Skandal Cinta Mafia

Skandal Cinta Mafia
CHAPTER 24


__ADS_3

HAPPY READING


Hari ini adalah hari sabtu, dan hari ini kantor tidak beroperasi. Dan saat ini terlihat Misca yang baru bangun dari tidurnya.


Dia bangun siang hari, dia melihat jam yang ada di ponselnya dan sudah menunjuk angka 11 siang.


Semalam dia tidak tidur, karena dia menemukan Film yang bagus untuk di tonton, jadi dia menghabiskan malam harinya dengan menikmati hidupnya dan tidur ketika subuh menjelang.


Misca bangun dari tidurnya dan langsung menuju Kamar mandir untuk menyikat giginya dan juga mencuci wajahnya.


Tak lupa dia juga menggunakan Skincare rutinnya di setiap pagi. Setelah itu, dia menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan yang akan dia makan siang nanti.


Sedangkan untuk pengganti breakfastnya, dia hanya memakan oatmeal dan juga meminum segelas susu.


Sambil memakan oatmealnya, Misca kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengambil Ipad untuk melanjutkan film yang belum dia tonton hingga selesai.


Drrrtttt,drrrtttt, suara ponsel berbunyi dan segera dia bangkit untuk melihatnya. “Justin?”


“Kenapa dia menelponku?” Tanyanya dengan bingung.


Tetapi karena ini hari libur, dia memilih untuk mengabaikannya, dan bahkan menganti pengaturan ponselnya untuk masuk ke dalam mode silent.


“Hari ini adalah hari liburku! Jadi kamu tidak bisa mengganguku.” Gumamnya, sambil meletakan kembali ponselnya ke atas meja.


Setelah itu dia kembali ke dapur, karena oatmealnya sudah habis dan dia dia juga harus segera memasak makan siangnya.

__ADS_1


Karena dia mempunyai Magg yang membuatnya tidak boleh makan lewat dari jam seharusnya.


“Hari ini mau masak apa ya?” Tanyanya pada dirinya sendiri, sembari melihat - lihat apa saja yang ada di dalam kulkas.


Tetapi Misca sepertinya tidak menemukan apapun, dia juga menemukan resep online semalam dan sepertinya dia ingin memasak makanan itu.


“Hemmm, sepertinya aku akan pergi berbelanja dulu.” Ucapnya lagi, lalu bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya.


Dia ingin pergi ke sebuah Grosir mencari bahan makanan yang akan dia masak.


*****


Sesampainya di Grosir, Misca mendorong troli belanjanya di sekitaran sayur - sayuran. “Hemmm, sepertinya bahan - bahan ini segar.” Lirihnya pelan, lalu dia ingin mengambil sayuran itu.


Tetapi, ketika dia mengulurkan tangannya, terlihat ada pria lain yang juga mengulurkan tangannya ingin mengambil sayur yang sama.


“Tidak apa - apa, saya juga minta maaf karena tidak melihat Anda.” Balas pria itu.


“Tetapi sepertinya kamu sedang kebingungan, apa ada yang bisa di bantu?” Tanya pria itu, karena sejak tadi dia melihat Misca yang ingin mengambil lalu tidak jadi, mengambil lalu tidak jadi.


Misca terlihat menghela nafasnya. “Wah benarkah kamu akan membantu?” Tanya balik, walaupun dia belum mengenal pria itu, tetapi dia sudah sangat senang ketika ada seseorang yang mau membantunya.


“Boleh, memangnya kamu lagi butuh apa?” Jawab pria itu, kembali menanyakan apa yang sedang di cari oleh Misca.


“Hem, aku ingin membuat Steak, apakah kamu tahu sayuran mana saja yang di gunakan?” Tanya Misca, memberitahukan keluhannya pada pria itu. Berharap pria itu bisa membantunya.

__ADS_1


“Kalau mau masak Steak, kamu harus mengambil Broccoli, Potatoes, jagung dan juga Wortel.”


“Dan apakah kamu sudah mendapatkan Olive oil? Dagingnya kamu mau menggunakan apa? Serloin? Tenderloin? Atau -“


“Aku bahkan tidak tahu dari semua nama - nama daging, yang aku tau yang penting daging.” Sahutnya dengan cepat, membuat pria di depannya itu tertawa.


“Kenapa kamu tertawa?” Tanyanya dengan kesal.


“Apakah kamu baru pertama kali ingin masak?” Tanya Pria itu dengan senyumnya yang begitu manis.


“Hemm, aku pernah masak ayam biasa saja, tapi untuk resep - resep steak seperti ini aku baru ingin mencobannya.” Jawab Misca dengan jujur. Selama ini dia memang selalu saja ingin order makanan atau setidaknya makan di luar.


Tapi entah kenapa, di saat dia sudah memasak beberapa kali dan rasanya enak, dia terus saja ingin mencoba resep - resep baru yang dia lihat.


Pria itu menyudahi tawanya lalu dia mulai membantu Misca untuk mengambil sayur - sayuran yang bagus untuk Misca.


“Hemm, lebih baik sekarang kita pergi ke bagian daging dulu, nanti aku juga akan memberitahu kamu bagaimana caranya memilih daging yang bagus dan tidak.” Ucap pria itu, membuat Misca menatapnya dengan lekat.


“Terima kasih banyak -“ kalimat Misca terhenti karena dia belum mengetahui siapa nama pria itu.


“Namaku Luke, kamu bisa memanggilku Luke.” Pria itu menyebutkan namanya, karena dia tahu jika wanita di hadapannya ini ingin menyebutkan namanya.


“Ahhh iya Luke, terima kasih banyak Luke.” Ucapnya ulang, kali ini dia berhasil menyebutkan nama pria itu.


“Sama - sama.”

__ADS_1


Dan setelah itu mereka sama - sama melangkah ke bagian daging. Luke ingin membantu Misca untuk menemukan daging dengan kwalitas bagus.


Luke memang selalu saja suka membantu orang lain, dan ketika dia melihat wanita ini membutuhkan bantuan, maka dia akan menolongnya.


__ADS_2