Suami Pilihan Emak

Suami Pilihan Emak
Suami Pilihan Emak 7


__ADS_3

Eits! Kenapa bukan kekamar yang biasa aku tidur. Kamar siapa ini sebenarnya? Ia meletakkan ku diranjang berukuran besar dengan seprai berwarna putih.


Ia tak seta merta mencumbuku, ia berjalan menuju lemari. Aku terplongo! Begitu banyak gaun tidur seksi di kamar ini.


Tunggu! Ada yang aneh dikamar ini. Mengapa kamar ini tidak mempunyai pentilasi sedikit pun? Ruangan apa sesungguhnya ini?


Belum hilang rasa heran ku, Anto melemparkan gaun tidur berwarna merah kepada ku.


Aku terkejut dengan caranya yang melemparkan gaun ini. Apakah tak bisa ia memberi dengan cara yang baik?


" Pakai!" Perintahnya.


Aku bergidik ngeri, mengapa malam ini ia menjadi seram seperti ini?


Matanya tajam menatapku. Mau tak mau aku menuruti permintaanya. Aku masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian ini. Kamar mandi mewah pun ada di kamar ini. Aku merenung di dalam kamar mandi. Sepertinya ada yang tidak beres dengan kepribadian Anto.


Suara gedoran pintu mengejutkanku. Aku membuka pintu. Tiba-tiba tanganku di tarik paksa dan aku terlempar ke atas ranjang.


Aku terkejut bukan main, apalagi saat ia mengambil satu tali pinggang yang bergantung rapi di dinding. Ada lima tali pinggang berwarna hitam.


Ia menyeringai, membuat aku semakin ketakutan.


" Un.. untuk apa itu bang? Tanyaku gugup.


Ia mendekat ke arahku, aku mulai mundur untuk menjauh darinya.


Au..!


Aku menjerit keras ketika sabetan tali pinggang melibas punggung ku untuk yang pertama.


Sabetan kedua, ketiga dan keempat mendarat di punggungku. Jangan tanya sakitnya.


Aku menjerit-jerit meminta ampun padanya. Tapi di luar dugaanku, bukan rasa iba yang ia tunjukkan. Bahkan ia lebih beringas dan liar. Rambutku di tarik sekencang- kencangnya. Badan ku di tendang bak bola. Aku merintih kesakitan. Setelah ia puas menyakitiku, ia mulai mencumbuku dengan lembut. Aku sudah lemah tak berdaya. Tak ada kenikmatan yang kurasakan. Hilang sudah keperawanan ku, direngut secara brutal oleh suamiku. Setelah ia merasa puas, ia sempat melirik darah perawanku yang mengenai seprai. Setelah membersihkan diri ia langsung memakai bajunya dan meninggalkan ku pergi entah kemana. Hanya suara motornya yang semakin jauh terdengar.


Kata orang malam pertama adalah malam yang menyenangkan. Malam yang tidak terlupakan. Malam dimana sepasang pengantin baru merasakan surga dunia.


Lain hal denganku, malam ini memang malam yang tak terlupakan untukku. Dan malan ini adalah malam pertama aku merasakan neraka dunia.


Ternyata suamiku memiliki penyimpangan dalam berhubungan seksual.


***


Aku menangis sejadi-jadinya. Bukan saja badanku yang sakit diperlakukan seperti ini tetapi hatiku pun sakit hancur remuk.


Tidak pernah terbayang olehku akan merasakan hal seperti ini.


Kamar ini baru saja menjadi saksi betapa tersiksanya aku malam ini.

__ADS_1


Air mataku meleleh. Aku tak sanggup berjalan keluar kamar. Sakit itu yang kurasakan. Sekujur badanku pun lebam. Belum lagi kemaluanku sakit.


Allah cobaan apa ini? Aku tertatih-tatih keluar dari kamar ini. Aku masuk kekamar yang biasa aku tiduri kemudian aku berjalan kekamar mandi. Sebisa mungkin aku membersihkan diri.


Setelah memakai baju, aku naik ke tempat tidur. Lelah batinku.


Sampai pagi mataku tak kunjung terpejam. Badanku serasa demam. Menggigil itu yang kurasakan.


Cahaya matahari mulai mengintip di balik jendela kamarku, namun aku tak mampu untuk bangkit dari tempat tidur. Aku hanya bisa tergolek lemah.


Kriek!


Pintu kamar ku terbuka. Mbok Ram masuk membawa makanan.


" Bu." Sapanya.


Aku hanya terdiam, tak mampu untuk membalas sapaannya.


" Mbok siapin ya bu, setelah itu ibu minum obat." Ucap mbok Ram.


Aku menatap mbok Ram dalam-dalam. Dan sepertinya ia paham arti tatapanku yang meminta penjelasan darinya.


Ia menyuapiku dengan sabar. Kemudian ia memberikan salep untuk luka ku yang memar. Tak lupa obat untuk diminum juga. Katanya agar sakitku bisa sembuh.


Saat mbok Ram akan meninggalkanku, aku menggapai tangannya.


Ia kembali duduk di bibir ranjangku.


" Kamu adalah wanita yang ke tiga merasakan ini." Ucapnya sambil mengelap sudut matanya yang berair.


" Anto memiliki penyimpangan seksual. Istri pertama tidak tahan menerima perlakuannya. Istri keduanya pun begitu. Namun istri nya yang kedua lebih memilih bunuh diri dengan cara menggantung dirinya. Kalau kamu mampu bertahan kamu akan dijadikan ratu dalam hidupnya. Hidupmu akan dicukupi dengan harta dunia. Tapi setiap berhubungan ia akan berlaku kasar padamu. Mbok sudah lama bekerja disini. Sejak Anto masih remaja. Orang tuanya sudah meninggal, ia tak punya saudara." Jelas mbok Ram.


Allah... Aku menutup mulutku.


Merasakan malam ini saja aku tak sanggup.


" Kenapa mbok tahu malam ini aku..." Ucapku terputus. Ada rasa malu karena hal yang seharusnya dirahasiakan dari orang malah justru diketahui.


" Tadi malam dia datang kerumah mbok, seperti biasa ia menangis dan meminta pertolongan sama mbok."


Menangis? Kenapa ia menangis? Bukankah seharus nya ia senang karena berhasil menyakitiku. Kepala ku berdenyut. Pusing memikirkan jalan hidupku yang runyam.


Akhirnya setelah dirasa aku cukup sehat mbok Ram keluar dari kamarku.


Aku gak tahu obat apa yang di berikan mbok Ram. Rasa kantuk datang menyerang.


*************

__ADS_1


Aku tersadar bangun ketika jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Allah.. sudah berapa jam aku tidur. Badanku sudah agak mendingan, walau luka lebam ku belum sembuh.


Dari jam sembilan pagi hinggga jam sembilan malam aku tidur, tanpa merasa haus atau pun lapar. Aneh sekali!


Sekarang aku baru merasakan perutku melilit karena lapar. Tapi bagaimana aku bisa makan, kurasa jam segini mbok Ram sudah pulang.


Aku berusaha bangkit dan berjalan tertatih-tatih, saat akan membuka pintu lelaki itu sedang duduk termenung didepan pintu kamar.


Ia terkejut melihat aku keluar dari kamar. Dengan sigap ia mendekati ku.


Aku mundur, aku seperti trauma berdekatan dengannya.


" Maaf, maafkan aku!" Pintanya


Aku sedih melihatnya seperti itu. Aku juga yakin sebenarnya ia tak mau menjadi dirinya.


" Maafkan aku karena menyakitimu. Aku salah, jika kamu may meninggalkan aku seperti istri-istri ku dulu aku ikhlas Nai." Ia menangis menyesali perbuatannya. Ia bersujud di kaki ku.


" Bangunlah bang! Aku memaafkan mu." Ucapku pilu. Bagaimana pun dia adalah suami pilihan ibuku.


Ia memelukku, menghujaniku dengan ciuman. Setelahnya ia memapahku ke atas tempat tidur. Ia menyiapkan makan malam dan menyuapiku dengan mesra.


Apakah keputusanku ini sudah benar? Bodohkah aku? Memaafkan laki laki yang sudah benar-benar menyakitiku?


Malam ini kami tidur seranjang. Ia memelukku dalam tidurnya.


Allah... Sembuhkan suamiku. Pintaku dalam hati.


***


Pernikahan ku sudah berjalan selama satu bulan. Sejak malam pertamaku sampai sekarang kami baru melakukan hubungan satu kali.


Kini luka lebam di tubuhku sudah sembuh. Hari ini aku memutuskan untuk berbelanja sayuran dipasar, karena mbok ram sedang tidak enak badan.


Memang benar apa yang dibilang mbok Ram, Anto adalah lelaki penyayang. Dalam hidupku belum pernah aku menggenggam uang sebanyak satu juta. Dan kini aku merasakan nya.


Setelah izin kepadanya, aku berangkat kepasar naik ojek pangkalan. Butuh waktu lima menit untuk bisa sampai di pasar.


Pertama-tama aku ingin membeli bumbu dapur, ikan dan sayuran. Setelahnya aku mau mencari sabun.


Kini aku sudah siap belanja, hanya tinggal membeli sabun. Aku berjalan ketoko di pinggir jalan itu. Banyak orang yang mengantri dikasir. Pasti toko ini murah. Aku pun bergegas masuk. Mengambil belanja dan mengantri di kasir. Aku adalah orang terakhir yang akan dilayani oleh mas kasir. Saat menaikkan keranjang meja kasir, aku di buat kaget oleh mas kasir itu.


Aku mengenalnya! Bahkan dulu aku selalu merinduinya. Tiga tahun lebih aku setia menunggunya.


Ada yang tahu mas kasir itu?

__ADS_1


__ADS_2