
Mataku akhirnya terbuka kembali setelah di tarik oleh arus lubang yang berada di belakangku setelah mengucapkan selamat tinggal kepada kakakku dan menyadari bahwa diriku berada di tengah hutan rimbun yang sangat lebat.
"aw.... "
Tubuhku terasa remuk dan mencoba untuk bangkit dan melihat lihat keadaan sekitar.
"Sepertinya ini sore hari"
Aku melihat-lihat ke arah langit lalu teringat dengan ucapan malaikat atau Dewa itu? dan membuka status ku.
"Status"
Seketika Sebuah layar transparan muncul di depan mata ku dan memperlihatkan struktur tubuhku serta kekuatannya.
...Status...
Nama : Aciel Raditya Rafa Level : 1
Job : Summoner / Necomander Kelelahan : 0
Title : None
HP : 100 Status pasangan : JOMBLO
------------------ Tinggi : 179 cm
MP : 100 Berat : 70
_____________________________________________
Kekuatan : 70
Kecepatan : 50
Ketahanan : 42
Potensi : 100
Tambahan : ruang dimensi perbekalan
"Wow lumayan juga Dewa atau malaikat itu baik"
Ucap ku senang tapi setelah melihat status pasangan, aku langsung mencibir dia meledek ku sekali dengan tulisan jomblo yang dibesarkan besar kan.
"Hm... lalu selanjutnya aku harus apa?"
Aciel melihat ke kanan dan kiri nya sebentar lalu terfikir kan untuk menemukan manusia, dan mencoba sihir yang ia punya, sambil berjalan, meski Ia baru tiba di dunia ini tapi ia sudah mendapatkan baju yang bagus untuk menjelajahi hutan seperti ini dan juga tas selempang untuk terlihat seperti penjelajah meski ia punya ruang dimensi.
Dan setelah mengecek isi di dalam ruang dimensi nya ia merasa puas, beberapa alat dan makan juga lengkap beserta bumbunya.
__ADS_1
"Tidak buruk..."
Saat aku berjalan aku terfikir kan sesuatu, bagaimana jika aku mencoba sihir nya terlebih dahulu!?, aku berhenti bergerak menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, lalu mulai merapal mantra.
"Blarrrr...."
Api benar benar muncul ditangan ku!, tapi entah kenapa aku merasa ini terlalu kecil dan kembali memeriksa status dan terkejut, mataku terbelalak tidak percaya dengan layar status ku sekarang.
Status
Nama : Aciel Raditya Rafa Level : 1
Job : Summoner / Necomander Kelelahan : 10
Title : None
HP : 100 Status : Jomblo
------------------ Tinggi : 179 cm
MP : 0 Berat : 70
_____________________________________________
Kekuatan : 70
Kecepatan : 50
Ketahanan : 42
Potensi : 100
"A...APA APAAN INI!!!!"
"Hanya untuk menyalakan api kecil membutuhkan 100 MP?"
"AAAAGRHHHHH!!!!!"
Setelah tenang aku terdiam lama. lalu mulai mengumpat, "dasar malaikat sialan!!! berani beraninya menipu, bisa bisa aku diberikan mp yang rendah job ku kan Summoner!!!,"
"Haah...."
Pada akhirnya aku berbaring di akar pohon yang besar, menyerah akan takdir, percuma aku tidak bisa langsung mengeluh ke orang nya lagi, aku menatap langit lama hingga merasakan bahaya mengintai ku, dan segera bangkit lalu melihat ke sekeliling.
Aku berdiri dengan cepat dan melihat ke semua arah, sampai tiba-tiba saja seekor singa melompat yang akan menyerangnya dari semak belukar, aku menghindar dengan cepat dan berlari menjauh, secepat mungkin.
"Sial sial sial"
Mulut nya tidak bisa berhenti untuk mengutuk. dan mencoba yang terbaik pergi dari sana sambil menghindari singa yang tampak besar. itu sulit karena lima kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang ada di bumi.
"Status!"
__ADS_1
Tingkat kelelahan berkurang dengan cepat Aciel mencoba terus berlari dari sana, lalu tanda peringatan bahaya di layar status miliknya bertuliskan kata-kata
[Tingkat kelelahan lebih dari 100 akan menyebabkan tubuh lemas dan pingsan]
[ ⚠️⚠️⚠️⚠️]
Itu terus berulang-ulang terdengar nyaring di kepalanya setelah layar status didepan nya menghilang. karena aciel mencoba untuk fokus menghindari monster ini.
"Hah..hah..."
Aciel mulai merasakan tanda-tanda kelelahan dan ia mencoba untuk tetap bertahan, di ujung jalan dia melihat sebuah cahaya dan aciel memberikan kekuatan penuh untuk menerobos ke sana.
"Waaa!!!!"
Tubuhnya berguling guling dari atas bukit dan "BRAKKKK!!" kepalanya membentur batu dengan keras, dia terbaring di rerumputan hijau, kelelahan tingkat tinggi dan pendarahan membuatnya lemas tak berdaya. matanya melihat kehutan yang baru saja ia lewati, singa besar itu seperti tidak tertarik lagi untuk datang ke sini.
Singa itu mengaum lalu berbalik pergi meninggalkan mangsanya aciel, aciel merasa lega tapi tidak bisa melakukan apapun karena sudah jatuh pingsan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berovia sebuah kerajaan indah di benua Golrotley, itu adalah kerajaan yang kuat meskipun kerajaannya adalah raja boneka, bangsawan sangat suka sewenang-wenangnya, apalagi menyusahkan rakyat miskin nya, seperti di desa Padang rumput ini, desa terjauh di dekat pengunungan dan hutan kematian, sangat terpelosok sekali.
Meskipun begitu, kerajaan juga berbaik hati untuk memberikan penyihir terkuat setiap tahunnya. untuk memperbaiki pelindung perbatasan antara hutan kematian dan desa Padang rumput, tapi buruk nya jika penghalang itu runtuh duluan mereka akan lebih mati cepat.
Juga tidak ada orang yang mau sama sekali untuk masuk ke dalam sana, jika anda masuk ke hutan kematian maka kau tidak akan pernah bisa keluar hidup hidup, makanya pendapatan di desa ini sulit, tidak ada petualang yang mampir ke sini, pajak di sini lebih murah dari pada tempat lain, tapi tetap saja bagi warga sulit untuk kemanapun karena desa ini di halangi gunung besar.
Tapi disini ada benteng pertahanan jika sewaktu-waktu penghalang menghilang, jadi di pusat desa cukup ramai oleh para penjaga. disebuah bar yang ramai seorang gadis sibuk berlari kesana-kemari membawa makanan dan piring kotor.
"Liliana... tolong bir nya satu"
"Aku juga!!!"
"Aku juga!!"
"Ba...baik tunggu sebentar"
Liliana kembali berlari untuk mengantarkan pesanannya dan akhirnya jam tutup Liliana menghela nafas lega owner pemilik memberi nya bonus tambahan dan ia berjalan pulang ke rumah nya yang terujung di desa ini, sangat berhadapan dengan hutan kematian.
Dulu kecil ia sangat khawatir dengan pemandangan menyeramkan seperti itu, tapi tidak lagi, dan mau bagaimana lagi rumah di sana yang paling murah untuk sebatang kara seperti nya, jadi dia masih mengumpulkan uang untuk bisa membeli rumah lain yang tidak berpapasan langsung dengan hutan kematian.
Saat ia akan membuka pintu sesuatu pemandangan menarik perhatiannya, ia mencoba untuk memperjelas penglihatan nya dengan mengucek kedua matanya, dan melihat seseorang terbaring di sana, kaki nya melangkah cepat penasaran dan khawatir.
"Apakah orang itu petualang ilegal yang diam diam masuk ke hutan? apa bukan apa dia mati?", semua pertanyaan tumbuh dikepala kecilnya.
Liliana segera memeriksa pria itu dan menghela nafas lega ia hanya kelelahan dan pendarahan kecil di kepala, ia memutuskan untuk menyembuhkan pria itu di rumah nya, ia mencoba mengangkat nya dengan penuh perjuangan, tubuhnya kecil dan harus menyeret pria besar yang pingsan seperti itu menyusahkan dirinya.
"Hah hah...."
"Berhasil...."
Liliana bersyukur bisa membawa pria besar itu ke kasur nya, ia segera menyiapkan obat dan mengobati pria itu.
__ADS_1
"Aku berharap dewa cahaya memberkati mu..."
Doa nya sungguh sungguh, setelah mengobati pria yang masih tertidur pulas ini, ia pun juga lelah dan jatuh tertidur dengan kepala bersandar di ranjang samping kepala pria itu.