Story Of The King Summoner Aciel

Story Of The King Summoner Aciel
Jebakan slime


__ADS_3

"Kalau begitu aku juga akan mencobanya!"


"Berhati hati lah dengan serangan nya oke, meskipun serangan balasan slime itu kecil jika anda terus terkena lendirnya itu tetap tidak terasa enak."


Liliana memberi aciel nasihat yang baik, dan aciel mengangguk kan kepala nya dengan baik. tapi setelah berjam-jam kemudian aciel sudah mulai kelelahan dan menatap Liliana yang masih bergerak lincah bersemangat membunuh slime.


"Ini sangat mudah untuk mu ya?"


"Tidak aciel, ini benar benar mudah!"


Liliana tersenyum riang meledakkan slime slime itu dengan baik, aciel menatap Liliana dengan tak berdaya, masalahnya adalah saat dia mencoba untuk menyerang slime itu, tiba-tiba saja slime nya menghindari tusukan pedang nya, dan pindah ke sisi lainnya dan siap menyerangnya dengan cairan slime.


Itu hanya beberapa detik saat slime itu menghindar tapi matanya tidak bisa mengikuti kecepatan slime kecil, dan meskipun mata nya bisa mengikuti kecepatan slime yang menghindari dengan gesit tangan nya belum tentu bisa mengimbangi kecepatan berkali-kali benda kecil itu.


"Sialan!!! kecepatan nya sangat lambat dibandingkan slime"


Aciel merasa tidak berguna saat ini, dia melirik ke status layar nya dia baru membunuh beberapa slime sedangkan Liliana berhasil membunuh 100 slime sendirian, bahkan membantu nya untuk mengarahkan benda berlendir itu ke arah nya agar mudah di bunuh.


Ini benar-benar tidak adil dia bahkan telah mendapatkan pedang yang bagus tapi gerakan nya lambat dan tidak berpengalaman dengan benda lincah seperti ini, aciel memeriksa kembali status nya dan benar saja kelelahan nya cukup tinggi.


...----------------...


Nama : Aciel Raditya Rafa Level : 1


Job : Summoner / Necomander Kelelahan : 79


Title : (Adik angkat sang dewi cahaya), (jiwa dari dunia lain mendapatkan berkah Tuhan yang maha kuasa)


HP : 100 Status : Jomblo


------------------ Tinggi : 187 cm


MP : 100 Berat : 75


_____________________________________________


Kekuatan : 70


Kecepatan : 50

__ADS_1


Ketahanan : 42


Potensi : 100


Kecerdasan : 80


...----------------...


"Tunggu bukankah potensi nya tinggi?"


"Dan kecerdasan nya lumayan meskipun semua ketahanan kecepatan dan kekuatan nya rata rata?"


"Kenapa kita tidak membuat jebakan slime?"


"Jika slime itu mati, bisakah jika itu terhitung sebagai poin experience?"


Dia merenung sejenak dan terfikir kan menyiapkan jebakan dan hal rumit lainnya, Liliana yang telah membantai habis slime di sekitar nya juga menatap Aciel dengan penasaran.


"Ada apa aciel? tidak ingin melanjutkan perjalanan ke depan?"


Karena slime di sekitarnya habis Liliana bertanya dan menunggu balasan nya.


"Hm? maksud mu?"


Liliana sedikit tertarik dengan perkataan aciel.


"Ya, mari kita gunakan jebakan untuk membunuh slime!"


Aciel bersemangat sekarang, jika dia terus melakukan serangan ke benda berlendir ini dengan gegabah dia yang akan kelelahan dan mengumpulkan sedikit poin experience, kenaikan untuk status nya sangat lah mahal, bisa bertahun-tahun dia baru akan menjadi kuat, dan mungkin saja saat itu dia akan menjadi tua.


"Tidak!!!"


Aciel mendengus membayangkan dirinya menjadi tua baru bisa mengumpulkan poin experience yang cukup. dia segera memandang Liliana dengan semangat.


"Ya, kita akan membunuh slime dengan jebakan!"


Tekad batin aciel yang menggebu-gebu!.


"Oh oke..."

__ADS_1


Liliana tersenyum canggung karena mata membara aciel saat ini, dan akhirnya mereka segera membuat jebakan khusus untuk monster berlendir itu.


Membuat lubang besar di tanah dengan bantuan sihir tanah dengan bantuan Liliana, memasang kan racun khusus untuk slime yang dibaca aciel dari buku buku milik Liliana, tapi tidak membahayakan manusia karena slime nya akan di jual di toko terdekat, dan bahan racun nya mudah di temui di hutan ini, dengan sihir es milik Liliana dia mengisi jebakan lubang besar itu dengan pucuk tombak tajam dari es dan di taburi cairan racun, mereka bahkan tidak perlu untuk turun ke bawah lubang itu dan memasangkan tombak.


Menurut aciel Liliana benar benar berguna sekali serba bisa dan multifungsi. dia bahkan mengancung jempol dari belakang saat Liliana sibuk menaburi racun slime di tombak dalam lubang jebakan itu dengan sihir air nya, kalau jari nya jempol nya ada lebih dia pasti akan memberikan seluruh jempol nya untuk wanita ini.


"Hm...?, aciel sudah"


Liliana menoleh kebelakang dan melihat aciel yang mengancung kan jempol ke arah nya, tapi budaya di kedua dunia berbeda Liliana tidak mengerti apa gerakan itu dan hanya menatap aciel dengan heran.


"Oh oke"


Akhirnya aciel kembali mengurus pekerjaan nya lagi mereka bergotong royong menutupi lubang besar jebakan itu dengan ranting pohon dan daun yang bisa di pastikan jika beberapa slime menumpuk di sana akan jatuh ke bawah jika menginjak nya, sebenarnya tidak perlu menutupi nya, karena slime itu bodoh tidak seperti monster yang mempunyai pikiran cerdas yang mengetahui bahaya jebakan seperti ini.


Tapi karena aciel ingin menangkap sekaligus slime dalam jumlah banyak tentunya saja cara ini di perlukan dan slime juga punya ingatan pendek seperti hewan hewan kecil dibumi, teman nya menghilang di tempat itu setelah beberapa detik dia kembali maju karena ada umpan favoritnya dan tetap terjatuh ke dalam jebakan.


Aciel telah memasang umpan makanan di dahan pohon tepat di bawah jebakan ini dengan tali panjang yang hampir menyentuh jebakan, jika slime naik dari pohon dan menuruni tali mereka akan terkena racun yang ku rendam dalam tali nya jadi mereka akan terjatuh ke bawah setelah kehilangan vitalitas nya dan mati tertusuk jebakan di bawah.


"Sangat mudah... terimakasih kak!"


"Sama sama..."


Aciel menepuk-nepuk tangan nya yang kotor dan Liliana hanya tersenyum kecil mengunakan sihir air nya agar aciel bisa cuci tangan.


"Mari kita pulang ke penginapan aku penasaran besok pagi beberapa slime yang akan masuk ke dalam perangkap"


Liliana memimpin jalan pulang dan kami bahkan memberikan tanda awas ada jebakan! jika kalau saja ada orang yang melewati jebakan itu agar terhindar dari kematian, di tempat tempat mencolok, karena memang berbahaya sekali jebakan itu untuk manusia juga, tapi tetap Aciel tidak memberitahu kan lokasi khusus di mana jebakan itu berada karena bisa saja seseorang memanfaatkan jebakan yang mereka buat dengan susah payah dan menjual slime dari jebakan yang ada itu.


Lagi pula jebakan nya di buat di tempat yang jarang di kunjungi manusia tapi relatif dekat dengan habitat slime. mereka melangkahkan kaki menuju penginapan dengan santai.


"SIALAN!"


Aciel mengeluh tertahan dia lupa kalau sekamar dengan Liliana adalah pilihan yang buruk dan menggoda iman nya sebagai pria baik, saat ini dengan di batasi tirai tipis Liliana sedang berendam di bak kayu yang di sediakan oleh penginapan untuk mandi.


Wajah nya telah terbakar sejak awal, Liliana tidak membiarkan nya pergi duluan, untuk makan atau keluar dan menekan rasa malu dirinya, mereka berjanji untuk saling menunggu mandi satu sama lain sebelum pergi mengurus hal lain.


Dia mencoba menahan mimisan yang mungkin akan terjadi dari hidung nya, masih berusaha mengalihkan pandangannya dari siluet cahaya Liliana yang mandi di balik tirai tipis itu.


Aciel benar benar melakukan yang terbaik untuk menahan dirinya dan menemani Liliana hingga selesai, dia susah untuk mengalihkan perhatian nya karena Liliana selalu bertanya ini dan itu kepada nya, jadi pikiran nya sama sekali susah fokus untuk hal lain dan berhenti memandangi hal itu.

__ADS_1


Dan setelah Liliana selesai mandi sekarang dia yang harus bergantian untuk mandi, air hangat di bak telah di isi ulang dengan kekuatan Liliana jadi dia bisa mandi dengan nyaman, tapi bagaimana bisa dia mandi dengan tenang jika yang membatasi kami hanya selembar kain tipis ini!?.


__ADS_2