Snow Sacred

Snow Sacred
Bagian 11 : Penerus Rein


__ADS_3

(Ruang kerja, Mansion Dewan Hui)


"Tuan..,Dewan Rin datang berkunjung"seorang pelayan menyampaikan pesan , tuan Luguo tampak sibuk dengan pekerjaan ditangannya.


"Sambut di ruang tamu"


"baik tuan"


.


.


*Halaman Mansion


"Silahkan masuk tuan,mohon tunggu diruang tamu.Tuan akan segera menemui anda setelah ini"


"Hmph... apa Luguo sudah tak ingin memberi ku muka dengan tidak menyambut kedatanganku langsung? " Pier mengangkat ujung bibirnya sambil bertolak pinggang.


Tangan Pier Rin memberi kode untuk menerobos ke dalam kediaman bersama anak buahnya, para pelayan didorong hingga tersungkur.


Pier segera naik menuju ruang kerja Luguo.


"Begitukah caramu menunjukkan hormatmu Dewan Hui?, atau kupanggil Luguo sainganku sejak kecil? ,kau pikir aku siapa.... "Pier menodongkan ujung monofunya ke wajah Luguo.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu, dimana sisi hormatmu sebagai seorang dewan menerobos masuk mansion dewan lain ,kau pikir kau penguasa disini? "jawab Luguo tenang, ia sudah tau menahu tentang kesombongan Pier Rin.


"kau tidak menyambutku dengan begitu baik"


"maafkan aku Dewan Rin, aku sibuk sekali akhir-akhir ini.Jika kau ada masalah ataupun keluhan kau bisa mengatakannya sekarang tak perlu bahas sambut menyambutmu itu"

__ADS_1


Emosi Pier memuncul ia segera cepat menggerakkan monofunya hendak menebas Luguo,


Syuut...


Tring!


Seorang pemuda berambut biru keperakan meloncat dari jendela menahan monofu Pier dengan sebuah pedang.


"Aku tidak tau, kau begitu tidak sabaran Dewan Rin, tidak tau apa kata ketua jika Dewan Hui tewas dimansionnya"


"Sky? Kau kenapa disini... "Pier mendengus kesal dengan kehadiran Sky.


"Tuan Luguo sudah seperti ayahku, sejak ayah dan ibuku tiada dia yang menjaga ku. Aku tidak akan berhasil tanpa dia, sebaiknya jangan mencari masalah Dewan Rin"Sky menodongkan ujung pedang ke leher Pier dengan wajah tak senang.


*FB


Sudah sangat lama Pier Rin membuatnya tak suka, pria tua yang ambisius dan mementingkan kepentingan sendiri. Selama bertahun tahun berusaha meraih kepercayaan para dewan ,memenangkan kekayaan di tanah dewan lain, bahkan sering membuat dirinya untuk terlihat sangat baik, tak luput ayah Sky yaitu Dewan Axere sebelumnya termakan kebaikannya sehingga berhasil mengajukan pertunangan untuk putrinya, sebagian pasukan Dewan Axere yang terkenal kuat kemiliterannya ,akan dihadiahkan sebagai hadiah pertunangan ketika sudah saatnya.


Flashback berakhir*


"Sebaiknya,jika Dewan Rin ingin berbuat kerusuhan. Lihatlah situasi terlebih dahulu"Sky mengancam. Pier tertawa lalu menyimpan monofunya.


"aku tau kau pasti lebih mendengarkan Luguo, dan pertunangan itu pasti Luguo juga penyebab nya, tidak kah kau menghormati ayahmu? "Desak Pier.


"Urusan pribadiku adalah masalahku, tak ada campur tangan orang lain. Katya dimataku hanya lah seorang teman ku sejak kecil kenapa harus menjadi wanitaku jika aku tak mau? tidakkah kau menyayangi putrimu? jika putrimu tidak kucintai bukankah dia akan lebih menderita hidup nya digantung dan tak ada cinta yang murni dariku, kau tidak bisa memaksaku dan kehidupannya"Sky meninggikan suaranya.


"Beraninya kau... "Pier menggeram.


"Aku tak pernah memaksa Sky,untuk masalah iya bertunangan dengan gadis dari Klan penyihir memang benar. Aku juga pernah menanyakan hal ini dan semua itu murni dari keinginannya, ia masih muda kau tak bisa memaksanya hanya dengan selembar kertas. Ayah Sky pasti juga mengerti, dan tidak ingin Sky menderita" Luguo angkat bicara.

__ADS_1


"Sebaiknya anda pergi Dewan Rin,aku memberi kesempatan padamu jangan sampai aku mengubah pikuranku, kuberitahu tempat ini sudah dikepung pasukan bayanganku"tegas Sky


Pier segera meninggalkan ruangan dan mansion Dewan Hui.


.


.


.


.


Aula Dewan Sihir.


Seorang wanita cantik dengan aura dingin mencekam masuk kedalam ruangan dewan. Rambutnya panjang biru muda cerah,matanya sebening air. Melangkah hati hati dengan gaun dewannya.


"Selamat datang Arsshela Rein, generasi Dewan Rein"Xyu Ketua Dewan menyambut.


.


.


.


"kenapa aku merasa dia sedikit mirip dengan... " Noa Reiss, mengatakannya pelan.Dewan Boulgary disebelahnya tak menggubris karena sudah mengerti yang dimaksud Noa.


Dewan lain menatap kedatangannya.Dia adalah putri dari Dewan Rein sebelumnya, sekarang ia semata wayang karena kabarnya dia lah putri yang membunuh Dewan Rein dan istrinya di mansion.


Arsshela Rein berhasil mencapai gelar Dewan Air karena memang sudah diwariskan sejak awal oleh ayahnya, setelah ia membunuh ayah dan ibunya ,ia mendapat hukuman dari ketua dewan dengan mengurungnya tanpa mendapat cahaya sama sekali (tempat lembab), Ketua tak dapat menghukum mati atas kejadian itu,karena sesuai aturan yang terkuat adalah pemegang kedudukan selanjutnya maka Arsshela diangkat menjadi dewan bersama Bian Huen,Dewan Angin dan Aoka Reas, Dewan Flora setelah menuntaskan tugasnya mengirim orang tanpa sihir ke lubang sihir,tepat selesai pengangkatannya ia menjalani hukuman atas perbuatannya dan baru mendapat kebebasannya sekarang sebagai Dewan Air selanjutnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2