
~Selamat Membaca~
~Flashback On~
Disebuah ruangan yang lumayan besar dan nyaman terdapat beberapa orang di dalamnya dengan seorang wanita yang duduk di kursi tengah berbicara dengan seorang wanita di depannya dan beberapa orang yang mendengarkan di samping nya.
"Nee Alia apa ada berita penting yang ingin kau sampaikan hingga memanggilku di pagi buta begini" tanya orang dikursi dengan senyuman di wajahnya namun bukan senyum tulus tetapi senyum selayaknya psikopat melihat mangsanya dan memang benar waktu baru menunjukkan pukul 5 pagi bahkan matahari masih belum terlihat.
"M-maafkan saya bos Rose yang mengganggu waktu istirahat bos, saya memiliki informasi mengenai Genk Sabit Kematian yang menyerang Genk Kabut Darah malam tadi" jelasnya dengan sedikit takut melihat senyum sangat bos.
Yah benar wanita yang duduk dikursi tersebut adalah Rose. Pemimpin dari Genk Kalajengking Hitam yang merupakan target selanjutnya Alex.
"Ternyata pemimpin Genk Sabit Kematian yang baru sangat bodoh dengan menyerang secara langsung Genk yang menguasai setengah kota ini" ucap Rose setelah mendengar laporan anak buahnya itu.
"S-sebenarnya bos saya juga ingin mengatakan bahwa Genk Kabut darah sudah rata dengan tanah bahkan ketika saya mendatangi tempat itu seluruh mayat telah dibakar menjadi abu dan bendera Genk Sabit Kematian juga telah berkibar di markas itu pertanda bahwa Genk Kabut Darah telah tamat" jelas Alia lagi.
"Kalau Genk Kabut Darah saja tidak bisa mengalahkan mereka apalagi kita, aku terlalu meremehkan bos baru mereka itu ternyata dan kurasa mereka juga akan menyerang kita cepat atau lambat, maka pilihan kita saat ini hanya dua, pertama menyerah dan menjadi bawahan mereka dan kedua adalah melawan namun berujung kepada kehancuran Genk ini dan itu tidak akan pernah kubiarkan. Maka yang bisa kita lakukan hanya menyerah" ujar Rose.
"Saya tidak setuju bos. Saya lebih baik mati dari pada menjadi bawahan mereka" sanggah seorang yang merupakan tangan kanannya bernama Detty.
"Tenanglah Detty, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai membuat kalian mati, kalian adalah keluargaku dan akan tetap seperti itu selamanya. Tenanglah kita tidak akan menyerah begitu saja, Aku akan melakukan itu demi kita semua" ucap Rose.
"A-apakah kau yakin bos? apakah bos sudah siap dengan resikonya nanti?" tanya Detty memastikan.
"Tenang saja aku sudah siap dengan segala resikonya setidaknya bila aku gagal aku juga telah berjuang. Alia buat dan kirimkan undangan untuk Genk Sabit Kematian dan kalian semua bisa keluar" perintah Rose.
"Baik bos" jawab semuanya kemudian keluar dari ruangan tersebut satu persatu.
Merasa semua sudah keluar Rose pun berdiri dan berjalan menghampiri jendela melihat pemandangan sekitarnya yang masih tampak gelap.
"Ibu, apakah pilihanku ini sudah benar? yah kuharap ini sebuah hal yang benar. Bila aku gagal setidaknya aku akan bisa bertemu ibu kembali" gumam Rose dengan beberapa cairan bening yang Lolos dari matanya mengingat tentang ibunya.
Beberapa jam telah berlalu surat yang diperintahkan Rose telah dikirim dan kini mereka tengah menunggu orang orang dari Genk Sabit Kematian datang ke markas mereka dan tak lama kemudian tiba-tiba ada beberapa orang yang berjumlah sekitar 13 orang di depan pintu gerbang markas mereka dengan mengenakan jubah dan topeng yang menutupi wajah dan tubuh mereka.
"Mereka sudah datang... " gumam Rose.
~Flashback Off~
Kembali kepada Alex beberapa saat sebelum tiba di markas Genk Kalajengking Hitam.
"Bos persiapan telah selesai" lapor Snake.
"Bagus kenakan topeng kalian dan kita langsung berangkat" jawab Alex.
__ADS_1
Setelah merasa semuanya telah siap Alex pun langsung berteleportasi ke depan markas Genk Kalajengking Hitam di tempat yang tersembunyi sebelum akhirnya keluar dengan berjalan santai.
Setibanya di depan gerbang tersebut Snake pun langsung maju ke depan dan menunjukkan undangan yang diterima tadi dan para penjaga wanita tersebut pun langsung mempersilahkan mereka masuk.
'Ini aneh kenapa para penjaganya juga wanita karena setahuku pemimpin mereka wanita, apa mungkin.... Sylph apa yang aku pikirkan salah bukan?' telepati Alex.
[Tidak tuan, itu memang benar seperti apa yang tuan pikirkan. Genk Kalajengking Hitam adalah sebuah Genk yang keseluruhan anggotanya adalah wanita karena mereka menganggap pria hanyalah orang yang bekerja berdasarkan hawa nafsunya dan berlaku sebaliknya untuk Genk Kabut darah yang mana semua anggota nya adalah pria karena mereka menganggap wanita hanyalah makhluk lemah dan hanya dijadikan pelampiasan nafsu ataupun hanyalah alat berkembang biak saja]
'Hah~ sudah kuduga. Apakah ini merupakan hal menarik yang kau maksud, memang bagi anggota ku yang bujang lapuk mereka sangat menarik dengan tubuh seksi mereka bahkan mereka ada yang sampai mimisan. Tapi bagiku ini tidak menarik sama sekali' ujar Alex meskipun sebenarnya Alex tetaplah seorang pria yang punya hawa nafsu sebenarnya sedari tadi ia telah hampir kehilangan kendali tubuhnya ketika melihat perempuan dengan pakaian yang yah bisa dibilang kurang bahan.
[Hihihi tenang saja tuan hal menariknya akan terjadi sebentar lagi dan saya yakin tuan akan tertarik] jawab Sylph dengan kesan misterius.
"Hah~ baiklah meskipun merepotkan mending terobos ajalah. Kalian sudah cukup lihat lihatnya sekarang fokus dengan tujuan kita terlebih dahulu" tegur Alex pada anggota nya yang langsung membuat mereka tersadar karena sedari tadi mereka masih setia melihat lekuk tubuh para wanita tersebut.
Tak lama mereka sampai di tengah markas tersebut dan tampak mereka di kelilingi banyak anggota Genk Kalajengking Hitam dan tatapan tidak suka juga terlihat.
Tiba-tiba wanita didepan mereka yang tengah duduk tak lain Rose langsung membuka suara.
"Dimana diantara kalian yang merupakan pemimpin baru Genk Sabit Kematian?" tanya Rose.
"Aku disini" jawab Alex
Rose pun langsung melihat ke arah sumber suara dan yang ia lihat adalah seorang yang sepertinya masih muda tengah mengenakan topeng.
Sementara itu Alex yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum di balik topengnya.
'Ternyata ini yang dimaksud Sylph sungguh keberuntungan yang langka'
"Baiklah aku Terima tantangan mu" jawab Alex.
Karena kedua belah pihak telah setuju mereka pun berhadapan di arena khusus pertarungan dengan pedang yang dipegang masing-masing. Setelah wasit memberi aba-aba mereka pun mulai menyerang satu sama lain lebih tepatnya hanya Rose yang menyerang sedang Alex hanya menangkis serangan Rose dengan pedangnya tanpa kesulitan.
TRANG!
TRANG!
TRANG!
Suara benturan antar pedang terdengar jelas ketika keduanya tengah bertarung namun dapat dilihat dengan jelas bahwa Alex lebih unggul meskipun tidak menyerang sekalipun sedangkan Rose sudah terengah-engah.
"Apa kau hanya bisa bertahan, kemari dan serang aku" tantang Rose dan malah membuat senyum Alex semakin lebar.
"Baiklah bila itu yang kau inginkan, dengan senang hati akan ku kabulkan, bersiaplah" ucap Alex yang langsung bergerak cepat menuju Rose dan langsung melancarkan serangan horizontal maupun vertikal dengan sedikit kekuatan nya dan benar saja Rose langsung kewalahan menahan serangan Alex bahkan ada beberapa serangangan yang berhasil melukai tubuhnya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian tampaklah kondisi Rose yang sudah dipenuhi luka sedangkan Alex masih terlihat tanpa lecet.
"Akan kuakhiri ini" ucap Alex yang langsung bergerak menuju belakang Rose dan menaruh pedangnya di depan leher Rose.
"Ini sudah selesai" bisik Alex ditelinga Rose.
"A-aku menyerah" jawab Rose yang langsung menjatuhkan pedangnya dan terduduk lemas.
Alex pun langsung memberikan pil untuk menyembuhkan luka di tubuh Rose dan benar saja luka-luka langsung hilang seketika.
"Sekarang sesuai perjanjian kalian semua adalah anggota baru Genk Sabit kematian, kuucapkan selamat datang dan mulai sekarang panggil aku bos" pidato Alex.
"Siap Bos" jawab semua orang karena melihat Rose sudah menyerah artinya mereka sudah tidak ada harapan lain lagi.
'Sylph beli Gelang Electro dan langsung pasangkan saja ke tangan mereka agar tidak bisa berkhianat.'
[Baik tuan psti dikurangi 25.000 dan item sudah otomatis terpasang di gelang target]
Semua orang langsung kaget melihat tiba-tiba sebuah gelang telah melingkar ditangan mereka namun Alex langsung menjelaskan fungsi item tersebut hingga semua orang paham.
Setelah urusan nya selesai Alex pun langsung berniat untuk pulang namun langsung dihentikan oleh Rose.
"T-tuan.... " sembari membuka tudung kepalanya yang tadi menutupi wajah nya dan kini terlihat jelaslah wajah cantik tersebut yang langsung menggetarkan hati Alex
"Panggil saja Alex" ucap Alex
"B-baiklah Alex ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan. Menurut tradisi di Genk kami bila seorang wanita dikalahkan seorang pria makan wanita tersebut akan menjadi pasangan sang pria. Jadi tolong bawa aku pulang bersamamu karena saya sudah menjadi pasangan anda" jelas Rose dengan sedikit gugup.
"APAAA!!! Pasangan?"
________________________________________________________________________________________________
**YO GIMANA CHAPTER KALI INI? MAAF YA PERTARUNGAN NYA GAK BISA EPIC SOALNYA MASIH PEMULA🤣. JADI HARAP MAKLUM
OKE JANGAN LUPA SELALU
(√) LIKE
(√) KOMEN (SARAN DAN KRITIK)
(√) FAVORIT
(√) GIFT (POIN/KOIN)
__ADS_1
JANGAN LUPA YA KARENA AUTHOR UDAH USAHAIN UP DUA CHAPTER MALAM INI. BYE BYE**