Snow Sacred

Snow Sacred
Bagian 9 : Keputusan


__ADS_3

(Aula Dewan Penyihir)


seluruh dewan berkumpul hanya satu yang tak hadir, yaitu dewan air karena dia sedang menjalani masa hukuman.


"Salam Ketua, saya menghadap telah membawa dua orang yang anda minta kebenarannya" Bian Huen segera memberi tanda bawahannya agar segera membawa tahanan masuk aula.


Tap! tap! tap! (Ketua dewan Xyu berdiri, menatap tajam ke arah Monsu Jie yang tampak luka luka)


"Monsu...., beraninya kau menentang aturan dewan"


"Tuan Monsu anda menyembunyikan seseorang yang tak punya sihir disamping anda, apa dapat memberi penjelasan?" Dewan Es sekaligus bertugas sebagai wakil ketua dewan, Hanzo Invel angkat bicara.


Monsu mengangkat kepala nya menatap Xyu ,Hanzo, dan Scade.


"Itu karena dia... " Monsu ragu dan terdiam


"TUNGGU! " seorang wanita dengan aura sihir es yang kuat muncul di pintu masuk aula.


"Neyra?" Xyu mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"Adik Neyra kenapa kau datang kesini?,hari ini ada sebuah pertemuan penting" Hanzo turun dari tempatnya menuju Neyra.


"Justru karena penting aku datang kakak hanzo, kakak Xyu" Neyra bergantian memandang kedua kakak sepupunya itu.


"Apa yang ingin kau lakukan? "tanya Xyu.


"Aku ingin mengatakan pada kalian, jangan coba-coba menyentuh gadis ini"Neyra menunjuk kearah Luna yang menunduk, meski dilindungi zirah badannya masih saja terluka karena diseret.


"Kenapa dengan gadis itu, justru dia adalah permasalahan disini nyonya Neyra"Dewan Flora Aoka Reas mencoba memberi penjelasan lanjut.


Neyra mendekati Luna, memeriksa leher gadis itu dan menemukan kalung berlambang pedang mulia yang hampir putih mengkristal.


"itu lambang Keluarga Axere, dia tunangan dewan Axere,Sebagai penasihat dewan aku menyarankan kita tak seharusnya bertindak lebih jauh" Dewan Reiss angkat bicara.


"Serahkan dia padaku"Scade menyipitkan matanya dan segera turun dari tempatnya menuju Luna, membantunya berdiri dan menopangnya.


"Yah.. aku percaya padamu Dewan Reiss ,Monsu akan kutahan di bawah pengawasanku langsung.Pertemuan ditutup tidak perlu bahas lagi"Xyu memegang keningnya.


Tidak tau apa yang di pikirkan Dewan Reiss yang masih terbilang masih muda tapi berpikiran tajam. Neyra Invel membiarkan Scade membawa pergi Luna selama ia aman.

__ADS_1


Scade Reiss segera membawa Luna ke kediamannya yang sangat jauh dari aula dewan, Berada dibagian Timur Klan penyihir Kota Api Membara dibawah kekuasaan Dewan Reiss.


setelah menempuh setengah hari perjalanan, sampai lah di tanah merah Kota Api Membara, sangat pantas dengan namanya kota itu hampir semua serba merah seperti api sangat indah. Diujung kota ada gunung api aktif, disana juga tempat Mansion Dewan Api berada.


Selama perjalanan Dewan Reiss berhenti kebeberapa tempat yaitu tempat pengobatan ,kedai makanan ,dan sebuah toko baju.


Dewan Reiss mengobati luka Luna, memberi makan dan pakaian khas Klan penyihir Api. Sesampai di Mansion Luna diperlakukan dengan baik.


Setelah sebulan dirawat di Mansion Api keadaan Luna semakin membaik, ia sering berbincang dengan Noa Reiss adik dari Scade, selama Scade tidak berada di kediaman.


Sesekali ketika Scade pulang ,ia sering membawa Luna ke Kota Api Membara untuk sekedar berjalan jalan.


"Luna... boleh aku bertanya sesuatu? "


"silahkan tuan, apa ada yang ingin anda tanyakan?"


"liontin itu kau dapat darimana? lalu bagaimana bisa sekeliling liontin itu hampir mengkristal oleh es yang tidak bisa mencair? " Scade penasaran.


"Saya tidak tau kapan liontin ini terpasang, saya mendapatkannya ketika bangun dari tidur, saat itu teman saya Zuzu pergi dan sudah 7 tahun tidak datang sekedar menjengukku" Luna menjawab dengan datar.

__ADS_1


"hmm.. baiklah, karena keadaanmu sudah membaik ini sudah waktunya" Scade segera membawa Luna kembali ke mansion.


Bersambung...


__ADS_2