Story Of The King Summoner Aciel

Story Of The King Summoner Aciel
Penolong terbaik


__ADS_3

"Ah..."


Kepala aciel terasa berat pandangan nya mengaburkan sekitar nya, ia sedikit terkejut dengan nafas hangat disebelahnya dan melihat seorang wanita yang tertidur pulas disamping kepalanya.


"Ce.. cewek!!!"


Dia terkejut setengah mati hampir aja dia akan melompat dari kasur itu, tapi teriakannya menyebabkan sang wanita yang tertidur di sebelah nya terbangun dengan kaget.


"AH! apa kenapa!?"


Mata mereka berdua saling tatap dan wajah nya aciel merah lebih dulu dan memalingkan muka dari wajah cantik wanita disebelahnya.


"Ehem ehem, saya minta maaf... membangun kan anda..."


Ucap aciel yang masih merasa malu.


"Oh... tidak apa-apa.., kukira anda berteriak keras kenapa..."


Dia tertawa kecil, rambutnya yang indah membuat nya terpesona, warna lembut dari pirang itu dengan mata birunya yang bersinar di langit membuat hati aciel berdetak kencang, ia terkejut dengan reaksi tubuh nya sendiri dan mulai menenangkan diri.


"Em... maaf apa anda tau saya dimana?"


"Eh apa anda bukan petualang?"


Mata nya menatap aciel heran dan penuh pertanyaan, tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya jadi aciel berdalih bahwa dia tiba-tiba saja berada di sekitar.


"Jadi kamu tiba-tiba saja ada di sana"


"Iya benar saya tiba-tiba di sana, Bahkan aku tidak ingat siapa aku dan dari mana asalku"


Ucap Acil penuh kebohongan dia benar-benar tidak ingin mengakui kalau dirinya tiba-tiba saja berada di dunia ini, untuk jaga-jaga saja, siapa tahu itu akan jadi kelemahannya.


Wanita cantik itu menatapnya dengan sedih,


"Tidak apa-apa jika anda tidak ingat, lalu apa yang anda rencanakan setelah sembuh?"


"Saya juga tidak tahu tapi yang pastinya aku akan melihat-lihat situasi terlebih dahulu.."


Ucapan penuh kebohongan dari Acil sungguh mengalir seperti air.

__ADS_1


"Kalau begitu Anda boleh tinggal sementara di sini bersama saya," wanita itu tiba-tiba saja memberikan sebuah ide.


"HAH?! apa apa sungguh baik baik saja?"


Acil terkejut dengan tawaran murah hati wanita itu.


"Iya, tidak apa-apa kok, kamu boleh tinggal di sini selama yang anda mau"


"Em.. itu bukan kah tidak nyaman bagimu?"


Wanita itu mengangkat alis nya penasaran dan menjawab.


"Tidak saya nyaman tuh...."


Aciel dengan berat hati mengatakan bahwa kami berbeda "Anda perempuan dan saya laki-laki tidak baik untuk wanita serumah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya"


"Oh..., jadi maksud mu begitu, aku paham"


"Jadi aku tidak harus merepotkan Anda dan tinggal disini" ucapan yang telah dipikirkanku, tapi dia sudah membalas terlebih dahulu dengan kata-kata.


"Mulai sekarang anda jadi adikku ya mohon bantuannya"


"AKH!!"


"Baiklah mohon bantuannya kakak"


Padahal kalau Acil lihat-lihat wanita ini hanya di atasnya 1 tahun, bagaimana dia melakukan sesuatu yang aneh nanti!!!, "MAKSUDNYA SAYA KAN JUGA LAKI-LAKI!!!" teriakkan dalam hati nya terdalam.


Dan pada akhirnya mereka berdua berkenalan nama kakak angkatnya ini adalah Liliana, dia sudah sejak kecil berada di desa Padang rumput ini. dan saat Liliana bekerja baru aciel memikirkan tentang dunia yang ia tempati ini.


Ia masih berbaring di ranjang tempat tidur milik Liliana karena di sini hanya ada satu kamar tidur. Aciel menatap langit-langit yang terbuat dari kayu yang sangat sederhana dan mulai berpikir, dan mengetahui nama negara ini dan benua nya juga.


Dia sedikit kebingungan apa yang harus dia lakukan di sini?, maksudnya ia mengetahui bahwa dia telah diberi kesempatan kedua oleh Tuhan atau apapun itu namanya. dia tidak menyangka tempatnya ini terlalu damai, dia bisa saja memilih untuk tidak melakukan apapun di dunia ini.


Hanya ingin memperkuat dirinya sendiri, bahkan di dunia ini tidak ada sekolah, jadi dia tidak punya kewajiban apapun kecuali membayar pajak tentunya, tapi dia kan belum terdaftar di kerajaan ini, jadi dia tidak wajib membayar pajak.


Dia mencoba memikirkan kakak perempuan tiri aslinya yang hidup di dunia lama itu, Dan teringat sebuah kenangan sedih saat itu dia baru saja masuk SMP dan berteman dengan orang-orang yang ternyata anak nakal.


Pasti nya saja dirinya terbawa oleh teman-temannya itu ia mulai mengikuti tawuran ikut main-main nggak jelas keluyuran ke mana-mana, dan di saat itu Aciel belum ngerti, dia cuma tahu dia tinggal sama kakaknya.

__ADS_1


Nggak tahu dia duit kebutuhan hidupnya tuh, ditanggung semua oleh kakaknya, mulai dari hal terkecil sampai yang terbesar, dan saat itu teman-temannya ngeledekin dia gara-gara nggak punya motor, awalnya dia tahan sampai berlarut-larut dia akhirnya mulai membujuk kakaknya.


Kakaknya hanya berkata "tunggu ya kakak masih nabung", Tapi sampai setahun kemudian itu motor belum ada, semakin lah dia diledekin teman-temannya setongkrongan, aciel gak tahan dan dia marah ke kakaknya ngatain dia segala macam terus kabur, nginep di rumah temen.


Akhirnya ketemu setelah 3 hari dan di dalam rumah udah ada motor yang ia mau, aciel awal nya seneng banget, tapi mulai merasa aneh, apalagi saat dia tiba-tiba nguping pembicaraan ibu ibu di salah satu rumah.


"Kamu gak tau say? kasian banget sama neng Alya"


"Oh kenapa tuh?"


Ibu ibu disana penasaran.


"Ya dia minjem uang ke pak RT lagi buat beliin adiknya motor,"


"Oh kasian si Alya utang judi ayah tiri nya juga dia yang suruh nanggung kan karena ayah tirinya tiba-tiba mati kecelakaan"


"Ya, kasian banget anak sama ayah gak tau diri"


"Ya bener aciel itu Kenapa gak diusir juga dari kampung"


"Heh sttttss jangan kedengaran sama Alya loh nanti dia sedih!"


"Loh kenapa toh? harus nya aciel kan tau diri gitu ya dari kecil di urus kakak tirinya"


"Kamu gak tau cerita Bu RT? dia juga pernah bujuk Alya biar ngebiarin si aciel waktu jadi anak nakal suka tawuran, tapi Alya gak mau katanya aciel itu alasannya hidup, sampe sekarang kalau aciel mati dia juga bakal mati."


"Eh serius kah? aduh kasian nya".


"Ya kabarnya beberapa kali alya pengen bunuh diri waktu dulu tapi karena ngerawat aciel jadi dia punya tanggung jawab buat ngejaganya"


"Sedih nya jika aciel tau pengorbanan kakak nya"


"Kita doain aja yang terbaik buat Alya semoga diberikan kemudahan."


"Amin"


Dan disitu Acil mendengarkan kisah kakaknya yang berjuang mati matian untuk merawatnya, dan mulai menangis tak berdaya, dia kembali ke rumah kontrakan kecilnya dan melihat kakaknya yang mengetik sesuatu di keyboard di laptop tua milik nya.


Disitu ia baru menyadari Alya kakak nya sangat kelelahan, dan lesu tubuh nya sudah kurus terlihat semakin kurus, air mata berjatuhan di matanya.

__ADS_1


"Kakak..."


Ia berlari masuk ke dalam rumah dan memeluk tubuh kakaknya yang kecil, dia meminta maaf sebanyak banyaknya atas apa yang ia lakukan dan menyakiti hati kakaknya, ia juga berjanji akan menuruti keinginan kakak nya untuk membalas semua kebaikan nya selama ini, karena merawat nya dengan tulus.


__ADS_2