
Sebenarnya
aku sudah mulai tidak percaya lagi dengan kata manis laki-laki, sebelumnya aku
pernah berpacaran dengan teman kampusku
sendiri sesame anak sastra inggris dia berasal dari bandung. Sudah banyak
kenangan indah yang pernah kita ukir bersama semenjak tahun ketiga di kampus
hingga tepatnya akhir satu tahun kemarin dimalam tahun baru hubungan kami kandas,
padahal kami sudah menjalaninya hamper 5 tahun. Satu bulan kedepan genap satu
tahun aku berpisah dengannya hingga banyak desakan ibuku untuk segera mencari
penggantinya dan melanjutkan hidup lebih indah tanpa bayangannya.
Ibuku
masih berfikiran aku tidak bias melupakannya, padahal aku sudah sangat
mengikhlaskannya laki-laki yang berdusta dan beraninya menduakanku, dengan alas an aku selalu sibuk
dengan pekerjaan dan tidak pernah ada waktu untuknya. Padahal itu hanya
alibinya saja untuk berpisah denganku dan bersama selingkuhannya yang jauh
lebih muda dan mampu memberikan segala yang dia butuhkan, bukan seperti aku
dari keluarga yang sedrhana dan harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang
diinginkan.
Kenyataan
yang lebih menggemparkan lagi besok dihari minggu adalah hari bahagianya
menikah dengan wanitanya, aku mengetahui itu karena aku menerima 1 undangan
__ADS_1
darinya untuk ikut hadir dihari pernikahannya. Entahlah rasanya enggan sekali
untuk hadir bukan do’a bahagia yang aku ucapkan tapi sumpah srapah bias aku
utarakan karena sudah jenuh dengannya.
Benaar-benar
enggan aku hadir esok, tapi sahabatku fina sekaligus orang kepercayaanku
dibutik memaksaku hadir agar dia tau bahwa aku sudah melupakannya dan bias melanjutkan
hidup tanpanya. Besok aku hadir ditemani fina karena aku tidak ingin merasa
canggung sendiri diacara besok.
Dan
disinilah aku berada dirumah sewaku membuat rencana apa saja kata-kata yang
harus aku ucapkan saat bertemu dengan mempelai sampai pakaian apa yang harus
menyaingi mempelai wanitanya. Itulah pikiran jahatku untuk sedikit membalaskan
sakit yang dulu aku rasakan saat dia lebih memilih wanita dari pada hubungan
yang sudah terjalin lima tahun. Hingga pilihannku jatuh pada kebaya modern
berwarna putih gading dengan bawahan rok berbentuk duyung dan pashmina hijab
berwarna coklat. Aku yakin ini sangat cocok untuk aku gunakan besok.
Setelah
selesai memilih pakaian yang cocok aku mulai mengemasi semua barang-barang yang
memiliki kenangan antara aku dan dia dimasa lalu. Setelah aku kumpulkan semua
ternyata tidaklah banyak barang yang dia berikan untukku, karena semua barang
__ADS_1
ini telah diberikan atas anama aku maka terserah aku mau aku apakan ini. Hari ini
dan detik ini aku benar-benar bertekat menutup semua cerita lama masa laluku,
aku bukanlah seperti anak remaja yang akan membakar semua barang-barang dari
mantan kekasih karena aku berfikir itu sangatlah mubazir jadi aku memutuskan
untuk memberinya kepada tukang rongsokan biasa tiap hari lewat depan rumah, dan
terserah abang rongsokan mau diapakan barang itu. Hanya tinggal satu barang
yang menurutku masih bermanfaat dan tidak akan membuatku teringat kepadanya
karena aku sendiri yang mengisinya dengan kenanganku tanpa campur tangannya
yaitu buku disain pakaian yang didalamnya sudah ada disain yang aku buat.
Hari
ini selesai denganberes-beres dilanjutkan dengan rebahan aktifitas yang sangat
aku sukai, di hari libur seperti ini semua teman dan saudara yang sudah
mengenalku lama pasti akan tau bahwa aku tidak suka mandi di hari libur
terkecuali ada acara diluar rumah yang mengharuskanku mandi. Ditengah lamunanku
pada posisi rebahan aku pikiranku melayang dan berkata pada diriku sendiri. “Apakah
ini takdir terbaik dari-Mu Ya Allah bahwa dia bukan yang terbaik untukku. Tapi dia
bertakdir bersama orang lain dan hanya menjadi masa lalu yang mungkin indah
atau mungkin tidak.” Hingga aku meraba sesuaitu yang terletak disampingku yaitu
surat undangan untukku Rahma tapi ada nama lain disitu bertuliskan. Mempelai Aditya
& Chintya.
__ADS_1