Snow Sacred

Snow Sacred
Bagian 8 : Rantai Pengikat


__ADS_3

Siang yang amat terik


Seorang wanita cantik berlatih pedang di halaman belakang dekat hutan menara dengan baju zirahnya.


Sring!sringg!Sring!


Kecepatan permainan pedangnya semakin mengerikan, namun juga indah. Pedang yang nampak seperti kristal merah diayunkan sedemikian cepatnya,menebas yang ada di sekitarnya.


.


.


.


Disisi lain derap sekumpulan orang berkuda memasuki kota Silent Blow membawa lambang Dewan Angin,melewati keramaian kota menuju tanah paling tinggi di kota itu.


"Tuan Dewan, disana Menara Yell sudah nampak,kita hanya perlu melewati beberapa pemukiman lagi lalu melewati hutan pinus, Setidaknya kita akan sampai disana dalam setengah jam perjalanan tanpa beristirahat"lapor wakil dewan.


"hm.. tidak apa douglas, semakin cepat lebih baik .Ketua dewan telah memberi perintah, kita sudah datang tanpa mengabari apapun pada kepala menara untuk mengungkap kebenaran tentang wanita itu,artinya kita harus cepat kesana untuk segera melihat kebenaran yang disembunyikan di dalam menara" Bian segera memacu kudanya menuju menara,diikuti orang-orangnya.


.


.


.


.


Sedangkan Luna masih berlatih dengan pedangnya,merasakan kekesalannya sendiri. Wajah cantiknya datar membeku,seperti tak ada hal yang perlu dia urus.


Derap kaki kuda semakin mendekati menara.Para penyihir di menara segera menghentikan kegiatan mereka,setelah mendengar suara derap kuda dan aura penyihir yang sangat kuat.


.


.


.


Seorang pemuda tampan turun dari kudanya disambut penyihir yang sudah siap didepan menyambut.Ia segera bertolak ke aula Yell,Penyihir wanita yang melihatnya tampak terpesona.


"wah siapa pria tampan itu, aura sihirnya sangat kuat"


"sihir angin, dia satu aliran klan denganku"seorang gadis meloncat kegirangan.

__ADS_1


"siapa dia ya... "


"Kepada seluruh penyihir menara kuperintahkan,kalian memberi penghormatan paling dalam kepada Dewan Angin,Bian Huen.Hormat kami Dewan!" seorang pria tua tiba tiba muncul berteriak lantang dari lantai atas aula,segera memberi perintah ke seluruh penyihir di menara untuk memberi penghormatan.


.


.


.


Ditengah kericuhan itu Luna tiba tiba berlari muncul di aula, karena mendengar suara gaduh.Semua orang yang ada disana melihat kehadirannya, situasi menjadi semakin menegangkan.Monsu Jie melupakan Luna, dan tak sempat menyembunyikannya.


"Kamu siapa?"Bian mendekati Luna, mengangkat dagu Luna mendekati wajahnya.


"Luna" jawabnya singkat.


"Kenapa aku tak bisa merasakan aura sihir dari mu, Luna"Bian memberi nada penuh penekanan.


"Tuan Dewan tolong lepaskan dia,dia cucuku Luna "Monsu Jie segera turun dan memohon Bian melepaskan Luna.


"Hem!...Ketua dewan memintaku untuk membawa kalian, untuk dibawa ke ranah hukum. Tangkap mereka berdua bawa ke meja dewan, telah mengkhianati aturan dewan yang telah berlaku lama adalah kejahatan besar"


Orang-orang di aula tak mampu berkata-kata lagi, mereka menyaksikan kepala petinggi Menara Yell ditangkap.


.


.


.


(Aula Dewan Knight)


Seekor burung elang hitam terbang ke arah Dewan Hui. Dewan Hui membaca sebuah surat di kaki burung itu, wajahnya terlihat masam.


"Ketua aku mohon ijin meninggalkan pertemuan, ada keperluan mendesak yang perlu saya urus" Dewan Hui menatap Sky dan segera berlalu meninggalkan ruangan.


"Dewan Axere ada masalah? " tanya Seira yang melihat Sky tampak diam.


"Tidak Dewan Field, hanya saja sepertinya kondisi tubuhku kurang baik,aku izin meninggalkan pertemuan terlebih dahulu ketua "Sky memberi hormat, lalu pergi meninggalkan tempat,dan berjalan keluar tanpa sepatah kata apapun.


Katya mengintip kepergian Sky dari balik punggung ayahnya.


.

__ADS_1


.


.


"Tuan Luguo" Sky memanggil sebelum Luguo menunggang i kudanya.


"ada apa nak? "


"bisa kulihat isi surat itu? "


"tapi ini...."Luguo ragu-ragu memberikannya.


Sky mengambil gulungan surat di tangan Luguo dan membaca nya.


*Untuk Tuan Luguo


 


Tuan saya Yun Mo wakil kepala menara, Tuan Monsu Jie ditangkap bersama Nona Luna.Saya tidak tau harus berbuat apa sekarang, saya hanya bisa mengirimkan kabar ini.Sebab Dewan angin datang terlalu mendadak,mereka sudah mengetahuinya*.


 


Sky meremas kertas ditangannya.


"Bian Hui" suaranya gemetar marah.


Luguo menarik tangan Sky "Jangan bertindak ceroboh Sky, kita tidak bisa ikut campur secara semena-mena"


"Kalung itu... " Sky hampir kehilangan kendali.


"Kamu tenang saja selama liontin itu ada bersamanya dia akan baik baik saja "


Luguo mengambil pena tinta dan kertas yang disiapkan bawahannya lalu mulai menulis. Kemudian ia bersiul merdu ,seekor burung hantu salju muncul terbang kearahnya "berikan ini pada Neyra Invel di mansion Keluarga Invel"setelah surat itu di ikat segeralah burung hantu itu terbang.


"Siapa Neyra Invel? "Sky penasaran.


"Adik sepupu ketua dewan Xyu Invel, dia lah yang nanti akan menolong Luna Ver. Percayalah padaku nak"Luguo mengelus rambut Sky seperti mengelus anaknya sendiri.


Luguo pun segera pergi pulang menunggang kudanya, diikuti bawahannya. Sky menyaksikan kepergian Luguo dari kejauhan.


"Aku harus percaya..,Luna harus baik baik saja..."


Sky meyakinkan diri dan beranjak kembali ke mansionnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2