Story Of The King Summoner Aciel

Story Of The King Summoner Aciel
Padang bunga


__ADS_3

"Hahhh...hah..."


Ini melelahkan sekali setiap hari aciel berolahraga untuk membentuk otot, dan meminum obat untuk memperluas penyerapan mana nya, ini sudah sebulan tapi aciel bahkan belum bisa mendapatkan apapun dari hasil latihan ini.


Liliana mengatakan untuk tidak menyerah dan memastikan proses perkembangan tubuh Aciel dengan teliti, awalnya Aciel canggung karena kebaikan hati nya, apalagi dia itu numpang hidup sama perempuan, Liliana kerja sedangkan Aciel tidak, dan aciel bahkan tidak punya apapun yang berharga untuk di jual dari inventori nya.


Uang yang ada di inventori sudah lama di berikan kepada Liliana untuk membeli barang-barang kebutuhan nya, meskipun dia menolak itu dengan gigih, tapi Aciel mengancam nya akan pergi, akhirnya Liliana terpaksa mengambil uang nya.


"Heh... dia mirip sekali sama kak Alya..."


Dan selama sebulan dia berlatih dia juga membantu Liliana mencari uang meskipun tidak di izinkan oleh nya, aku beberapa kali menawarkan bantuan kepada tetangga di sekitar kami dan mereka berbaik hati memberikan ku pekerjaan seperti memotong kayu atau tugas berat yang butuh kekuatan seorang pria.


Meskipun bayaran kecil mungkin hanya 2 mangkok sup hangat untuk kami makan bersama itu sempurna lalu saat ini aku sedang memotong kayu bakar di tempat seorang wanita tua dia adalah guru di desa ini, yang bisa membaca dan menghitung, bayaran nya adalah dengan uang seiklas nya.


Makanya aku tidak berharap banyak uang di desa, aku memotong banyak kayu dan rumah nenek ini persis seperti rumah Liliana yang berhadapan langsung dengan hutan kematian, meskipun jarak nya jauh dihalangi oleh bukit yang menanjak serta rumput halus dan lembut jarang sekali anak kecil bermain disekitar itu.


"Oh ya akhir akhir ini Liliana semakin mirip dengan kakak ku. cerewet, perhatian, baik dan lembut."


"Dan memang tipe pacar ku harus kayak kak alya! UPS!! sialan kau aciel pikiran nya cewek mulu!"


Aku mengumpat pelan dan memukul mukul kepala ku lalu tanpa sadar melihat ke perbatasan hutan kematian yang dilindungi oleh penghalang sihir, disana banyak sekali monster monster besar yang setia menunggu di depan pelindung itu seperti bersiap jika suatu hari penghalang nya hancur.


Seketika aciel merinding, bagaimana bisa diw keluar dari sana hidup hidup padahal hampir kekurangan mana, apa karena keberuntungan?


Aciel membuka status nya dan tidak menemukan nilai keberuntungan karena itu sejak awal tidak tercatat,


...----------------...


Nama : Aciel Raditya Rafa Level : 1


Job : Summoner / Necomander Kelelahan : 0


Title : Adik angkat sang dewi cahaya


HP : 100 Status : Jomblo


------------------ Tinggi : 187 cm


MP : 100 Berat : 75


_____________________________________________


Kekuatan : 70


Kecepatan : 50


Ketahanan : 42


Kecerdasan : 80


...----------------...

__ADS_1


"Tidak..., jadi karena apa? apa title?"


Aciel berfikir keras dan menyadari satu hal, dan menyebut kan title nya


"Seorang dari dunia lain?"


"Splash... "


Layar status di reset di depan matanya sendiri menambahkan tulisan.


...----------------...


Nama : Aciel Raditya Rafa Level : 1


Job : Summoner / Necomander Kelelahan : 0


Title : (Adik angkat sang dewi cahaya), (jiwa dari dunia lain mendapatkan berkah Tuhan yang maha kuasa)


HP : 100 Status : Jomblo


------------------ Tinggi : 187 cm


MP : 50 Berat : 75


_____________________________________________


Kekuatan : 70


Kecepatan : 50


Ketahanan : 42


Kecerdasan : 80


...----------------...


"Wow jadi memang title ditambah kan saat aku menyadari nya? tapi efeknya sudah terasa, seperti judul"


(Jiwa Dari Dunia Lain Mendapatkan Berkah Tuhan Yang Maha Kuasa)


"Aku bisa selamat dari Hutan itu karena judul ini, ehem..."


Aciel merasa malu sekarang karena sering menyumpahi malaikat yang mengirimkan nya kesini dengan penipuan di bagian MP, jika bukan karena title ini dia tidak akan pernah bisa hidup lama dan sembuh lebih cepat.


Dan tak ku sangka tinggi dan berat badan ku naik tapi aku lebih bangga dengan otak pintar ku karena itu berguna di saat saat seperti ini, aciel tersenyum puas dan berkata ke langit.


"Terimakasih Malaikat Nim..."


"Ting!"


Seperti bunyi notifikasi handphone layar status Aciel mempunyai sudut kecil titik tiga dan berwarna merah menandakan ada pesan baru di sana.

__ADS_1


"Hm? aku baru tau ada fitur ini?"


Aciel dengan penasaran menekan nya dan terkejut dengan pesan dan ternyata ini adalah sebuah misi dan hadiah yang diberikan oleh malaikat itu.


[SELESAI KAN MISI MEMBUNUH 10 MONSTER HADIAH MENDAPATKAN EXP DAN BISA DITUKARKAN MENJADI BANYAK HAL SEPERTI MENAMBAHKAN MP]


[HADIAH 10 KOIN EMAS ASLI DENGAN TAMBAHAN 2 BUKU PEMBAHASAN TENTANG SIHIR]


"Ini!!!"


Aciel terkejut, memang dia yang terlalu jahat menghina Malaikat itu pada dia orang yang sebaik ini, tapi kenapa dia tidak terfikir duluan?, ini kan dunia pedang dan sihir. kalau mau menaikkan kekuatan pasti nya harus membunuh monster kecil kecil terlebih dahulu.


Tidak seperti yang di anime anime lain langsung bisa, langsung jago, memang nya manusia seberuntung itu? manusia itu adalah makhluk yang tidak menyerah dalam mencapai suatu proses. meskipun beberapa orang yang menyerah, tapi manusia adalah makhluk yang paling keras kepala jika benar benar ingin mencapai sesuatu.


Apalagi jika mendapat dukungan dan karena ada kakak yang menunggu nya dan Liliana yang mendukung aciel, dia tidak merasa sendiri.


Di desa kecil ini tidak ada guild hanya ada pasukan pertahanan monster di kota, apa aku bisa bertanya langsung kepada mereka? atau pertama bertanya kepada Liliana? dan tentunya saja meminta izin kepada nya agar dia tidak khawatir.


Baiklah untuk sementara ini aku akan berkerja dan menunggu Liliana pulang ke rumah dan aku akan bertanya kepada nya jenis jenis monster kecil yang mudah di bunuh.


Akhirnya saat malam tiba Liliana pulang kerumah, aciel dengan baik menyiapkan meja kecil untuk mereka makan, Liliana tidak mengeluh karena makanan yang dia dapat dari nenek itu, dan mereka makan dengan lahap.


"Kak..."


"Ya?"


Liliana membersihkan piring dengan sihir setelah kami makan.


"Aku ingin bertanya tentang monster"


"HM? monster apa?"


"Anda tau kan aku lupa ingatan"


"Ya saya tau..."


Setelah menyelesaikan piring nya Liliana memperhatikan aciel dengan seksama.


"Apa ada monster kecil yang bisa saya bunuh di sekitar sini?, kalau bisa lebih lemah dari ku.."


"Oh...itu ada tapi cukup jauh, dan itu ada di dekat desa Padang bunga di perbatasan nya."


"Berarti bersebelahan dengan desa kita..."


"Tidak... HM? bagaimana menjelaskan nya ya? aku tidak punya peta"


"Oh.... aku tau dan segera Liliana membuat sihir air melayang di udara, dan membentuk daerah kecil."



"Tempat kami dikelilingi oleh gunung, dan di celah kecil itu lah kami biasa nya terhubung dengan desa Padang bunga, itu juga sulit sebetulnya, karena ada beberapa bukit yang harus dilewati terlebih dahulu dan monster dari gunung pembatas itu mempunyai monster yang tidak kalah kuat dari yang ada di hutan kematian loh..."

__ADS_1


"Aneh itu dekat laut tapi kenapa namanya Padang bunga?"


"Itu karena mayat dari desa ini akan dikirim kesana jika terjadi serangan monster yang membuka penghalang nya, makanya itu disebut Padang bunga."


__ADS_2