Story Of The King Summoner Aciel

Story Of The King Summoner Aciel
Sembuh


__ADS_3

Title : [Adik angkat sang dewi cahaya]


Judul ini benar benar aneh, karena yang mengangkat nya jadi adik adalah wanita yang ada di depannya ini. aciel menatap Liliana penasaran dan akhirnya memutuskan untuk memikirkannya nanti.


Liliana menyiapkan tikar dilantai dan mengambil selimut tipis untungnya, dan seketika aciel mengetahui niat nya dan berkata.


"Liliana anda tidak nyaman tidur di lantai kan?, biar aku aja tidur di sana..."


Aciel berkata dengan tulus dan akan segera turun dari ranjang, Liliana terkejut mencoba menahannya.


"Kamu sakit!, aciel kamu itu pasien"


"Tapi ini tidak sopan seorang wanita tidur di lantai padahal ada pria di ranjangnya!"


"Hah... kalau begitu mau tidur bersama?"


"Eh... apa?"


Sebelum aciel menolak dan turun dari kasur. Liliana telah naik ke samping dan berbaring bersama di ranjang kecil itu. dia juga menarik selimut baru yang ia ambil tadi dan menutupi kaki indahnya.


"Puas!? tidur lah dek kamu masih banyak butuh istirahat..."


"Kenapa? kenapa masih menatap ku?"


Pria kecil itu tersentak kaget dan meneguk air liur nya dengan berat, "si.. sialan! jantung tenang lah..."


"Eh... ini tidak nyaman..."


Aciel merasa sesak di kasur itu lengan nya beberapa kali bersentuhan dengan kulit nya.


"Apa terlalu sempit ya?"


Liliana mencoba bergeser agar tidak terlalu memakan tempat milik aciel. lalu dia melihat wajah aciel yang semerah ceri.


"Wajah mu memerah apa demam kamu tinggi lagi?"


"TI... TIDAK!!!"


"Kalau begitu tidur lah"


Liliana memperhatikan aciel agar menutup mata nya, dan akhirnya aciel menyerah agar mereka tidak tidur sekasur dan mulai menutup mata, lilin satu satunya di sana di matikan dan seketika gelap gulita, aciel bukan nya tidak pernah tidur berdampingan dengan kakak tirinya, tapi ini berbeda. dia..., Liliana adalah kakak angkat dan mana bisa wanita dan laki-laki remaja seperti nya tidur berdampingan.


"Berbahaya...."

__ADS_1


Dan ia melirik Liliana yang telah masuk dalam mimpi, karena mendengar dengkuran halus nya, ia tidak menyangka bahwa Liliana ini bodoh atau terlalu baik?, pada akhirnya dia menyerah dan mulai tidur dengan paksa.


Pagi hari aciel terbangun meskipun ia baru bisa tidur setelah larut malam, Liliana masih terlelap di sampingnya dan ia memengangi kepalanya yang masih diperban, dan merasa aneh.


"Kenapa tidak sakit lagi?"


Kaki nya yang terluka juga bisa ia gerakkan dengan mudah.


"Apa apaan ini?"


Liliana ikut terbangun dengan kegaduhan kecil yang disebabkan aciel,


"Ada apa aciel?"


"Eh Liliana, kakak jadi terbangun gara gara aku"


Liliana memperhatikan gerakan kaki aciel yang diperban itu dan terkejut.


"Kamu sembuh dengan cepat?! bagaimana bisa? harus nya butuh 7-10 hari untuk luka kepala mu pulih dan masa pemulihan selanjutnya."


Aciel jadi teringat dengan judul di status nya.


[Adik angkat sang dewi cahaya]


"Apa kakak merasa kakak mempunyai kekuatan yang hebat?"


Akhirnya aku bertanya dengan penasaran. tapi dia tertawa geli dengan perkataan ku.


"Aku? ey ..... jangan bercanda aku hanya gadis biasa, tapi mungkin karena tubuh mu yang lebih baik daripada orang orang untuk pemulihan."


"Sudah lah, aku akan beres beres rumah kamu istirahat saja, aku juga akan menyiapkan sarapan"


Ia bangkit dari tempat tidur nya dan mulai beres beres rumah, tapi aciel tidak tahan dan ikut membantu nya beres beres rumah membuka jendela agar udara pagi masuk dan mengganti udara lama di rumah.


Aciel merapihkan selimut dan lainnya dia juga sangat telaten karena sudah terbiasa saat hidup bersama kakak tirinya. yang membuat Liliana pun terkejut, akhirnya membiarkan nya membantu, aciel melihat tumpukan kayu yang belum di belah mulai berjalan ke halaman belakang dan mengeluarkan kapak nya lalu membelah kayu kayu itu.


Sementara Liliana memasak makanan, aciel tidak ingin membahas title itu dulu mungkin dia akan mengerti suatu hari nanti dan sekarang yang terbaik adalah menambah MP agar bisa menggunakan sihir, aciel ingin bertanya nanti kepada Liliana.


Saat makanan siap, Liliana memanggil aciel menyuruhnya mandi terlebih dahulu memberikan nya baju lain punya almarhum ayah nya untuk aciel, padahal di inventori nya dia punya pakaian tapi dia tidak menolak kakak yang baik hati ini.


Mereka makan dengan puas disela sela makan aciel bertanya.


"Kakak apakah mana sihir itu bisa bertambah? dibuku yang kubaca tidak ada yang membahas nya"

__ADS_1


"Oh setau ku bisa tapi itu sulit,"


"Sulit?"


"Ya... um...., karena setiap manusia mempunyai batas mana masing-masing, tapi sedikit sekali orang seperti mu, 1 banding 1000?, karena biasanya orang orang puas dengan kekuatan mana mereka untuk sihir yang dikeluarkan."


"Contohnya aku, aku merasa mana ku seperti orang kebanyakan dan selagi aku bisa menggunakan sihir untuk kehidupan sehari-hari lebih baik aku cukup puas."


"Oh... oke jadi bagaimana cara menambahkan mana?"


"Kau perlu melatih tubuh mu dulu"


"Tubuh ku? olahraga"


"Ya olahraga, manusia itu bagaikan gelas dan mana adalah air nya yang mengisinya hingga penuh, jika kamu tidak bisa menyerap mana asal asalan karena cangkir atau tubuh kamu akan meledak."


"Jadi begitu, perumpamaan yang bagus... tapi aku tetap ingin lebih cepat untuk meningkatkan mana."


"Hm...., kalau begitu kamu harus mempunyai alat sihir atau formula sihir, untuk membantu mu yang kekurangan mana, alat sihir untuk menggantikan tubuh menyerap mana, dan formula sihir untuk menggantikan sihir langsung agar mana yang dikeluarkan lebih rendah."


"Hm..., itu juga sulit ya, apakah barang barang itu mahal"


"Ya, bisa di bilang mahal dan hanya tersedia di kota sebelah, di kota atau desa kecil ini tidak ada"


Mereka akhirnya selesai makan Liliana meminta aciel duduk saja dan berfikir sementara Liliana mencuci piring kotor dengan sihir, mata aciel memandangi piring piring yang melayang itu dan menjadi bersih terkena sihir air lalu kembali ke rak piring bersih dengan sihir nya.


Aciel berfikir lagi, lalu memutuskan.


"Kakak bisa bantu aku memperkuat mana?"


Dan Liliana tersenyum cerah dan mengusap kepala aciel.


"Tentu saja adik ku aku akan membantu mu"


Aciel tersenyum kecil dan mulai pagi itu dia melatih tubuh nya berolahraga, sementara Liliana menjahit baju di halaman, aciel push up di depannya, Liliana tersenyum lucu melihat beberapa kali aciel menyerah karena kelelahan.


"Istirahat lah dulu aciel...."


Liliana tetap fokus untuk menjahit beberapa baju dan membuat pakaian lain. tapi aciel keras kepala dan terus berolahraga dengan gila. ini sulit dia tidak pernah menyangka ke dunia ini dan berlatih keras untuk fisik. beberapa penyesalan di hati nya ada. untuk dirinya yang malas olahraga.


"Hah hah hah...."


"Lagi lagi lagi!!!"

__ADS_1


Aciel bersemangat dan dia juga tidak lupa minum cairan aneh buatan Liliana, dia pernah liat di buku minuman ini akan memudahkan nya memperbanyak mana, ia tetap meminum nya meskipun rasa nya menggelikan.


__ADS_2