
Kaysie melenggang penuh percaya diri masuk kedalam salah satu pusat perbelanjaan di pusat kota S. Kakinya terbalut cantik sebuah stiletto dari rumah mode ternama C.L, stiletto itu setinggi 12 centi dengan warna silver yang dikombinasi dengan gold. Penampilan Kaysie hari ini memperlihatkan kesan yang penuh arogansi, harga diri tinggi dan keindahan. Jangan lupakan sebuah hand bag dari brand G yang tidak usah di tanyakan lagi berapa harganya karena akan membuat orang yang mendengarnya sakit kepala.
Wanita itu masuk ke salah satu toko baju kemudian melihat-lihat seluruh koleksi yang ada disana. Kaysie tidak ingin mengingat rasa sakitnya akan Adrian. Hari ini ia bertekad akan bahagia dengan apapun yang ingin di lakukannya, tidak peduli jika harus menghabiskan ribuan dollar yang penting hatinya bisa sedikit lebih baik. Harapnya.
Kaysie terus berkeliling di toko itu tapi tidak ada satupun barang yang menarik minatnya, ia kemudian berpindah ke toko lainnya. Berkeliling satu toko dan toko lainnya itu nyatanya tidak membuat Kaysie membawa satu paper bag pun.
Wanita itu bukannya merasa senang justru menjadi kesal sendiri, ia keluar dari toko terakhir sambil menghentakkan kedua kakinya dengan kesal kemudian duduk di salah satu kursi yang tersedia di pusat perbelanjaan itu.
"Capek" keluhnya langsung sambil memijit betis kakinya yang sekarang sudah terasa kaku karena berjalan terlalu lama dengan stiletto tinggi itu.
Kaysie hanya duduk disana sambil melihat sekelilingnya, seperti biasanya pusat perbelanjaan akan ramai sekalipun saat weekdays. Otaknya kembali berfikir akan apa lagi yang ingin dilakukannya untuk menghabiskan sisa hari ini.
Mata Kaysie yang sedang berpetualang itu kemudian berhenti tepat disebuah restoran daging. Itu hanya restoran daging tradisional, ia pernah makan sekali disana dan rasanya tidaklah buruk.
"Oke makan saja"
Keputusan itu dibuatnya dengan segera setelah ia merasa tertarik akan restoran daging tradisional itu. Kaysie akan menaruh uangnya disana alih-alih menghabiskannya untuk membeli berbagai barang yang sepertinya tidak terlalu di butuhkannya.
Jangan terkecoh akan label tradisional, restoran itu termasuk jajaran restoran mewah yang ada di pusat perbelanjaan ini. Dekorasinya sangat tradisional dengan ornamen kayu dan meja makan yang di tata ala prasmanan dengan alas bantal untuk duduknya tapi lihatlah berapa nominal harga dalam buku menunya yang membuat sekali lihat juga tau kalau ini adalah restoran mewah.
Kaysie yang sudah masuk kedalam memutuskan menempati satu meja yang ada di dekat jendela, ia ingin makan dengan tenang sambil melihat mobil yang berlalu-lalang masuk kedalam parkiran.
Buku menu yang ada di atas meja kemudian di buka oleh Kaysie. Menu disana di susun atas tiga bagian, appetizers dengan menu-menu ringan yang sangat cocok untuk makanan pembuka kemudian bagian ke dua ada main cost dan yang terakhir adalah dessert dengan berbagai pilihan menu.
Selagi Kaysie memilih menu, datanglah seorang pelayan wanita dengan senyuman ramah untuk mencatat menu yang akan di pesan oleh Kaysie.
"Beef salad original, hainan chicken, beef BBQ, steam boat tom yum, matcha cake dan smoothies strawberry" Kaysie menyebutkan makanan yang ingin di makannya hari ini sambil membolak-balik buku menu itu.
"Untuk dua orang Nona ?" tanya pelayan wanita itu sambil mencatatnya dalam kertas pemesanan.
Kaysie menutup buku menunya kemudian tersenyum kecil "Satu orang, semuanya untuk saya" jawabnya tanpa ragu. Kaysie tahu mungkin sesaat lagi pelayan itu akan mengatakan kalau ia sangat rakus tapi biarlah semua itu seakan adalah obat patah hati untuknya.
Pelayan wanita itu sempat berhenti mencatat untuk sesaat setelah mendengar jawaban dari Kaysie, pikirnya wanita ini apa bisa menghabiskan seluruh makanan itu seorang diri ? terlebih sepertinya pelanggannya itu tipikal nona-nona yang sangat menjaga berat badannya.
"Permisi" Kaysie mengibaskan tangannya kepada pelayan wanita itu karena ia terlihat melamun.
Pelayan wanita itu tekisap sedikit, ia menunduk dalam seraya memohon maaf kemudian menyelesaikan pekerjaannya untuk mencatat pesanan Kaysie.
__ADS_1
"Apa ada lagi yang ingin di tambah Nona ?"
"Tambahkan air mineral 1, sudah itu saja"
Kaysie selesai mengucapkan pesanannya, bayangan akan makanan yang dipesannya itu terbayan dengan jelas di dalam kepalanya. Hari ini Kaysie akan makan tanpa beban apapun, lupakan timbangan untuk sesaat dan makan dengan bahagia itu tujuan Kaysie hari ini.
Pelayan wanita itu kemudian berlalu pergi setelah berpamitan dengan sopan sambil mengatakan kalau pesanan Kaysie akan segera di siapkan.
Selagi menunggu makanannya datang Kaysie melihat lalu lalang mobil dengan pandangan mata yang seperti sedang berfikir, ia bahkan menopang dagunya dengan salah satu tangannya.
"Bagaimana cara membalas Adrian" ujarnya tiba-tiba mengatakan apa yang tengah dipikirkannya.
Kaysie selama dua hari ini sibuk mengembalikan kekuatan hatinya walaupun nyatanya kondisi hatinya masih hancur berantakan tapi rasa dendam mulai membuat hatinya perlahan menguat, ia berniat membalas perlakuan jahat mantan tunangannya itu dengan cara yang tidak bisa dibayangkan.
Adrian akan memohon ampun di kakinya, itu adalah tujuannya tapi yang sekarang jadi masalahnya adalah bagaimana membuat rencana agar tujuannya itu tercapai. Sampai dengan saat ini saja Kaysie masih belum bisa menemui Adrian, rasanya hatinya masih perih hanya dengan melihat wajah pria itu bagaimana bisa ia balas dendam kalau seperti itu keadaanya.
Helaan nafas berat terdengar dari mulut Kaysie, sesi berpikirnya tidak menemu jalan keluar apapun. Tidak ada satu cara yang bisa digunakannya untuk membalas dendamnya pada Adrian.
"Nona, ini pesanan anda"
Kaysie mengalihkan pandangannya, di sebelahnya sudah datang seorang pelayan pria yang membawa pesanannya. Beef salad tersedia terlebih dahulu bersama dengan satu botol air mineral. Kaysie mempersilahkan pelayan itu untuk menata makanan di mejanya "Terima kasih" ucapnya dengan ramah sambil tidak lupa tersenyum kecil.
Tanpa buang waktu lagi Kaysie mengangkat sendok dan garpu, ia membasahi tenggorokannya dengan air mineral terlebih dahulu kemudian mulai menikmati makanan pembuka itu. Tangannya dengan hati-hati mencampur beef salad itu agar seluruh sausnya dapat melumuri sayuran dan juga dagingnya.
Merasa seluruhnya sudah tercampur kemudian Kaysie mengambil satu potong daging dan beberapa sayuran kemudian di arahkan kedalam mulutnya, kedua matanya terpejam untuk menikmati rasa nikmat yang memanjakan indera perasanya. Beef salad itu memiliki rasa yang ringan namun sangat menyegarkan karena memakai bahan-bahan sayuran yang segar.
"Enak" seru Kaysie dengan jujur menilai makanan yang tengah dinikmatinya sekarang.
Kaysie mungkin tidak asing dengan menu makanan ini karena setiap saat ia bisa meminta koki di rumah untuk membuatkannya tapi ini pertama kalinya Kaysie makan tanpa beban apapun, hatinya merasa lebih baik dan wajahnya terlihat bersinar.
Makanan selanjutnya kemudian datang, Kaysie mengatur mejanya agar makanan itu dapat tersusun rapih. Kali ini yang datang adalah hainan chicken dan steam boat tom yum dengan asap yang terlihat mengepul tanda makanan itu baru saja matang.
"Apa Nona akan melakukan siaran mukbang ?" pelayan wanita itu bertanya sambil menyusun makanan itu di meja Kaysie.
Pertanyaan pelayan wanita itu membuat Kaysie bingung "Apa itu mukbang ?" tanyanya balik. Ini istilah baru yang tidak pernah di dengarnya sama sekali, apa itu semacam trend terbaru ? tapi kenapa ia baru mendengarnya ? padahal Kaysie selalu mengikuti perkembangan trend saat ini.
"Mukbang itu siaran makan online Nona, jadi nanti orang yang makan akan di rekam terus nanti di upload ke sosial media atau chanel YouTube"
__ADS_1
Kaysie mendengarkan dengan seksama penjelasan pelayan wanita itu, pantas saja Kaysie tidak tau karena itu adalah istilah yang sedang trend dalam industri makanan sedangkan ia lebih sering up-to-date untuk dunia fashion.
"Ah seperti itu" respon singkat Kaysie, mungkin setelah ini ia akan mencari lebih jelas akan trend mukbang ini.
Pelayan wanita itu mengangguk mengerti kemudian ia berlalu pergi untuk menyiapkan pesanan Kaysie selanjutnya.
Kaysie melihat piring dan mangkung yang berisi dua menu berbeda yang sejak tadi seakan sudah memanggilnya. Hainan chicken yang terlihat pucat namun memiliki aroma yang sangat harum sedangkan steam tom yum yang di letakan di atas mangkuk putih terlihat memiliki warna kaldu yang lebih kontras yaitu merah di bandingkan dengan menu hainan chicken yang berwarna putih pucat.
Sendoknya sudah siap, Kaysie mengambil sedikit kaldu dari hainan chicken. Air kaldu itu memberikan rasa segar terlebih ini adalah menu yang sangat menyehatkan hingga rasanya sangat kaya.
"euaah... sangat menyegarkan" Kaysie berseru dengan senang padahal ia baru saja menyicipi kuah kaldu dari menu itu.
Perasaan semangat langsung memenuhi hatinya. Kaysie kembali menikmati makanan itu dengan suka cita, wajahnya semakin berseri dengan senyuman yang tidak pudar dari bibirnya. Rasanya seperti mendapatkan angin segar di tengah badai dahsyat yang beberapa hari ini terus menganggu ketenangan hati dan jiwanya.
Kaysie terus menikmati makanan itu, sendoknya bahkan tidak di letakan karena ia masih bersemangat untuk menghabiskan makanan itu. Awalnya sedikit rasa ragu menghampiri Kaysie saat memesan makanan itu, ia terbiasa hanya makan dalam porsi kecil karena pola dietnya tapi hari ini sepertinya Kaysie mampu menghabiskan semuanya karena hatinya sangat gembira menikmati makanan itu.
"Bodo amat sama diet" komentarnya dengan singkat setelah ia sesaat sadar kalau kali ini ia makan melebihi porsi yang di tetapkan oleh dokter gizi pribadinya.
Selagi Kaysie menikmati makannya, menu terakhir datang bersama dengan dessert juga smoothies strawberry pesanannya. Kaysie kemudian meletakan sendoknya untuk sesaat lalu merapihkan mejanya agar makanan yang tersisa itu bisa mendapatkan tempat di meja yang berukuran sedang itu.
"Bagaimana Nona ? apa sesuai selera anda ?" pelayan wanita yang mengantar menu terakhir bertanya dengan sopan kepada Kaysie.
Kaysie mengusap bibirnya sesaat dengan tissue makan kemudian melihat kearah pelayan wanita itu "Iya, sangat enak tolong sampaikan salam saya untuk chef yang membuatnya" ujarnya.
Pelayan wanita itu tersenyum dengan ramah "Baik Nona akan saya sampaikan, mohon maaf sebelumnya saya sempat memperhatikan wajah Nona yang sangat bahagia saat menikmati makanan kami"
"Benarkah ?" tanya Kaysie ragu, ia sangat senang akan makanan yang di pesannya ini tapi apakah itu terlihat jelas di wajahnya ?
"Tentu, wajah Nona berseri dan membuat Nona terlihat semakin cantik"
Pujian yang di lontarkan pelayan wanita itu membuat Kaysie tersenyum malu, ia mengangguk kecil sambil mengucapkan terima kasihnya.
"Silahkan di nikmati kembali Nona, jika ada perlu bisa panggil saya disana" pelayan wanita itu kembali melanjutkan ucapannya sambil mengarahkan tangannya kearah pintu depan dimana nanti ia akan berdiri disana.
Kaysie mengangguk mengerti, pelayan wanita itu pergi ke tempatnya lalu Kaysie terlihat memikirkan ucapan dari pelayan wanita itu sebelumnya. Ia merasa ragu ? benarkah ia terlihat bahagia ? padahal saat ini hatinya sedang berusaha mati-matian meredakan badai dahsyat itu tapi benarkah hanya karena makanan ia jadi terlihat lebih bahagia ?
Seakan tidak percaya, Kaysie mengambil cermin kecil dari dalam tasnya. Ia melihat pantulan dirinya dalam cermin itu, tidak ada raut kesedihan di wajahnya saat ini sungguh berbeda drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya.
__ADS_1
Kaysie melihat kearah makanan yang di pesannya di atas meja "Apa karena mu aku bahagia ?" tanyanya bermonolog seakan tengah berbicara kepada makanan itu.
Sungguh tidak di sangka kalau kebahagiaan bisa di dapatkan dengan mudah dengan hal-hal kecil, seperti saat sedang makan seperti itu.