
~Selamat Membaca~
Pagi hari pun telah tiba dengan matahari yang sudah mulai naik namun didalam kamar yang berantakan terdapat dua insan berlawanan jenis yang masih terlelap dalam tidurnya sambil berpelukan hingga tak lama seorang diantara bangun.
Yah keduanya adalah Alex dan Rose yang kelelahan karena gulat ranjang yang mereka lakukan baru berakhir sekitar pukul 3.30 dini hari. Bahkan sudah tidak terhitung berapa total keseluruhan ronde yang mereka jalani intinya tidak ada kata puas bagi mereka.
Alex yang telah terbangun pun langsung melihat sosok perempuan yang sedang tidur didalam dekapannya tanpa sehelai pakaian pun.
"Hmm ternyata semalam bukan mimpi, dia memang sungguh cantik meskipun sedang tertidur" gumam Alex yang melihat wajah Rose ketika sedang tidur dengan tenang.
Namun suasana tenang tersebut tak berlangsung lama karena ada sesuatu yang berdiri dengan tegak namun bukan tiang bendera.
Karena sudah tidak bisa menahan lagi Alex pun kembali melakukan kegiatan panasnya itu meskipun Rose sedang tertidur namun tak lama orang yang dimaksud langsung terbangun setelah merasakan kegiatan yang dilakukan oleh Alex.
Bukannya marah atau apa tapi dia malah ikut terhanyut dalam permainan panas Alex hingga kembali terdengar suara desahan wanita dari dalam kamar tersebut bahkan mereka melanjutkan kegiatan panasnya di dalam kamar mandi hingga memakan waktu lebih dari dua jam.
{N**otes: Dahlah males author ngejelasin nya panjang lebar. Author yang buat nih cerita tapi author yang kesel sendiri nengok kehokian si Alex. Author boro² kayak gitu megang tangan cewek aja belum pernah😢. Dahlah sadboy}
Selesai dengan rutinitas atau kegiatan panas mereka lantas keduanya turun namun Alex harus menggendong Rose lantaran dirinya masih merasakan sakit di area sensitif nya karena baru pertama kali melakukannya.
Sampai dibawah mereka disuguhkan dengan pemandangan sang ibu dengan sang adik yang sedang bercanda gurau sembari menonton TV. Sang ibu pun melihat kearah Alex dan Rose sembari tersenyum.
"Hihi apa sudah selesai olahraga nya? enak bukan?" goda sang ibu yang sukses membuat Rose langsung menyembunyikan wajah merahnya di dada Alex. Sedangkan Alex hanya tersenyum seolah mengatakan 'Terima kasih ibu hehe akhirnya aku bisa lepas perjaka juga hehe' sementara sang ibu juga membalas dengan kedipan mata yang seolah menjawab 'Hehe bukan masalah lagipula ibu sudah tidak sabar menimang cucu' begitulah kira kira komunikasi yang dilakukan mereka agar Rose tidak semakin malu.
"Olahraga yang enak? memang apa itu ibu? kakak? Lilia mau juga dong" pertanyaan polos itu lolos begitu saja dari mulut Lilia yang membuat keduanya kelagapan menjawabnya.
"Hehe Lilia sayang kamu tunggu besar ya nanti pasti kamu mengerti"
"Benar apa yang dikatakan ibu, jadi cepatlah besar agar kamu bisa mengerti" timpal Alex.
"Hmm baiklah Lilia akan makan yang banyak agar cepat besar" jawab Lilia yang sontak membuat mereka yang ada disana tertawa termasuk Rose yang sedari tadi diam.
"Sudah-sudah kamu makan saja dulu ibu yakin tenaga kalian sudah habis kan dari semalam. Makan yang banyak ya nanti lanjut lagi biar cepat isi" goda sang ibu lagi.
Keduanya pun langsung menuju meja makan tanpa terlalu menghiraukan perkataan sang ibu karena tanpa disuruh pun Alex tetap bakalan ngelakuin entah kenapa sejak melakukan sekali dengan Rose ia menjadi ketagihan.
{Author: Yo enak siapa juga gak yang nagih hadeh}
Kini alex pula yang meladeni segala kebutuhan Rose karena bahkan untuk berjalan saja ia kesulitan.
__ADS_1
"Hihi masih sakit ya?"
"Udah gak terlalu tapi masih susah buat jalan. Kamu sih malam tadi ngegas terus gak ngerem sama sekali" keluh Rose.
"Hehe iya maaf soalnya badan kamu itu ngegoda banget sih jadi aku kan gak bisa nahan sama sekali" Goda Alex yang sukses membuat Rose merona. Alex pun tertawa lepas melihat keimutan wajah Rose ketika tengah malu.
Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan sambil suap-suapan hingga selesai makan.
Hari ini Alex berencana kembali ke markas pusat mereka di markas Genk Sabit Kematian untuk melihat keadaan anggota baik yang sudah lama ataupun yang baru bergabung di Genk barunya karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
Kali ini Rose tinggal dirumah karena masih kelelahan jadinya Alex bakalan pergi sendiri dengan supir pribadinya.
Alex yang sudah siap pun berpamitan terlebih dahulu kepada sang ibu, Lilia dan tak lupa orang yang telah merenggut hatinya yaitu Rose.
Setelah nya Alex pun pergi setelah berpamitan namun ditengah jalan ia mendapat sebuah notifikasi yang ia tunggu tunggu.
[Quest Utama
Kalahkan Genk Kalajengking hitam dan Genk Kabut Darah lalu ambil alih kedua Genk
tersebut.
Hadiah:
>Diamond Box
>Upgrade Sistem 3.0
{Karena sistem saat ini telah dalam V.2 maka akan secara otomatis berubah menjadi Versi yang lebih tinggi}
>1.000.000 PS
**Waktu: 3 bulan
Hukuman: Mati
Status: Sukses
Misi tidak dapat ditolak]
__ADS_1
[Hadiah dari misi telah disimpan ke dalam inventory]
Segera senyum terlukis diwajah Alex setelah melihat hasil jerih payahnya selama ini.
"Memang benar kata pepatah 'Usaha tidak akan menghianati hasil' mungkin sekarang aku bisa sedikit santai dulu hihi" gumam Alex.
[**Quest Utama Terpicu
Kota yang tuan tempati merupakan tempat dengan tingkat korupsi cukup tinggi. Walikota tuan hanyalah sebuah boneka dari organisasi bernama Black Diamond yang menjadi penguasa dibalik keputusan ataupun peraturan didalam kota ini.
Misi: Hancurkan dan musnahkan seluruh orang yang merupakan bagian dari organisasi ini hingga tak bersisa.
Reward:
-PS Unlimited
-10× Ticket Gatcha
-Skill Fly(terbang)
-Skill Time Control
Waktu: Tak terbatas
Type Misi: Misi wajib dan tidak dapat ditolak**]
"Sial aku terlalu cepat bicara, Dahlah sadboy"
________________________________________________________________________________________________
**OKE MAAF BARU UPDATE SEBENARNYA INI ADALAH SAMBUNGAN YANG KEMARIN TAPI DITOLAK JADI TADI AUTHOR BUAT DARI AWAL AGAR LEBIH FRESH.
OKE JANGAN LUPA SELALU:
(√) LIKE
(√) KOMEN (SARAN & KRITIK)
(√) GIFT (POIN / KOIN)
__ADS_1
(√) FAVORIT
(√) RATE ⭐ 5**