Story of Mukbang

Story of Mukbang
01 : Wanita Paling Beruntung


__ADS_3

Deretan gedung pencakar langit berkolaborasi dengan keramaian orang membuat kombinasi sempurna sebagai julukan pusat kota S yang terkemuka.


Tidak mudah hidup di kota besar ini dengan begitu banyak tekanan hidup, kalau ingin bertahan maka harus mengikuti arus kalau tidak maka bersiap di anggap remeh oleh siapapun.


Kaysie memperhatikan betul akan fakta itu, terlebih di usianya yang sudah memasuki 24 tahun dimana pada usia ini ada banyak sekali orang-orang berlomba untuk meningkatkan status sosial mereka.


Soal kasta sosial, Kaysie dinilai cukup bagus. dimana ia tergolong peringkat dua teratas karena kedua orang tuanya memiliki satu perusahaan garmen yang cukup berpengaruh di kota S.


Trend yang berjalan seperti arus ombak membuat Kaysie harus bisa mengejarnya dengan baik, karena itulah tepat di hari ini Kaysie akan mengganti semua koleksi barang lamanya dengan model terbaru. Tas, baju, sepatu bahkan ponsel tak lupa Kaysie masukan kedalam list barang yang akan di belinya hari ini.


Kaysie menatap bayangannya di standing mirror yang ada di dalam kamarnya, dress selutut dengan motif kotak-kotak berwarna cream berpadu dengan pandora putih dan flat shoes senada adalah outfit of the day yang di pilihnya hari ini. Begitupula makeup, ia memakai tema 'no makeup' yang memoles wajah cantiknya sebagai kombinasi sempurna akan gaya fashionnya.


"Welcome Summer"


Kaysie berseru riang sambil mengenakan kacamata hitam sebagai pelengkap penampilannya.


Memasuki musim panas membuatnya menjadi lebih bersemangat, dimana ia bisa dengan bebas memakai baju sedikit terbuka dimana baju seperti itu adalah favoritnya. Walau matahari mungkin nanti ada di posisi tertingginya, tapi Kaysie selalu menyambut musim ini dengan suka cita.


Gadis itu mengambil sling bag hitam bermerek G yang tercetak jelas di depannya, ponsel tipisnya dengan logo apel tergigit di masukan kedalam tasnya kemudian ia berlalu pergi dari dalam kamar sambil berseru riang gembira.


"Nona mau pergi ?"


Suara intrupsi pelayan rumahnya membuat Kaysie berhenti berjalan, ia membuka sedikit kacamata hitamnya "Bibi tau kan harus bilang apa sama Papa dan Mama" tanyanya balik, pelayan wanita paruh baya itu mengangguk mengerti akan maksud Kaysie.


"Kay tidak akan pulang malam ini, bilang juga Kay menginap di apartemen" Kaysie menuntaskan perkataannya kemudian ia berlalu pergi dengan langkah ringan tanpa perlu menunggu respon dari pelayan rumahnya.


Kaysie yang berjalan menuju bagasi mobil lantas meraih kunci mobilnya yang ada di kotak dekat pintu masuk bagasi, ia menekan tombol di kunci itu hingga terdengar bunyi unlock di mobil hitamnya.


"Hari ini kita jalan-jalan, oke" Kaysie berseru riang pada mobil kesayangannya sebelum ia masuk kedalamnya.


Kaysie menyalakan mesin mobilnya kemudian ia menekan tombol klakson hingga pintu bagasinya terbuka secara otomatis, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk keluar dari rumah besarnya.


Senandung lagu menemani Kaysie mengemudi, moodnya hari ini benar-benar bagus setelah semalam ia berselancar di dunia maya untuk mencari koleksi barang terbaru di musim ini.


"Hidup hanya sekali jadi bersenang-senang adalah kewajiban" moto hidup yang mendadak diserukannya membuat Kaysie semakin puas dan menjadi tidak sabar untuk berburu barang-barang yang di inginkannya.


Mobil hitam Kaysie melaju dengan nyaman di jalan raya kota S yang lenggang hari ini, Kaysie melajukan mobilnya kearah sisi kanan jalan sambil mengingat-ingat dimana lokasi toko baju favoritnya.


"Nah itu dia" ujarnya senang setelah pandangannya mengarah langsung pada sebuah toko yang tidak jauh dari posisinya sekarang.


Kaysie memarkirkan mobilnya dengan rapih kemudian ia keluar dari mobilnya, setelah memastikan mobilnya telah aman gadis itu kemudian berlalu pergi menuju toko yang ingin ditujunya.


Toko itu bukan tempat merek terkenal berada, disana hanya ada koleksi dari beberapa designer terkenal di kota S dengan kualitas terbaik yang tentunya limited edition.


Kaysie berjalan dengan senang masuk kedalam toko itu, ia lekas membuka kacamata hitamnya setibanya di dalam toko. Binar bahagia matanya tidak bisa berbohong melihat banyak koleksi terbaru di toko itu.


"Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu" interupsi salah satu pegawai toko itu membuat Kaysie langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi lebih tenang.


"Saya ingin melihat koleksi designer J.G untuk musim ini" ujar Kaysie pada pegawai itu.


Pegawai wanita itu kemudian mengarahkan Kaysie ketempat dimana koleksi designer J.G berada.


Kaysie mengikuti pegawai itu dengan langkah penuh percaya diri. Toko itu cukup besar dimana terdiri atas tiga lantai dengan ruangan-ruangan yang khusus di design untuk designer tertentu.


Keduanya kini berhenti di depan sebuah ruangan, pintunya dari kayu dengan aksen vintage dimana terukir nama J.G di depannya.


"Nona, ini ruangan khusus designer J.G" Pegawai itu menjelaskan singkat sebelum ia membuka pintunya.


Jangan melihat sesuatu dari covernya itu sangat berlaku saat ini, walau awalnya ruangan ini terkesan vintage tapi setelah pintu terbuka suasana berubah menjadi glamor dengan dekorasi modern yang kental.


Kaysie masuk kedalam ruangan itu di ikuti pegawai wanita yang sejak tadi bersamanya, matanya benar-benar terlihat bersinar melihat banyak koleksi designer favoritnya tersusun apik di ruangan itu.

__ADS_1


"Designer J.G secara khusus membuat koleksi musim ini" pegawai itu menjelaskannya lagi hingga Kaysie terlihat sangat puas mendengarnya.


Perburuan Kaysie di mulai, ia melihat satu persatu koleksi designer favoritnya itu dengan pandangan menilai.


Karena memasuki musim panas, koleksi baju-baju itu tidak jauh dari model crroped top , open shoulder top, mini dress hingga kaos oversize yang tentunya memilik banyak model yang beragam.


Kaysie melepaskan topi pandora miliknya kemudian sibuk memilih baju beserta barang lainnya yang ada di dalam koleksi designer J.G


Satu-persatu barang yang di pilih Kaysie langsung diserahkannya pada pegawai wanita itu, selera fashion Kaysie tidaklah main-main karena wanita itu adalah seorang fashionable. Tidaklah heran baju yang di pilihnya sekarang sudah cukup menumpuk di tangan pegawai wanita itu.


"Koleksi Golei apa sudah launching ?" Kaysie bertanya sambil terus sibuk memilih baju yang diinginkannya.


"Sudah Nona, koleksi sepatu dari designer Golei berada di ruangan sebelah" jelas pegawai itu lagi.


Kaysie mengangguk mengerti sebagai responnya, dua baju di tangannya kini menjadi bahan pertimbangannya "Pilih yang mana ya ?" tanyanya bingung sambil melihat kedua baju itu.


Sebenarnya kedua baju itu memiliki model mini dress tapi yang menjadi perbedaannya adalah jenis bahan dan warnanya. Kaysie suka keduanya tapi ia tidak ingin membeli keduanya, ia paling anti yang namanya membeli dua barang yang sejenis jadi tentu saja sekarang ia merasa kebingungan untuk memilih salah satunya.


Kaysie termenung sesaat namun tanpa di sadarinya dari arah belakang ada lengan kokoh yang merengkuh pinggangnya, gadis itu terkejut sesaat tapi ia langsung tersenyum manis saat melihat bayangan seseorang yang sedang merengkuhnya lewat kaca yang ada di depannya.


Gadis itu menurunkan baju yang tengah dipegangnya kemudian membalikkan badannya "Adrian" panggilnya dengan riang menyambut kedatangan pria itu.


Pria yang bernama Adrian itu tersenyum kecil membalasnya dan itu cukup membuat semburat merah tercetak jelas di wajah Kaysie.


"Kenapa kamu disini ?" tanya Kaysie penasaran sambil tersenyum malu kepada Adrian.


"Aku habis meeting dekat sini, aku melihat mu jadi aku datang menghampiri mu" jawab jujur Adrian.


Kaysie mengangguk kecil kemudian ia mendekatkan wajahnya kearah Adrian "Apa kamu merindukan ku ?" tanyanya iseng.


Senyuman kecil Adrian kini berkembang lebih lebar hingga matanya ikut tersenyum manis, pria itu kemudian ikut mendekatkan wajahnya kearah Kaysie lalu mengecup kening gadis itu dengan lembut "Kamu sudah tau jawabannya" balasnya.


Kaysie menjadi semakin malu, ia menutupi wajahnya dalam dada bidang Adrian hingga pria itu tertawa kecil karena ulah lucu pacarnya itu.


tahun menjalin hubungan dimana Kaysie awalnya adalah junior di kampus yang sama dengan Adrian.


Sekarang setelah Adrian lulus, pria itu langsung mengambil alih perusahaan orang tuanya sedangkan Kaysie masih harus menempuh pendidikannya yang belum selesai.


Kesibukan Adrian sering membuat mereka kurang menghabiskan waktu bersama, namun ada saja hal tak terduga yang di lakukan Adrian untuk menemui Kaysie termasuk yang di lakukan pria itu hari ini.


"Bantu aku pilih diantara ini" Kaysie memohon, pikirnya karena sekarang ada Adrian mungkin bisa membantunya.


Adrian melepaskan Kaysie dari dekapannya kemudian ia melihat kedua dress yang di tunjukan oleh Kaysie. Pria itu tidak mengerti baju perempuan bahkan ia sendiri tidak peduli akan bajunya jadi bagaimana bisa ia membantu Kaysie.


"Kalau kamu suka keduanya beli saja" jawab Adrian pada akhirnya, ia tidak ingin pusing karena hal seperti itu.


Kaysie sudah tau kalau akhirnya seperti ini, Adrian benar-benar tidak bisa diandalkannya kali ini.


"Ga jadi, kamu nyebelin" putus Kaysie merajuk.


Adrian yang tidak mengerti hanya bisa menggeleng pelan kepalanya melihat kelakuan Kaysie yang mendadak berubah, mood kekasihnya itu seperti terjun bebas ke jurang padahal sebelumnya gadis itu bahagia-bahagia saja.


"Pilih yang kamu mau, aku bayar semuanya" Adrian berkata lagi sambil mencoba membujuk Kaysie.


Kaysie menimbang-nimbang, bukannya ia tidak bisa membayar belanjaannya tapi ini adalah kesempatan bagus untuknya. Adrian tidak akan berbaik hati lagi di lain kesempatan jadi ia harus bisa memanfaatkan momen ini dengan baik tapi ia juga memiliki gengsi yang tinggi.


"Aku bisa bayar sendiri" ujar Kaysie dengan percaya diri sambil menunjukan tasnya pada Adrian.


Adrian tertawa kecil sambil mengusap puncak kepala Kaysie dengan lembut "Nona Kaysie, menolak permintaan ku ? Baru kali ini ada wanita yang menolak di bayari belanjaannya" ujarnya santai.


Sekarang Kaysie terlihat berpikir, begitu sayang penawaran baik Adrian di tolaknya begitu saja tapi...

__ADS_1


"Aku ingin sepatu dari designer Golei" Kaysie mengatakan keinginannya.


Walau harga dirinya menolak keras tapi kesempatan ini tidak boleh di sia-siakan. Jadi biarlah ia yang membayar sendiri baju-baju itu dan nanti Adrian yang membayar untuk sepatu-sepatunya. Itu jauh lebih adil dan dapat di terima oleh Kaysie.


"Dasar anak nakal" omel Adrian akhirnya hingga Kaysie tertawa kecil sambil bergelayut manja di lengannya.


Kekasihnya itu memang paling bisa mengakalinya, di bandingkan dengan baju-baju itu koleksi sepatu dari Golei memiliki harga yang lebih mahal jadi bisa di pastikan uangnya akan berkurang lebih banyak.


"Apa kamu marah ? uang mu akan banyak habis karena ku" Kaysie bertanya dengan hati-hati setelah mereka berpindah tempat dimana koleksi Golei berada.


Adrian melingkarkan lengannya pada pinggang ramping Kaysie "Anything for you, that's oke babe" bisiknya dengan pelan yang kemudian di balas pelukan hangat dari Kaysie.


Keadaan toko yang ramai pengunjung membuat mereka berdua kini menjadi pusat perhatian, terlebih sejak tadi Kaysie terlihat sangat manja dan Adrian juga memperlakukan Kaysie dengan sangat manis. Sudah pasti banyak wanita lainnya yang berseru penuh iri pada Kaysie.


Di kota S ini siapa yang tidak mengenal Adrian Deova, pengusaha terkenal yang memiliki kekayaan lebih dari 1 triliun perbulan dari hasil penjualan game online dan beberapa bidang bisnis lainnya.


Tentu saja wanita manapun akan menjadi iri melihat Kaysie sebagai pasangan Adrian, namun mereka juga tahu siapa itu Kaysie Lucia jadi tidak ada alasan apapun untuk mereka dapat menghujatnya.


Agenda belanja Kaysie seorang diri berubah menjadi acara dating dengan Adrian. Kekasihnya itu memundurkan semua jadwalnya untuk Kaysie hari ini, mereka berjalan santai di kota kemudian makan di restoran mewah dan kini berakhir dengan duduk nyaman di taman kota yang asri.


"Beneran kamu ga mau balik ke kantor ?" Kaysie bertanya dengan pertanyaan yang sama untuk yang ketiga kalinya pada Adrian.


Kaysie tahu Adrian adalah orang yang sibuk jadi ia merasa tidak enak hati jika pria sibuk itu justru terlihat santai-santai bersamanya sekarang.


"Kamu mengusir ku sayang ?" Adrian bertanya serius.


Kaysie panik dan langsung memberi isyarat dengan tangannya "Bukan begitu, aku tahu kamu sibuk banget jadi aku ga enak kalau harus menganggu mu hari ini" jelasnya kemudian.


Adrian mengerti maksud Kaysie, ia kemudian menggenggam tangan kekasihnya itu "Tidak masalah, demi kamu" jawabnya dengan manis hingga Kaysie bersemu merah.


Seseorang tolong lihat apakah matahari masih ada di timur ? Kenapa Adrian sungguh manis hari ini, biasanya pria itu akan cuek-cuek saja tapi sekarang ?


"Dasar penggoda ulung" seloroh Kaysie dengan nada suara sebal tapi wajahnya menunjukan reaksi bahagia.


Adrian lantas tertawa kecil kemudian ia menarik Kaysie kedalam pelukannya "Sudah lama aku tidak punya waktu sebebas ini dengan mu"


"Kesadaran yang terlambat" pukas Kaysie kemudian.


"Aku tahu, aku salah karena terlalu sibuk dan mengacuhkan mu" Adrian kembali bicara dengan tenang sedangkan Kaysie hanya diam sambil menyimak baik-baik ucapan Adrian.


Adrian melepaskan Kaysie kemudian menatap kekasihnya itu dengan pandangan dalam penuh makna "Menikahlah dengan ku ?" pintanya dengan lembut


Kaysie membulatkan kedua matanya mendengar permintaan Adrian, ini bukan permintaan yang sembarangan. Adrian memintanya untuk menikah dalam kata lain Adrian melamarnya untuk posisi Mrs. Deova.


"Kamu serius ?" hanya dua kata yang terbungkus sebagai kalimat tanya yang mampu di ucapkan Kaysie sebagai responnya atas permintaan Adrian.


Semuanya serba mendadak baginya, tidak ada pemberitahuan apapun tiba-tiba Adrian melamarnya, Kaysie akan membunuh Adrian kalau nyatanya pria itu hanya bercanda sekarang.


Adrian mengambil nafas panjang "Menurut mu apa aku sedang bercanda ?" tanyanya balik dan langsung di balas gelengan kepala oleh Kaysie.


Ekspresi juga sorot mata Adrian penuh kesungguhan dan Kaysie menyadarinya tapi tetap saja ia merasa kebingungan akan lamaran mendadak Adrian ini.


"Bagaimana ? Menikah dengan ku ? Kamu mau ?" Adrian mengulang kembali permintaannya dan kali ini wajahnya penuh dengan keseriusan.


Kaysie tidak menjawab apapun, ia hanya menarik Adrian kemudian memeluknya.


"Baiklah, aku harus bersiap menjadi Mrs. Deova mulai dari sekarang" Kaysie menjawabnya dengan penuh semangat.


Adrian tertawa menyadari makna dari ucapan Kaysie, ia mengusap punggung kekasihnya itu dengan gerakan lembut yang kemudian di akhiri sebuah senyuman penuh makna di wajahnya.


Tidak ada wanita seberuntung Kaysie di dunia ini, ia tidak hanya di karuniai wajah cantik dan kaya raya tapi ia juga berhasil mengukuhkan posisinya dalam hati Adrian Deova.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Kaysie Lucia"


Adrian mengatakan tanpa hambatan dari mulutnya hingga Kaysie tersenyum bahagia, gadis itu tau Inilah saatnya hidupnya akan berubah.


__ADS_2