
(Mansion Dewan Api, Kamar pelatihan)
Kling! kling! Scade memasang rantai pada Luna kedua tangan, kaki, serta tubuhnya di rantai.
"Dewan apa yang akan anda lakukan padaku"Tanya Luna ketakutan.
Scade terdiam "membuatmu menjadi kuat" jawabnya singkat sambil menarik rantai kekang, Luna terangkat keatas potongan balok kayu.
*"Ini satu satunya cara membangkitkan, harus bisa"* Pikir Scade lalu mulai menggunakan sihirnya terus-menerus mengobarkan api membakar Luna.
"Aaaaa...... "suara teriakan Luna,ia terbakar dalam api Scade, dia berpikir Scade Reiss akan membunuhnya. Namun, dia tak dapat melepaskan diri lagi.
(Aula Dewan)
"Kakak aku menerima pesan dari Dewan Reiss untukmu, dia bilang ada urusan mendesak selama setahun. Sementara adiknya Noa Reiss yang akan mengurus sementara" Neyra muncul di Aula Dewan dengan anggun, wanita yang seharusnya sudah sedikit lebih tua masih terlihat seperti seorang wanita muda.
"Dewan Reiss selalu bertindak semaunya"Gitya kesal ,Wanita ini terus berseteru dengan Scade Reiss setiap pertemuan ,namun tidak kali ini.
"Dewan Esca kau terlihat seperti wanita yang menunjukkan ketertarikannya pada pria,ayolah aku juga wanita muda ihihi... "Aoka menggoda Gitya .
__ADS_1
"Dewan Reas apa salahnya, diluar urusan dewan nona muda Gitya Esca dan tuan muda Scade Reiss, memang sudah memasuki usia untuk meninggalkan masa lajang,sedangkan kamu masih sangat jauh dibawah mereka tapi sudah mengerti hal semacam ini"Zega menambah sindiran pada Gitya sambil melambaikan kedua tangannya.
"KALIAN... siapa bilang, aku menyukai dia?"Gitya merona merah.
"Ayolah,kau terlihat muram terakhir kali Dewan Reiss membawa Luna Ver pulang ke mansionnya ,dan lagi perlakuan lembutnya pada gadis lemah itu sungguh penuh perhatian. Kau pasti tidak akan lupa ketika dia kembali ke mansion lebih awal ,meski ketua mengizinkan tapi kau tidak ,dan dia mengacuhkanmu" Trey menambahkan.
"Haish sudah... "Hanzo menenangkan para dewan, Hanzo adalah dewan senior dan yang paling tua diantara dewan yang lain.
Tap! tap!tap...suara langkah kaki dari luar aula.
*"lapor dewan sekalian, tamu dari klan knight dewan pedang mulia, Tuan Sky Axere hadir"* penjaga pintu melaporkan kehadiran.
"Salam ketua serta dewan sihir sekalian" Sky memberi hormat diikuti bawahannya.
"Salam kembali Dewan Axere" Semua memberi penghormatan balasan pada Sky.
"Biar ku tebak,kau datang kemari untuk tunanganmu. Bukankah begitu dewan? "tanya Neyra.
" ya ,benar!" jawabnya tegas dan tetap dingin.
__ADS_1
"maaf tuan Axere sepertinya anda tak bisa membawanya dari tangan kakak ku" Noa Reiss tiba tiba muncul dari pintu aula,ia baru saja tiba menghadiri pertemuan menggantikan kakaknya.
"Apa maksutmu.."
"Kakak ku akan mengurus nona Luna dengan baik, selama setahun tidak boleh ada yang bertamu,mengacau,mengganggu mereka berdua di wilayah Dewan Api. Ini perintah kakak ku mohon memaklumi semuanya" Noa membungkuk memberi hormat.
"apa yang dilakukan Scade padanya? "Sky menggeram.
"Sebaiknya anda kembali ketempat anda dengan tenang, Kakak ku menyayangi nona Luna aku yakin dia tak akan menyakiti dia.Tunggu setahun maka kita semua akan tau apa yang dilakukan kakak dan nona Luna" Noa berlalu bersama bawahannya menuju tempat khusus kakak nya di aula tersebut.
"aku percaya pada Dewan Reiss, dia penasehat dewan yang sangat handal,anda juga harus percaya Dewan Axere" Xyu memberi kepastian
Sky terdiam menggenggam kepalan tangannya. "Baik.., demi hubungan antar klan aku trima. Aku akan menunggu dan setahun lagi aku akan kembali meminta Luna"
"tentu,Dewan Axere " Hanzo memberi jawaban.
"semoga kalian tidak mengecewakanku"Sky mengangkat tangannya memerintahkan anak buahnya segera kembali ke Klan Knight.
"Apa kau tidak ingin beristirahat disini beberapa waktu" Neyra menawarkan.
__ADS_1
"tidak perlu Nyonya Invel, Dewan Hui membiarkanku pergi dan memintaku kembali secepatnya" Sky meninggalkan aula dewan, meninggalkan suasana ketegangan.
Bersambung....