
"kamu pasti Luna ,si buta sihir ya" bocah laki laki itu menatap Luna.
"...,kau sama...." (wajah datar)
" tentu saja tidak, aku masih punya sihir sedikit"
"lalu...."
"kenapa?"
"tidak, hanya saja banyak orang ingin menjadi penyihir kuat,kenapa kamu tidak?" Luna menghela nafas.
"tidak perlu bahas lagi, kamar mu disitu (menunjuk pintu diseberang) tepat di depan kamarku, tuan jie memberitahuku jadi sudah kusiapkan, jika butuh apa apa bilang saja padaku"Zuzu segera masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu.
.
.
.
Mengenang masa-masa kehadiran Luna di menara Yell. Ia cukup populer awalnya karena posisi sebagai cucu Monsu Jie ,namun berubah sejak Luna dipastikan tak mampu mempelajari sihir. Monsu Jie kakeknya sudah berusaha mencari banyak kepastian kemampuan Luna mungkin menyimpang ,Monsu mengira Luna mungkin memiliki sihir yang menyimpang, tetapi...Monsu tidak berhasil mencari kepastiannya.
.
.
.
.
(Kantor Kepala Menara Yell)
"haihhh.... tidak tau harus bagaimana lagi"keluh Monsu Jie
"Tuan Jie apa tuan yakin lakukan ini?" tanya seorang wanita yang berprofesi sebagai wakil kepala menara Yell.
__ADS_1
"yah..., aku hanya ingin yang terbaik untuk Luna , Dia adalah cucuku yang tersisa ,semoga saja dewan tak menyadari kecacatan sihirnya kalau tidak cucuku akan dibuang ketempat orang yang tak punya sihir,dan hidup tidak layak, aku tidak tega"
"bukankah kau sama saja membuang Luna dari sisimu"
"Yah, tapi aku begini juga demi dia,biarlah dia membenciku"
"huh... Jie kuharap kau tak kan menyesal membuang Luna dari sisimu"
"dia lebih aman begini Nyonya Yun Mo, terus disisiku hanya akan membuatnya diketahui oleh para dewan"Monsu Jie mengeluh
"Luna... Bangun...."wajah bocah laki laki Zuzu terlihat sedikit samar dimata Luna.
"Saatnya bekerja,kau mandi dulu sana, kalau sudah turunlah cepat, kita harus bersihkan sebelum yang lain bangun"
Bocah laki laki itu segera keluar dari kamar Luna dan turun ke taman.
Luna masih memandang kosong, tak biasanya dia bangun sepagi ini
------------
Srek! Srek! Srek!(derit sapu yang digunakan Luna)
"Hebat sekali dia, baru saja aku selesai mandi dia sudah rapikan seluruh ruangan menara sebesar ini"gumam Luna
"hmm mungkin sihirnya... "sedikit teringat kata kata Zuzu kemarin.
Duk!
"aduh... "
"ihihi lihat budak menara nya rajin sekali"
"kamu...kenapa mendorongku..Sere?"Luna terduduk kesakitan.
"lancang (mengeluarkan sihir tanaman yang melilit) panggil aku nona Sere Hugen layaknya budak memanggil yang lebih tinggi posisinya" Sere bertolak pinggang menyombongkan dirinya.
__ADS_1
"lepaskan Luna"seorang bocah laki laki itu muncul dan berlari menebas tanaman yang melilit.
"Luna kenapa kamu tidak melawan hah?"
"aku sama sekali tak punya sihir Zuzu"Luna menunduk, seluruh tubuhnya terluka ,bajunya lusuh dan sobek karena serangan Sere.
"satu budak lagi Sere.. "
"kau saja yang urus Seilah"
"huh... (sihir pengunci tanah)"
Sring!!!! Sebuah pedang membelah tanah yang mengunci si bocah laki laki itu membuat sihir tanah itu hancur.
"apa apaan kau ini, budak punya kemampuan klan knight?"seilah terbelalak
Dong!!! (waktu berhenti) Seilah, Sere, dan Luna terjatuh tak sadar diri.
Zuzu segera membawa Luna kembali ke kamarnya .Seilah dan Sere kehilangan ingatan kejadian barusan seakan tak pernah terjadi apa-apa kecuali Luna.
"Luna...kau baik baik saja kan?"sesal bocah laki laki itu
"akh... Tak apa, tapi sakit sekali serangan Sere"
"eh kau baru saja jatuh dari tangga bukan?"Zuzu merasa heran,kenapa Luna masih ingat kejadian tadi.
"begitu kah?Zu...kau membohongi yang sudah didepan mataku" Luna tertunduk melihat telapak tangannya.
"Aneh" Zuzu bergumam
"Kenapa Zuzu?"
"Kau tahu, aku baru saja menggunakan air sihir ke wajah kalian,dan membaca mantra menghilangkan ingatan, harusnya kau tak ingat apa apa soal kejadian tadi"Zuzu memasang wajah seriusnya.
Bersambung....
__ADS_1