
Disitu aciel menangis tersedu-sedu dan meminta maaf atas segala kejadian dan kesulitan yang dibuat untuk kakak nya,
"Dasar anak, nakal kamu baru sadar kamu dengar dari siapa kakak akan memarahinya untuk mu..."
Tapi pelukan Alya juga sama kuat nya, akhirnya saat itu Alya bisa merasakan sebuah keluarga dengan adiknya ini.
"Hey...., dek jangan menangis lagi..., meskipun kita beda ayah, tapi ibu kami sama. saya akan bertanggungjawab atas dirimu sebaik-baiknya"
"Tapi kenapa kakak tidak pernah bilang..."
Dan Alya hanya tersenyum kecil, dan menyentil kepalanya dengan keras hingga aciel mendesis sakit, "kamu kan bocah mana mengerti, jadi mulai sekarang nurut sama kakak oke jangan temenan sama anak nakal kayak gitu!"
"Iya.."
"Sekolah yang bener buat masa depan mu!"
"Iya..."
"Kamu masih liat hantu lagi gak?"
"Ya... makanya aku Deket sama anak nakal itu karena mereka yang ngelupain aku dari berisik nya hantu yang dikanan dan kiri ini."
"Hah...kalau begitu cuekin aja oke kakak disini..."
Alya tersenyum dan sebuah buku tiba-tiba terjatuh dari rak belajar nya aciel, dia melihat sosok besar itu marah dengan kata-kata kakaknya.
"Dia marah kak tapi demi kakak saya akan mengabaikan setan setan jelek itu.."
"Bagus adik ku yang baik..."
"Ingat ya kalau kamu kenapa napa kakak khawatir sama kamu!"
"Ya, kak aku janji akan baik baik aja."
Ketika kenangan berharga itu berputar di benak aciel, dia mulai terpikirkan untuk cepat-cepat bisa mengabari kakaknya yang ada di dunia lama nya dengan menguasai job nya Summoner / Necomander.
Sebenarnya dia juga bingung kenapa job nya seperti ini necomander mempunyai pasukan mati bukan?. "tapi kenapa summoner juga jadi job ku?," dia berfikir keras tapi tidak tahu alasan nya dan menyerah.
Lebih baik belajar memperkuat MP nya terlebih dahulu untuk saat ini.
"Bersemangat lah Aciel!! lakukan yang terbaik!"
Dia mengangkat tangan nya tinggi tinggi untuk menyemangati dirinya sendiri dan menyebabkan beberapa bagian tubuh nya yang terluka ikut bergerak dan membuat nya berteriak.
"AWWW!!!"
"Hah...., intinya saya harus sembuh terlebih dahulu"
...****************...
Di bar tempat Liliana bekerja, beberapa penjaga yang sedang minum minum bertanya.
"Liliana kudengar kau mengadopsi adik laki-laki?"
__ADS_1
"Ah... ya, namanya aciel tuan.."
Liliana tersenyum manis dan menyerahkan makanan yang dipesan oleh kelompok itu.
"Eh bener kah?!!! adik laki-laki bagaimana bisa?"
"Hm..??? dia terjatuh di dekat bukit perbatasan hutan kematian?"
Liliana berfikir fikir.
"Bukankah itu seorang petualang ilegal? kita harus menangkap nya!"
"Tapi... tuan, dia tidak mengingat apapun kecuali beberapa hal sepele, jadi dia pasti bukan petualang ilegal yang mencoba menerobos penghalang hutan kematian"
"Tapi Liliana masa anda percaya begitu saja dengan bocah laki-laki itu?"
"Saat menemukan nya aku bahkan tidak merasa mana di tubuh nya jadi mungkin dia benar benar terpental oleh portal sihir perpindahan."
"EHHHH!!???"
Semua orang di bar yang mendengar kan terkejut.
"Anak tanpa mana? langka sekali bukan?"
Semua orang disana heboh dan Liliana kembali ke pekerjaan nya, dia juga penasaran bagaimana bisa ada seseorang yang tidak punya mana sedikit pun didunia ini?, karena biasanya yang ke habisan mana akan langsung mati, tapi saat itu dia memeriksa tubuh aciel Liliana tidak menemukan jejak energi mana sama sekali.
"Ih..., jangan dipikirkan... ayo kita rawat dia dengan baik!!!"
Liliana kembali fokus untuk bekerja dan saat bar tutup dia baru bisa pulang ke rumah nya, dia membawa makanan sisa dari bar, hadiah untuk nya dan aciel dari pemilik bar, Liliana tersenyum lembut dengan membawa kantong makanan itu kerumahnya.
"Aciel apa kau sudah tertidur?"
Liliana membuka pintu sangat pelan agar tidak membangun kan aciel tapi aciel sedang bersandar nyaman di ranjang tempat tidur nya dan membaca baca sebuah buku.
"Ah.. anda datang kakak!"
"Ya bagaimana apa kau merasa pusing dan sumpek karena terlalu lama di rumah?"
Aciel terkekeh mendengar nya dia tidak menyangka Liliana menghawatirkan dirinya bosan karena penyembuhan ini, "tidak kok saya senang karena membaca buku-buku milik mu yang ada di rak kayu disini..."
"Oh... jadi kamu membaca buku-buku itu ya?, bukankah tidak terlalu menarik? itu hanya kumpulan obat dan macam macam tumbuhan yang aku pelajari."
Balas Liliana, aciel sedikit terkejut, "Apa anda belajar menjadi dokter?," mata nya penasaran.
"Ah...ti... tidak bisa sampai disebut dokter..."
Wajah Liliana memerah malu dipuji dengan bagus seperti itu, "Di waktu senggang ku aku berusaha meracik obat, karena ada dokter tua yang baik hati mau mengajar anak miskin seperti ku, memberikan seluruh buku yang ia punya, dan saat beliau meninggal aku mewarisi ilmu nya."
Selagi dia bercerita Liliana meletakkan barang barang nya dan menyiapkan sup yang diberikan oleh pemilik bar kepada mereka, dengan beberapa bongkahan daging dan juga 2 roti hangat, Liliana terampil menyiapkan meja kecil untuk menaruh mangkuk sup itu di atas aciel yang bersandar, dia juga memberikan satu buah di depan nya.
Aciel terkejut karena meja didepannya berisi banyak makanan, sup dengan beberapa potong daging, 1 roti satu buah dan segelas air, "ini bukan kah terlalu banyak Liliana?"
"Tapi anda masih dalam penyembuhan..."
__ADS_1
Dia memakan mangkuk lain dengan 1 roti yang tersisa, "Hmmm... masakan bibi yu memang paling nikmat segera dicoba aciel!"
Aciel tidak bisa berkata apa-apa lagi dan memakan nya dengan lahap, penerangan malam di rumah kecil itu hanya ada satu buah lilin, dan beberapa kali kami dalam keheningan.
"Terimakasih atas makanan nya..."
Kami berdua mengucapkan hal yang serupa seperti berdoa kepada Tuhan atas makanan yang kami makan malam ini, Liliana dengan cekatan membersihkan kembali meja dan piring piring yang kotor itu dengan sihir.
"Wow Liliana sihir mu keren maaf saya tidak bisa membantu mu beres beres..."
"Ah...., tidak apa-apa ini tidak repot kok..."
Liliana tersenyum kecil setelah semua nya selesai dia memeriksa keadaan aciel terlebih dahulu dan memastikan bahwa tubuh nya semakin membaik, tapi satu hal yang mengejutkan nya ada mana kembali di dalam tubuhnya, Liliana hampir melompat kaget dari kursi nya.
"Liliana!? ada apa!?"
Aciel penasaran dengan apa yang terjadi pada Liliana yang terkejut.
"Hah! aciel apa kau mempunyai mana?"
"Oh ya aku punya..."
Aciel membuka status dan layar game ini muncul di depan mata nya mungkin layar ini tidak bisa diliat oleh Liliana atau orang lain.
Nama : Aciel Raditya Rafa Level : 1
Job : Summoner / Necomander Kelelahan : 0
Title : Adik angkat sang dewi cahaya
HP : 100 Status : Jomblo
------------------ Tinggi : 179 cm
MP : 50 Berat : 70
_____________________________________________
Kekuatan : 70
Kecepatan : 50
Ketahanan : 42
Potensi : 100
Kecerdasan : 80
Perlahan tapi pasti MP ku mengisi ulang dan kelelahan ku kembali menurun, sebentar aku merasa ada yang aneh aku kembali melihat dengan seksama detail title adik angkat sang dewi cahaya?
"Apa maksudnya itu?"
Aciel bergumam kecil sendiri dan Liliana yang memperhatikan nya mulai bertanya.
__ADS_1
"Aciel ada apa?"
"Ah... tidak ada apa pun..."