suami yang tak terprediksi

suami yang tak terprediksi
Episode 2DIA DARI MASA LALU


__ADS_3

Sebenarnya


aku sudah mulai tidak percaya lagi dengan kata manis laki-laki, sebelumnya aku


pernah  berpacaran dengan teman kampusku


sendiri sesame anak sastra inggris dia berasal dari bandung. Sudah banyak


kenangan indah yang pernah kita ukir bersama semenjak tahun ketiga di kampus


hingga tepatnya akhir satu tahun kemarin dimalam tahun baru hubungan kami kandas,


padahal kami sudah menjalaninya hamper 5 tahun. Satu bulan kedepan genap satu


tahun aku berpisah dengannya hingga banyak desakan ibuku untuk segera mencari


penggantinya dan melanjutkan hidup lebih indah tanpa bayangannya.


Ibuku


masih berfikiran aku tidak bias melupakannya, padahal aku sudah sangat


mengikhlaskannya laki-laki yang berdusta dan beraninya  menduakanku, dengan alas an aku selalu sibuk


dengan pekerjaan dan tidak pernah ada waktu untuknya. Padahal itu hanya


alibinya saja untuk berpisah denganku dan bersama selingkuhannya yang jauh


lebih muda dan mampu memberikan segala yang dia butuhkan, bukan seperti aku


dari keluarga yang sedrhana dan harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang


diinginkan.


Kenyataan


yang lebih menggemparkan lagi besok dihari minggu adalah hari bahagianya


menikah dengan wanitanya, aku mengetahui itu karena aku menerima 1 undangan

__ADS_1


darinya untuk ikut hadir dihari pernikahannya. Entahlah rasanya enggan sekali


untuk hadir bukan do’a bahagia yang aku ucapkan tapi sumpah srapah bias aku


utarakan karena sudah jenuh dengannya.


Benaar-benar


enggan aku hadir esok, tapi sahabatku fina sekaligus orang kepercayaanku


dibutik memaksaku hadir agar dia tau bahwa aku sudah melupakannya dan bias melanjutkan


hidup tanpanya. Besok aku hadir ditemani fina karena aku tidak ingin merasa


canggung sendiri diacara besok.


Dan


disinilah aku berada dirumah sewaku membuat rencana apa saja kata-kata yang


harus aku ucapkan saat bertemu dengan mempelai sampai pakaian apa yang harus


menyaingi mempelai wanitanya. Itulah pikiran jahatku untuk sedikit membalaskan


sakit yang dulu aku rasakan saat dia lebih memilih wanita dari pada hubungan


yang sudah terjalin lima tahun. Hingga pilihannku jatuh pada kebaya modern


berwarna putih gading dengan bawahan rok berbentuk duyung dan pashmina hijab


berwarna coklat. Aku yakin ini sangat cocok untuk aku gunakan besok.


Setelah


selesai memilih pakaian yang cocok aku mulai mengemasi semua barang-barang yang


memiliki kenangan antara aku dan dia dimasa lalu. Setelah aku kumpulkan semua


ternyata tidaklah banyak barang yang dia berikan untukku, karena semua barang

__ADS_1


ini telah diberikan atas anama aku maka terserah aku mau aku apakan ini. Hari ini


dan detik ini aku benar-benar bertekat menutup semua cerita lama masa laluku,


aku bukanlah seperti anak remaja yang akan membakar semua barang-barang dari


mantan kekasih karena aku berfikir itu sangatlah mubazir jadi aku memutuskan


untuk memberinya kepada tukang rongsokan biasa tiap hari lewat depan rumah, dan


terserah abang rongsokan mau diapakan barang itu. Hanya tinggal satu barang


yang menurutku masih bermanfaat dan tidak akan membuatku teringat kepadanya


karena aku sendiri yang mengisinya dengan kenanganku tanpa campur tangannya


yaitu buku disain pakaian yang didalamnya sudah ada disain yang aku buat.


Hari


ini selesai denganberes-beres dilanjutkan dengan rebahan aktifitas yang sangat


aku sukai, di hari libur seperti ini semua teman dan saudara yang sudah


mengenalku lama pasti akan tau bahwa aku tidak suka mandi di hari libur


terkecuali ada acara diluar rumah yang mengharuskanku mandi. Ditengah lamunanku


pada posisi rebahan aku pikiranku melayang dan berkata pada diriku sendiri. “Apakah


ini takdir terbaik dari-Mu Ya Allah bahwa dia bukan yang terbaik untukku. Tapi dia


bertakdir bersama orang lain dan hanya menjadi masa lalu yang mungkin indah


atau mungkin tidak.” Hingga aku meraba sesuaitu yang terletak disampingku yaitu


surat undangan untukku Rahma tapi ada nama lain disitu bertuliskan. Mempelai Aditya


& Chintya.

__ADS_1


__ADS_2