
Gumpalan kapas putih dingin berjatuhan dari langit,inilah kota suci para penyihir \(mage\) yang berdiri sendiri ,tidak berada di wilayah kekuasaan dewan penyihir , Silent Blow .Para penyihir berbakat dari berbagai klan mempelajari sedikitnya dasar sihir untuk pengembangan bakat mereka di sebuah menara bernama Yell di kota tersebut ,lebih tepatnya seperti sekolah penyihir yang memiliki asrama.
Yell dibangun oleh para dewan sihir dari 8 aliran jenis 1200 tahun lalu.Kabarnya dewan penyihir turun menurun menyerahkan posisi pada penyihir yang lebih kuat, mereka sangat dihormati yang lain karena dewan penyihir merupakan orang yang dipilih dari yang terkuat di alirannya . Hampir semua orang klan menginginkan posisi dewan agar diakui yang terkuat,hidup mewah,dan dihormati.
Setiap kandidat berhak menantang dewan
alirannya, apabila dia menang dia akan menjadi dewan selanjutnya dan apabila dia kalah dia harus mengurung diri di kediaman tempatnya berasal serta tak berhak memerima fasilitas pelatihan lagi.
Lalu.... bagaimana jika tidak ada yang menantang dewan hingga dewan menginjak umur 200 tahun? dewan itu akan diberikan hak memilih kandidat penerusnya untuk mengamankan posisi nya, dan selama ini dewan terus menjaga posisinya dengan menentukan kandidat dari asal keluarganya. Ketika dewan memiliki keturunan dia akan memilih anaknya menjadi kandidat selanjutnya, sejauh ini tak banyak dewan yang bisa memiliki anak.Itulah yang disebut takdir dewan.
.
.
.
(Aula Yell)
__ADS_1
seorang gadis kecil terduduk ditengah aula yang tampak gaduh,menerima lemparan serta cacian dari orang orang disekitarnya.
"lihat dia si lusuh tak berguna"
"memalukan"
"bodoh, liat dirimu itu"
"sampah"
"dia sudah tak pantas disini"
"Cukup!!" seorang pria tua mengheningkan suasana, ia berdiri di podium memandangi bocah perempuan berambut perak.
"Luna..., menara Yell sudah tidak mampu lagi membimbingmu,kau tidak punya sihir, tidak pantas disini.Sejak 5 tahun terakhir orang tuamu mengirimkan mu kesini,dan tak kembali sejak perang dengan Molitus(klan penyihir gelap), aku sudah cukup memberimu kesempatan, namun kau..... tak punya kemajuan"
"Cukup! , sebelum dewan sihir mengetahui kegagalan ini ku perintahkan kau menjadi budak di menara Yell, tidak diizinkan menerima fasilitas pembelajaran lagi disini, dan lagi jangan panggil aku kakek,anggap ini sebagai hukuman atas ketidakmampuanmu"
"k.. ka.. kakek" suaranya kecil bergetar,menangis tersedu ,tak percaya dengan perkataan pria tua yang dia sebut sebagai kakeknya.
"Bubar semuanya!!"
Seluruh orang di aula meninggal kan tempat menyisakan gadis itu terduduk sambil menangis, tidak ada yang mendengar kegelisahannya.
__ADS_1
Mungkin ini lah takdirku, Luna Ver. Ibu ku Risa Jie ,putri Monsu Jie kakekku yang menjadi kepala Menara Yell, ibuku seorang penyihir berbakat, ia memiliki pasukan sihir bernama Belt salah satu jajaran pasukan khusus pelindung menara Yell. Ayahku Rei Ver, jendral penyihir yang dipilih langsung oleh dewan sihir air,ayahku tak punya latar belakang keluarga.
Aku pernah memiliki adik diumur yang masih sangat muda, tepatnya saat kami lahir.Kudengar dari orang ,adik ku diadopsi oleh dewan karena dia memiliki kemampuan sihir yang istimewa,karena dia diadopsi sejak lahir aku tidak pernah melihatnya.
Namun, ayah ibuku meninggal di medan perang 5 tahun lalu,membuatku merasa sebatang kara hidup bersama kakek ku di Menara Yell.
Anehnya, Umurku sudah 12 tahun tetapi masih tidak bisa melihat sihir milikku,apa aku tak punya sihir? Padahal orang tuaku adalah orang berbakat.
.
.
.
.
Luna menyusuri lorong asrama tua menuju kamar baru nya, terlihat di sudut lorong seberkas cahaya di sebuah kamar.Ia segera mendekati cahaya yang bersinar itu ,ternyata kunang kunang di dalam sebuah tempat yang terbuat dari kaca dan digantung.
"apa kau tertarik dengan kunang kunang itu"suara bocah laki laki menegur kekaguman Luna
"siapa kamu? "tanya Luna
"Aku Zuzu, aku petugas kebersihan menara Yell"jawabnya santai
__ADS_1
Luna memandangi lekat lekat bocah laki laki di depannya ,rambut biru keperakan sepanjang leher dengan warna mata senada ,namun... dia memakai baju yang lusuh dan menyebut dirinya petugas kebersihan?
Bersambung....