Skandal Cinta Mafia

Skandal Cinta Mafia
CHAPTER 22


__ADS_3

HAPPY READING


Dua puluh enam tahun kemudian


Misca Voldigoad terkuhat sedang memperbaiki penampilannya saat dirinya hendak masuk ke dalam ruangan bosnya.


Saat ini dia sudah bekerja sebagai seorang sekertari dari seorang pria bernama Justin, dan sudah bekerja selama 7 tahun lamanya.


Dia berjuang dalam kehidupannya sendiri, selama 26 tahun ini dia hanya tinggal sendiri di aparteman yang dulu di tinggali oleh mamahnya.


Hanya terkadang masih ada Ada unclenya Allegra yang mengubunginya dan kadang memberikan sedikit bantuan uang dan membayar pendidikannya, dia mengenal Allegra sebagai teman dari ibunya, tetapi tidak ada juga keinginan darinya untuk bertanya kemana ayah dan ibunya.


Tetapi Allegra sudah menceritakan, jika ayah dan ibunya telah meninggal, dan begitu pula dengan nenek dan kakeknya, jadi dia sudah tidak mempunyai siapapun di dunia ini.


Dan untungnya di saat usianya 19 tahun, dia sudah bekerja sebagai asisten dari Justin, karena Justin adalah kekasihnya jadi mudah untuknya masuk dan bekerja sebagai sekertaris dari kekasihnya itu.


****


Di saat tahun ke dua dia bekerja di kantor keluarga Fransisco, hubungan mereka akhirnya kandas, karena ibu Justin tidak menyetujui anaknya berhubungan dengan seorang anak yatim.


Padahal, pada saat itu mereka sedang sama - sama saling mencintai, Namun Justin juga tidak bisa melawan kehendak ibunya yang akhirnya menjodohkannya dengan wanita lain.


Di saat dia mendengar kabar penikahaan mantan kekasihnya yang saat ini masih menjadi bosnya itu, Misca terlihat sangat profesional.


Dia benar - benar mampu memisahkan antara perasaan pribadi dan juga bisnis.


Dia hanya terus bekerja sebagai sekretarisnya Justin karena mereka masih memberikan gaji besar kepadanya, dan selama dia tidak mengharapkan Justin lagi, maka dia akan aman.


Saat ini, Misca terlihat sedang menarik nafasnya dalam - dalam, lalu menghempaskannya dengan kasar. “Huftt, tenang Misca, kamu pasti bisa melakukkan ini!! Kamu hanya perlu meletakan berkas ini, dan pergi.” Ucapnya, menyemangati dirinya sendiri, kalau dirinya akan baik - baik saja.


Semenjak putus dengan Justin, kalimat penyemangat itu selalu dia gunakan agar tidak terlihat gugup di depan Justin.

__ADS_1


Setelah dia merasa sedikit legah, barulah dia perlagan mengetuk pintu ruangan Justin dan perlahan membuka pintunya.


"Tuan, saya sudah menyiapkan file - file yang Anda butuhkan.” Ucapnya pada bosnya.


Sudah 5 tahun berlalu semenjak mereka putus, dan entah kenapa selama itu juga sifat Justin berubah kepadanya.


Bosnya yang pernah menjadu kekasihnya ini, secara tidak terduga mengubah perlakukannya terhadap dirinya.


Pria yang dulunya lemah lembut dan juga rendah hati itu, sekarang berubah menjadi pria yang sangat jahat.


“Letakan saja di atas meja!” Sahut Justin, tanpa melihat ke arahnya, dan tanpa bicara Miscapun meletakannya di atas meja.


Dan ketika dia baru saja mau melangkahkan kakinya ingin pergi, terdengar suara Justin yang memanggilnya. “Tunggu! Kemarilah.” Justin memanggil Misca untuk datang kepadanya.


Tetapi Misca hanya diam saja, menunggu apa yang ingin di katakan oleh bosnya ini. Dia masih menjaga jarak karena dia tahu jika jarak dekat sangat membuatnya tidak nyaman.


“Aku merasa sedikit sakit kepala, tolong pijat kepalaku!” Pintanya, ketika dia tahu jika Misca tidak mau mendekat padanya tanpa alasan yang jelas.


“Lakukukan perintahku!” Perintahnya sedikit membentak karena Misca masih mau membantahnya.


Dan akhirnya dia mulai mendekat dan memijat kepala Justin dengan pelan. Tiba - tiba, Justin menyentuh tubuhnya, membuatnya langsung menjaga jarak.


“Tuan, apa yang Anda lakukan?!” Tanyanya dengan kesal.


Tetapi bukannya menyesali perbuatannya, Justin malah bangkit dan mendekat kepadanya. “Mau berapa lama lagi kamu mau mengelak jika masih ada perasaan di antara kita?!” Tanyanya balik, dan bahkan dia berani menatap masuk ke dalam mata Misca, lalu mendekatkan wajahnya dan langsung mengecup bibir ranum milik mantan kekasihnya itu.


Mereka ber ciu man, seperti seorang pasangan yang sangat haus akan kenikmatan ini.


Mereka terus saling memainkan lidah dalam ciuman mereka, dan entah apa yang membuat mereka semakin merasa lupa diri, dan sampai lupa untuk melepaskan ciuman mereka.


Bahkan sampai Justin menggendong tubuh Misca naik ke atas meja dan menekannya hingga sedikit menjatuhkan tubuh mereka.

__ADS_1


Sudah 20 menit mereka mempertahankan posisi mereka itu, sampai Misca menyadari perbuatan mereka, dan memaksa Justin untuk melepaskannya.


“Tuan, kita tidak bisa melakukkan ini.” Ucapnya, dengan perasaan menyesalnya karena sudah menikmati kejadian tadi.


“Kenapa Misca?! Kita jelas bisa melakukannya.” Balas Justin, dan kembali melu mat bibir Misca yang sudah menjadi candunya.


Tetapi Ciuman kali ini Misca menolaknya, dan membuat Justin sedikit merasa kesal. Tetapi itu tidaj membuatnya kehabisan akal.


Pria itu melepaskan diri Misca, dan lalu berjalan ke arah pintu kemudian menguncinya agar tidak ada seorangpun yang menganggu kegiatan mereka.


“Harusnya kamu paham jika aku lebih menginginkanmu di banding dia.” Ujarnya lagi.


“Kita tidak bisa melakukkan ini, aku tidak bisa tidur dengan seorang pria beristiri.” Balas Misca lagi.


“Kenapa? Bukankah selama ini kita sering melakukkannya? Lalu kenapa sekarang kamu menolak?” Tanya Justin balik.


“Karena aku sadar kalau ini itu salah, sudah dong! Lupakan hubungan kita! Aku tidak mau sampai ada orang lain tahu Justin!” Sudah tidak ada kalimat formal di antara mereka.


Ini yang sebenarnya Misca khawatirkan jika masuk ke dalam ruangan Justin. Pria itu kerap kali menjadikannya sebagai pemuas nafsunya.


Dan jika Misca menolak, maka dia akan marah dan bahkan memberikan banyak kesulitan pada karyawan yang lain.


“Aku akan kembali bekerja, kamu juga harus kembali bekerja!” Tegas Misca, dan ingin turun dari meja kerja Justin.


“Tidak! Kita akan melakukkannya!” Justin melarang Misca untuk turun dan semakin menjepit tubuh Misca agar tidak bisa bergerak.


“Aku adalah sekertarismu! Dan kamu tidak bisa melakukkan hal ini terus menerus padaku!” Tungkasnya dengan tatapan tajamnya.


“Dan aku bosmu, aku berhak memberikanmu pekerjaan apapun yang aku mau, termasuk memuaskanku!” Balas Justin tidak mau kalah.


Dan mau tidak mau, siang itu Misca kembali menjadi budak nafsu pelampiasan dari hasrat suami orang ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2