Skandal Cinta Mafia

Skandal Cinta Mafia
CHAPTER 26


__ADS_3

HAPPY READING


Karena hari yang sudah begitu sore, Misca meminta izin untuk pulang. “Apakah kamu yakin ingin pulang? Bukankah kita mau memasak dulu?” Tanya Luke, ketika Misca sudah kembali menggunakan pakaiannya.


Misca terlihat sedang berpikir - pirkir terlebih dahulu. “Hemmm, sepertinya tidak deh, aku bisa -“


“Sesuai dengan pekataanmu, kalau selesai berenang, kita akan masak - masak.” Luke lebih dulu memotong kalimat Misca.


Membuat Misca terdiam sejenak, pasalnya dia juga tidak membawa ponsel, dia khawtir jika ada yang mencarinya, menghubunginya tetapi tidak bisa.


“Ayolah, malam ini aku yang masak, kamu hanya perlu melihatnya dan menikmati malam ini dengan duduk manis.” Luke kembali membujuk Misca.


“Hem, baiklah.” Ucap Misca, dan terlihat dia pasrah dengan tarikan tangan Luke yang mengajaknya ke dapur.


Di sana dia terlihat duduk dengan manis, melihat setiap apa yang di lakukkan oleh Luke. “Hemm, Luke, apakah kamu tidak bekerja?” Tanyanya, karena tadi dia belum menanyakan apapun tentang pria itu.

__ADS_1


“Aku berkeja, hanya saja aku lebih kebanyakan bekerja dari rumah, karena perusahaan ada kakak laki - laki aku yang memimpin jadi, aku hanya tinggal bersantai saja.” Jawabnya, membuat Misca malah menyeritkan keningnya bingung.


“Kenapa kamu bekerja di rumah?” Tanyanya lagi.


“Hemmm, karena otak kakakku tidak sepintar diriku, jadi semua proyek besar, aku yang mengerjakannya, anggap saja aku adalah pemimpin di balik layar.” Jawabnya dengan santai.


Misca tidak menyangka, di zaman seperti ini masih ada metode seperti itu. “Kenapa? Kalau misalkan kamu lebih Genius dari pada kakak kamu, lalu kenapa kakak kamu yang di jadikan pemimpin? Kenapa bukan kamu?” Tanyanya lagi, semakin penasaraan, kenapa orang tua Luke seperti bertindak pilih kasih seperti itu.


Luke menghentikan kegiatannya, dia kembali menoleh pada Misca. “Karena aku adalah anak sahabat dari papah, jadi aku hanyalah seorang anak angkat, tentu saja aku tidak di bolehkan untuk memimpin, dan lagi pula -“


“Lagi pula, aku memiliki sakit jantung, fisikku tidak sekuat kakak, jadi aku lebih baik beristirahat di rumah saja agar tidak terus menjadi beban yang merepotkan mereka.” Jawabnya, dan sontak Misca langsung terkejut mendengarnya.


Sejak tadi dia melihat Luke sebagai pria yang ceria, dan bahkan Sepertinya tidak memiliki beban apapun.


Tetapi ternyata, pria ini sepertinya sedang menyimpan banyak kesakitan yang tidak dia ceritakan pada orang lain.

__ADS_1


Lukepun bercerita dengan air matanya yang sudah menetes keluar. “Itulah, mengapa aku sangat senang mengajak kamu main ke rumah aku, karena di rumah ini aku hanya tinggal sendiri saja, hanya sesekali ibu tukang bersih - bersih datang 2


Jam di pagi hari sebelum aku bangun.” Tambahnya lagi, dan Misca sangat paham sekali bagaimana rasanya tinggal sendiri tanpa memiliki siapa - siapa.


Mesekipun dia masih di bilang lebih beruntung, karena dia memang tidak memiliki orang tua apa lagi saudara angkat, tidak ada yang bisa membandingkan dirinya apa lagi memanfaatkan kepintaran otaknya.


Sedangkan Luke? Sepertinya dia sangat tersiksa dengan keadaan ini. Dia menderita, dia kesepian tetapi dia tidak bisa mengatakan apapun selain menuruti kemauan seseorang yang mungkin memintanya sebagai imbalan karena sudah merawatnya hingga besar.


Misca bangkit dari duduknya, lalu berjalan melangkah mendekati Luke, dia memeluk pria itu dari belakang. “Aku tahu kok apa yang kamu rasakan, karena aku juga hanya hidup seorang diri di dunia ini.” Ucapnya, dengan menempelkan wajahnya pada punggung Luke.


“Tetapi, hidup selamanya menjadi seorang bawahan yang di injak itu tidak enak Luke, kamu punya hidup! Kamu punya mimpi, jangan biarkan keluarga angkatmu itu merusak segalanya.” Timpalnya lagi, bukan karena dia ingin menghasut Luke, tetapi melihat apa yang sudah di lakukkan oleh Luke, perjuangan. Apakah dia tidak boleh mendapatkan kasih sayang yang utuh?


Setidaknya jadikan dia Direktur atau paling tidak karyawan di dalam perusahaan itu, kenapa dia harus di sembunyikan seperti ini? Dia bukanlah aib yang sangat memalukan sampai - sampai dia harus bekerja di balik layar untuk menunjang kesuksesan dari seseorang.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2