
Terhitung sudah 5 kali Kaysie merapihkan makeup dan rambutnya di depan standing mirror yang ada di dalam kamarnya. Polesan makeup di wajahnya sudah terlihat rapih namun Kaysie merasakan sebaliknya, kata puas seakan menjauh hingga tangannya terus-menerus sibuk mengoreksi riasannya.
"Di gerai apa di kuncir ?" kebimbangan kini datang pada Kaysie setelah menyelesaikan sesi makeup yang berlangsung selama hampir dua jam lamanya.
Kedua tangan Kaysie mengatur surai panjangnya, sesaat di gerai lalu akhirnya di kuncir sambil menilai kepantasan dengan wajahnya. Kaysie benar-benar dilema, ketika rambutnya di gerai maka wajahnya akan terlihat seperti anak-anak tapi saat di kuncir justru Kaysie akan terlihat lebih sexy lantaran leher putih jenjangnya terekspos sangat jelas.
Melalui banyak pertimbangan, akhirnya Kaysie memutuskan untuk mengikat rapih surai panjangnya. Biarpun leher panjangnya harus terekspos, Kaysie akan membiarkannya kali ini. Keseluruhan penampilan ini membuatnya lebih menarik terlebih setelah ini Kaysie harus melakukan sebuah syuting rahasia.
Sentuhan terakhirnya, dua buah anting kecil bermata batu sapphire blue bertengger manis di kedua telinganya. Kaysie kembali melihat penampilannya di depan cermin, senyuman penuh kepuasan mengembang dengan indah setelah melihat hasil pekerjaannya.
"Siap !" serunya penuh semangat kemudian berlalu pergi ke arah area santai dimana terdapat meja juga sofa nyaman yang ada di dalam kamar luasnya.
Meja kaca itu kini terlihat penuh dengan bungkusan plastik yang entah apa isinya, Kaysie meletakan satu-persatu ke bawah lantai kemudian membersihkan meja itu dengan tissue basah. Senandung kecil yang terucap di bibir Kaysie membuat kegiatan penghilangan debu di meja itu berlangsung cukup menyenangkan.
"Oke. sekarang saatnya menata" Kaysie bersahut riang kemudian mengambil gagang telepon yang ada di nakas kecil samping sofa.
"Bawa ke sini semuanya" ucapan bernada perintah itu di katakan Kaysie setelah menghubungi seseorang lewat panggilan telepon itu.
Sembari menunggu barang yang diinginkannya datang Kaysie bangun dari posisi duduknya, kakinya melangkah hati-hati melewati banyak bungkusan yang di letakkan di lantai. Tujuan Kaysie adalah sebuah tripod kamera yang ada di depannya, sebuah kamera khusus yang baru di belinya kemarin sudah terpasang rapih di tempatnya.
Kaysie melihat pengaturan kamera sambil mengatur angle yang sesuai, di tambah pemberian cahaya bantu agar hasil rekaman menjadi maksimal.
"Perfect" Kaysie berseru bangga kemudian kembali menuju sofa sebelumnya untuk duduk tepat di depan meja kaca itu.
Tidak lama kemudian, dua orang pelayan memasuki kamarnya setelah mengetuk pintunya. Kaysie memerintahkan keduanya untuk meletakan piring, gelas dan alat makan lainnya juga sebotol besar air mineral di atas meja kaca yang sebelumnya telah di bersihkan.
"Makasih" kata Kaysie singkat pada kedua pelayannya kemudian menyusun piring-piring itu dengan rapih, alat makan di dekatnya kemudian air mineral yang di tiangnya dalam gelas.
Kaysie lantas membuka bungkusan itu, senyumannya mengembang indah taat kala melihat ada begitu banyak makanan yang ada di dalamnya.
"Yuhu... ini akan menarik" komentarnya singkat kemudian membuka satu-persatu wadah makanan itu lalu di pindahkannya pada piring-piring yang sebelumnya di siapkan olehnya.
Ribs grill, vegetable salad, seafood udon, macaroni schotel cheese, red velvet cake dan ice cream oreo.
Menu aneka makanan itu kini tersaji dengan rapih di piring-piring tepat di depan Kaysie. Aroma makanan itu menyeruak ke seluruh sudut kamar, saliva Kaysie terangsang penuh seraya membayangkan betapa lezatnya semua makanan itu. Kedua mata wanita itu bahkan telah berseri-seri melihat keindahan dari semua makanan itu.
"Oke. Kita mulai" Kaysie berseru kencang sambil mengangkat kedua tangannya yang terkepal ke udara.
__ADS_1
Kaysie menekan tombol on pada sebuah remot kecil yang ada di dekatnya, lampu kecil yang ada pada kamera itu lantas berkedip-kedip sebagai tanda bahwa kamera itu telah mulai merekam.
Tanpa ragu sedikitpun Kaysie lantas melambaikan kedua tangannya kearah kamera sambil tersenyum sangat manis.
"Halo semuanya, perkenalkan namaku Kay dan selamat datang di chanel terbaru ku. Mukbang with Kayfood"
Kaysie memulai syutingnya dengan tanpa hambatan. Suaranya terdengar riang gembira, wajahnya terlihat sangat menawan dan tidak ada kegugupan sama sekali saat mulai menyapa kearah kamera.
"Mukbang pertama bersama Kay menghadirkan menu-menu terbaik. Kalian bisa lihat sudah tersaji dengan rapih di piringnya"
Tangan Kaysie menunjukan makanan itu satu persatu sambil menjelaskan betapa dirinya sangat menyukai menu itu.
"First of all, kita harus membuka mukbang ini dengan vegetable salad" Kaysie berujar sambil mengangkat sendoknya lalu mulai mengaduk segala jenis sayuran hijau, merah dan ungu yang ada di dalam mangkuk.
"Mungkin sebagian orang tidak suka sayur, tapi teman-teman sayur itu penting. Jadi makanlah walau sedikit"
"Jadi mari kita coba sekarang"
Kaysie mengambil beberapa sayuran yang sudah tercampur dengan saus pendampingnya. Kedua mata Kaysie terlihat adu kontak dengan kamera sebelum memasukan sendok yang berisi salad itu ke dalam mulutnya.
Tidak hentinya Kaysie berkomentar kecil atau menunjukan banyak ekspresi lucu sambil menikmati acara makannya ini, semua mengalir lancar bagai aliran sungai. Mangkuk salad itu habis tanpa sisa, semua isinya sudah masuk ke dalam organ pencernaan Kaysie.
"Aku suka banget sama udon, jadi menu kedua adalah udon seafood" ujar Kaysie.
Tangan wanita itu kemudian membuka sumpit kayu lalu mengaduk sekumpulan mie tebal dan beberapa potong daging seafood yang terlihat segar di dalam genangan kuah kaldu merah yang menggugah selera.
Sesaat Kaysie juga menunjukan makanan itu kearah kamera seperti yang sebelumnya telah Kaysie pelajari. Tangan kanan Kaysie terlihat lihai dalam menggunakan sumpit, beberapa buah mie tebal itu akhirnya di jepit dalam sumpit itu kemudian Kaysie kembali menikmati makanannya.
"Hmmmh, rasanya kalian akan di bawa ke lautan lepas bersama dengan keluarga seafood"
"Sungguh ini enak banget, kalian juga harus coba di rumah"
"Seafood itu kaya akan protein dan mineral jadi kalian tidak perlu khawatir akan berat badan"
Kaysie kemudian memberikan gestur tangannya, membentuk sebuah lingkaran dengan ibu jari dan telunjuknya lalu mengedipkan satu matanya sebagai aksi dukungan akan pernyataannya.
Mangkuk udon itu juga habis tanpa sisa, kini Kaysie melanjutkan acara makannya dengan ribs grill yang terlihat berwarna kecoklatan. Bumbunya terlihat meresap dan dagingnya sangat empuk ketika Kaysie menyentuhnya dengan pisau makan.
__ADS_1
"Pasti kalian memikirkan hal yang sama, ribs ini begitu menggoda bukan ? Lebih cantik dari apapun dan aku semakin tidak sabar untuk memakannya"
Kaysie mengarahkan garpu di tangan kiri dan pisau makan di tangan kanannya kemudian mulai memotong daging ribs itu, jika di luarnya terlihat kecoklatan karena proses pemanggangan maka di balik dagingnya terlihat sedikit coklat pucat dan kemerahan karena tingkat kematangan yang Kaysie pesan adalah medium well.
"Tips dari ku, potong semua dagingnya dulu baru kalian bisa menikmatinya secara perlahan"
"Daging ini sangat cocok dengan wine, tapi aku tidak punya wine saat ini"
Kaysie berujar sedikit sedih, kemudian mengambil satu potongan daging ribs ukuran sedang, "Kalian bisa ganti dengan bir kok" sambungnya sesaat sebelum memasukan daging lezat itu kedalam mulutnya.
Kedua mata Kaysie terpejam, bibirnya melengkung keatas sambil mengunyah perlahan daging itu. Sensasi rasa lezat memenuhi mulutnya, daging itu seakan lumer bersama saliva hingga hormon kesenangan Kaysie memuncak ke level teratas.
"Wah...." Kaysie menggantung ucapannya sambil mengarahkan pisau makan kearah daging itu.
"Ini enak banget, aku sangat senang" lanjutnya lagi kemudian meletakan alat makannya lalu bertepuk tangan untuk sesaat.
Semuanya belum berakhir, Kaysie kembali melanjutkan makannya. Makaroni schotel cheese sampai desert red velvetelvet cake dan terkahir adalah ice cream oreo.
"Ini pertama buat ku melakukan mukbang, aku tidak tahu kalian akan menyukainya atau tidak"
"Tapi aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk kalian semua, jadi mohon tinggalkan komentar dan beri aku like yang banyak"
Kaysie lihat kearah kamera setelah menyampaikan beberapa kalimat penutup untuk acara mukbang pertamanya ini. Mungkin memang benar keraguan Kaysie terhadap orang-orang akan menyukainya atau tidak. Sejujurnya Kaysie merasa tidak puas diri, ada begitu banyak yang ingin dirinya sampaikan tapi itu tidaklah mungkin karena keterbatasan waktu.
Tapi biar begitu, Kaysie sudah merasa bangga akan siaran mukbang pertamanya ini. Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan di benak Kaysie setelah menghabiskan seluruh makanan itu, hatinya sangat bahagia dapat berbagi pengalaman dengan orang-orang yang nanti akan menonton siarannya ini setelah selesai di edit.
Kaysie lantas melambaikan tangannya kearah kamera lalu memberikan senyuman senang hingga kedua matanya juga ikut tersenyum, ini bukan sebuah kebohongan. Meskipun hatinya belum baik-baik saja karena Adrian tapi dengan mukbang ini Kaysie merasa sangat bahagia.
"Sampai jumpa lagi" ujarnya dengan sangat riang sambil menunjukkan tingkahnya yang lucu.
Kaysie mengakhiri siaran mukbang pertamanya ini dengan baik, setelahnya video ini akan di edit lalu di upload dalam chanel pribadinya di salah satu platform video terbesar.
Piring-piring penuh makanan lezat kini berubah menjadi kosong, Kaysie yang memiliki badan semungil itu dapat menghabiskan tanpa sisa sedikitpun. Perasaan bangga namun tidak percaya di tunjukan wanita itu dengan sangat jelas sambil melihat kearah piring kosong itu.
"Wah" komentarnya singkat lalu menyentuh perutnya yang masih rata.
Membayangkan ribs, udon dan teman-temannya yang lain sudah berpindah dalam perutnya membuat Kaysie merinding sendiri. Tapi tidak apa, ini adalah caranya untuk bahagia sekaligus dapat berbagi dengan banyak orang akan makanan apa saja yang lezat dan bagaimana tips-tips untuk menikmatinya dengan suka cita.
__ADS_1