini saya Beni" ucap guru tersebut yang ternyata bernama Beni.


"Masuk saja pintunya tidak dikunci" jawab suara dari dalam.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut yang tampak cukup mewah terlihat dengan furnitur di dalam nya.


"Ada apa kamu sampai datang ke Ruang ku ini Beni tidak biasanya?" tanya pak kepsek tersebut.


"Ini pak ada murid yang telah memukul tuan muda Bobby bahkan menjelek jelek keluarga Adiguna" ucap guru tersebut disertai dengan kebohongan karena jelas jelas masalah ini semua dimulai oleh Bobby Cs bukan oleh Alex sendiri.


Sementara itu Alex yang mendengar perkataan guru tersebut hanya tersenyum kecil.


"Apaa? Hey kau miskin tidak tau terima kasih sudah lah kau diberikan beasiswa untuk bersekolah disini gratis oleh keluarga Adiguna tapi kau malah menjelek jelekkan mereka, mau jadi jagoan kamu?" marah kepsek tersebut sembari menggerakkan tangannya untuk menampar Alex.


Namun belum juga tangannya sampai ke wajah Alex tangan tersebut keburu di tangkap oleh Alex dengan santainya.


"Hoaah~ Apakah kau sudah selesai pak tua? dan apakah begini sikap seorang tenaga pengajar? bermain tangan kepada seorang murid, sungguh memalukan sekali sifat anda tidak sesuai dengan umur anda yang sudah bau tanah. Apakah anda sudah kelamaan di dalam ruangan ini hingga lupa bila tengah di awasi CCTV?" ucap Alex.


"Anak kurang ajar mulai hari ini kamu bakalan di DO dari sekolah ini dan ini surat pengeluaran dirimu" marah guru tersebut sembari memberi sebuah surat keterangan.


"De-...... " ucapan Alex langsung terhenti lantaran sebuah suara yang tiba tiba memotong pembicaraan mereka.


"Aku tidak setuju dengan hal tersebut sebaiknya bapak mengetahui akar semua permasalahan ini semua berasal dari Bobby itu" bela orang tersebut yang ternyata adalah Sabrina yang sedari tadi memgiping dari balik pintu.


"Tapi nona muda si miskin ini juga telah melakukan kekerasan di dalam lingkungan sekolah sehingga tuan muda Adiguna sampai terluka, bukankah itu sebuah perbuatan yang dilarang" sanggah kepsek.

__ADS_1


"Tapi tet-.... " Sabrina.


"Aku terima dengan senang hati surat ini" ucap Alex sembari mengambil surat tersebut dan berlalu pergi tanpa menghiraukan Sabrina yang membelanya.


Namun ketika Alex sampai di pintu langkahnya langsung terhenti.


"Aku tidak sudi sekolah di sekolah di mana yang mengajar hanyalah anjing tidak berotak yang hanya memikirkan soal materi. Dan untukmu Sabrina kau harus ingat dunia itu berputar bukannya diam ditempat hari ini mungkin kau dan keluargamu bisa menghinaku seenak jidat tapi suatu saat akan ada seseorang yang akan membuatmu berada di posisiku.Untuk kalian anjing Adiguna semangat jadi penjilatnya, Guuk Guuk Guk" ucap Alex diakhiri dengan sedikit tertawa karena puas telah lepas dari sekolah yang selama ini menjadi neraka bagi dirinya.


"Kau bocah brengsek" marah guru tersebut yang langsung mulai berjalan ke Alex untuk memukulnya namun langsung dihentikan oleh kepsek dengan cepat.


Alex yang melihat keadaan itu hanya tersenyum kecil kemudian melangkah pergi dari ruangan tersebut dengan perasaan gembira.


Namun lain halnya dengan Sabrina yang langsung keluar ruangan dengan berlari dan terlihat dari raut wajahnya seperti menahan air matanya ketika keluar dari ruangan dan langsung menuju toilet.


{ya kejadian selanjutnya pasti pada tau kan? ya apalagi kalo perempuan selain nangis😅}


Setelah Alex dan Sabrina pergi dari ruangan tersebut kini tersisa lah kepsek dan guru tersebut.


"Tapi pak bocah itu sudah kelewatan dan ia harus diberi pelajaran" bela Beni.


"Iya aku tau juga dan aku juga sangat ingin membuatnya memohon ampun tapi bukan disini, sebaiknya kau hubungi tuan besar Adiguna saja biar dia mengetahui hal ini dengan jelas agar kita tidak di pecat karena lalai menjaga tuan muda, soal memberikan pelajaran biarkan tuan besar Adiguna saja yang menyiksanya " Saran Kepsek.


Setelah itu pun Beni langsung menghubungi Asisten tuan besar Adiguna mengenai masalah ini.


~DILAIN TEMPAT~


Sementara itu di sebuah gedung berlantai dulu puluh terdapat seorang pria paruh baya yang memiliki tubuh cukup gemuk dengan lemak di perutnya tengah bersantai di kursi kebesaran nya hingga waktu santai nya terganggu oleh sebuah ketukan pintu


Tok...


Tok...


Tok...

__ADS_1


"Masuk" jawab orang tersebut dengan nada yang tidak senang.


Kemudian masuklah seorang pria muda berumur 30 tahunan yang sepertinya merupakan asisten pria yang sebelumnya.


"Katakan ada hal apa? bila tidak ada yang penting maka akan ku penggal kepalamu itu karena telah mengganggu waktu santai ku" ucap pria gemuk tersebut.


"Maaf Bos saya baru mendapat kabar dari sekolah tempat tuan muda bersekolah dimana kini tuan muda tengah mendapat perawatan dirumah sakit lantaran mengalami luka akibat perkelahian" Jawab Asisten tersebut kepada pria tersebut yang ternyata bernama Bryan Adiguna sekaligus ayah dari Bobby.


"Apaa!!! siapa yang berani membuat anakku sampai dalam keadaan begini dan apa yang dilakukan kepsek tidak berguna itu sampai anakku terluka?" geram Bryan


"I-itu yang membuat tuan muda masuk rumah sakit adalah seorang anak dari keluarga miskin yang mendapat beasiswa di sekolah anda bos dan untuk kepsek itu dia telah mengeluarkan murid tersebut setelah kejadian tersebut" jawab asisten tersebut.


"Hanya bocah miskin saja berani membuat anakku terluka sungguh brengsek tapi aku tidak cukup dengan ia keluar dari sekolah saja untuk menghilangkan penghinaan ini" ucap Bryan.


"Sewa Genk kabut darah untuk membawa anak tersebut ke depanku hidup hidup kemudian habisi seluruh anggota keluarga nya, kau tidak perlu turun tangan cukup biarkan mereka yang bekerja lagipula itu hanya bocah" sambung Bryan yang memberi perintah dengan tegas.


"Siap laksanakan, kalau begitu saya pamit undur diri" ucap asisten tersebut sembari mulai melangkah keluar ruangan.


Sementara itu Bryan tidak membalas perkataan sangat asisten dan hanya memberikan isyarat dengan lambaian tangan.


________________________________________________


________________________________________________


**OKE SEGINI DULU YA AUTHOR LAGI KURANG INSPIRASI SETELAH DAPET UJIAN KEJURUAN 2 KALI GARA NILAI YANG MERAH😂.


OKE JANGAN LUPA DULU AUTHOR TERUS DENGAN CARA


(√) KOMEN, SARAN DAN KRITIK


(√) VOTE DAN RATE BINTANG LIMA


(√) LIKE KARYA AUTHOR BIAR SEMANGAT NULISNYA**

__ADS_1


__ADS_2