
Seluruh dewan penyihir berkumpul dalam satu ruangan dewan bersama para bawahan pilihannya,meski ada 3 kursi dewan kosong.
"terima kasih atas kehadiran kalian semua para dewan" sambut ketua dari para dewan penyihir.
.
.
.
Dia adalah penyihir terkuat di Klan besar penyihir ,ia dihormati dari segala aliran sihir, berasal dari klan penyihir es dan lahir di keluarga Invel , Xyu Invel (Kepala keluarga Invel)
.
.
.
"Salam hormat kepada ketua"para dewan dari berbagai aliran memberi hormat.
"aku mengumpulkan kalian disini, karena aku perlu memastikan keadaan perseteruan kita dengan bangsa Molitus.Para penyihir hitam itu sungguh tak bisa diajak berdamai, menurut laporan banyak pedagang kita yang tak pernah kembali lagi. Selain itu urusan klan penyihir mulai tidak diperhatikan akhir akhir ini, aku ingin kalian segera memperketat tugas kalian sebagai dewan mengatur segala urusan bersama termasuk memperhatikan orang orang klan penyihir, bagi yang tidak punya sihir segera kirim mereka ke lubang sihir,agar mereka menjalani hidup di dunia yang sesuai dengan mereka"
"Baik ketua,kami akan kembali mengatur tugas ini dan mencari pemecahan masalahnya,saranku saja kita kesampingkan dulu urusan peresmian dewan muda air, angin dan Flora "dewan Api Scade Reiss berdiri memberi pendapatnya.
__ADS_1
"(*)Dewan Reiss, ini tak bisa ditunda lagi kekosongan dewan jika dibiarkan lama akan berdampak buruk" Dewan Tanah Gitya Esca menyela.
"Sebaiknya urusi dulu yang masih didepan mata bersama, aku sarankan kita yang sudah lama menjabat dewan akan mengurusi keadaan pedagang yang menghilang di Molitus. Biar ke 3 calon dewan pergi mengurusi orang orang yang tidak mempunya i sihir, bagaimana? " Dewan Fauna, Trey Boulgary memberi pendapat
"aku rasa cukup kalian saja biar aku temani calon dewan muda, mereka masih butuh sedikit bimbingan" Dewan Scade kembali mengajukan pendapatnya.
"Baik,biar urusan keutuhan klan penyihir kita berikan pada ke 3 calon dewan dibantu (*)Dewan Reiss,Pertemuan berakhir"Ketua dewan segera meninggalkan tempat disambut hormat dari semua dewan yang hadir dalam pertemuan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Luna segera menyelesaikan tugas nya dan berlari ke arah halaman belakang, ia tak sabar bertemu Zuzu disana.
Zuzu tampak memegang pedang berwarna merah ditangannya, tampak berkilau dan indah saat terkena sinar matahari terbenam.
"Zuzu... "
"Kau sudah datang" Zuzu tersenyum dan menghampiri Luna.
"Adik manis, bawa benda ini bersama mu (Zuzu menyerahkan pedang darah itu pada Luna) selama diriku tidak ada disini,aku harap dia yang melindungimu"Zuzu menyentuh pangkal hingga ujung pedang seketika pedang itu berubah menjadi gelang seperti manik berbentuk mawar berwarna merah.
"Cara memakainya mudah, ketika kau ingin menggunakannya Kau hanya perlu menyentuh manik paling besar sampai bersinar, gelang itu akan berubah kembali menjadi pedang. Jika ingin mengubahnya lagi menjadi gelang lakukan seperti yang kulakukan tadi, menyentuh ujung pangkal pedang ini hingga ujung tajam, hati hati jangan sampai tergores"Zuzu menatap Luna yang masih terdiam kagum.
"wah seperti sihir,indah sekali"Luna terus memperhatikan pedang pemberian Zuzu.
"Kau menyukainya?"
"tentu sangat suka, tapi... aku tidak bisa menggunakan benda ini"Luna mengayunkan kesana kemari ,bahkan hampir mengenai wajah Zuzu
"Hati hati, dengar benda ini hanya boleh digunakan untuk kebaikan, menolong orang dan membela diri. Kau tidak perlu khawatir,aku akan mengajarkan cara menggunakannya, agar kamu bisa melindungi dirimu sendiri" Zuzu mengelus puncak kepala Luna.
Matahari mulai terbenam,menyisakan 2 bocah kecil menciptakan bayangan semu yang sedang melihat matahari terbenam bersama, Menara Yell berada di tempat yang cukup tinggi untuk melihat matahari terbit dan terbenam dengan sempurna.
Bersambung...
__ADS_1