
Assalamualaikum
Rahma
Waalaikumsalam
Zahra
Rah
kamu besok jadi kan kerumah aku? Mas Zidan sudah mengabari keluarga besarnya
untuk datang ke rumah sekaligus besok hari jum’at mas Zidan mau mengadakan
Khotmil Qur’an besama keluarga besar ba’da solat jum’at sekalian kita
mengundangmu dan mengukur seragam keluarga besok kamu juga boleh mengajak
karyawanmu muntuk membantu pekerjaanmu agar pekerjaanmu terbantu.
Oke
makasih infonya Zah, insyaallah besok aku akan datang mungkin aku akan mengajak
3 karyawanku. Kira-kira keluarga besar kamu dan ustad Zidan ada berapa orang?
Agar aku bisa estimasi pengerjaannya. Jadi semua akan seselai sebelum acaramu
bulan depan.
Untuk
pastinya aku belum tau Rah, kemungkinan dari keluarga mas Zidan aka ada sekitar
40 orang kalau dari keluargaku hanya 4 orang.
Kok
4 Zah? Bukannya kamu anak tunggal.
Oh
ya aku lupa bilang yang akan hadir selain abi dan ummi ada juga kak Zain kakak
sepupuku dan putrinya. Kamu masih ingat dia kan? Teman 1 angkatan kita di
pesantren.
Ehmmm.
Sepertinya aku tidak ingat Zah. Ya sudahlah mungkin saat bertemu nanti aku
ingat dengannya.
Iya
ga papa deh. Oh ya besok mas Zidan punya saudara kembar lo Rah.
Hah,
masa? Aku ga pernah tau.
Ya
__ADS_1
ga akan taulah kamu, karena dia tidak di pesantren seperti kita. Dai sekolah
formal di Jakarta. Besok aku akan mengenalkanmu padanya, siapa tau kamu bisa
kenal dekat dengannya.
Aishhh
kamu Zah ada-ada aja.
Siapa
tau kamu berjodoh dengan mas Zaki, kamu ingat perjanjian kita dulu di pesantren
saat kita di kelas niha’iah (kelas akhir)? Kalau kita akan selalu ingat
persaudaraan kita karena aku tidak memiliki saudara kamulah selalu baik
kepaddaku. Kamu bilang kita harus menjadi saudara hingga kamu akan
menjodohkanku dengan kakak laki-lakimu. Tapi beliau punya pilihan sendiri,
sekarang giliranku yang akan menjodohkanmu sehingga kita bisa mewujudkan impian
kita untuk menjadi saudara.
Oh
ya aku ingat Zah, maafkan aku atas kejadian masa lalu aku ga tau kalau kakakku
punya pilihan sendiri padahal ayah dan ibuku sangat mengidamkan kamu menjadi
menantunya.
Rah, itu hanya masa lalu. Aku dan mas Zidan sudah mengatur rencana untukmu dan
mas Zaki kamu hanya perlu berkenalan secara natural biar hasil di tanggan Allah
Ya
sudahlah biarkan takdir dari Allah yang akan menjawabnya.
Ya
Rah. Wallahu a’lam bisshowab.
Sudah
dulu ya Zah. Aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu.
Oke
sampaiketemu besok. Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Keamipun memutuskan sambungan telefonnya dan aku kembali ke rutinitasku di
butik ini
Alhamdulillah
pengunjung butikku semakin ramai pengunjung dengan ini maka semakin ekstra
__ADS_1
pekerjaanku, terlalu fokusnya aku pada pekerjaanku hingga beberapa jampu
berlalu tanpa terasa hingga jam sudah menunjukkan 21.30 WIB terdengar ketukan
dipintu ruang kerjaku yaitu Fina.
Asssalamualaikum
mba, sudah jam setengah sepuluh butiknya mau ditutup atau mba masih mau
menginap disini?
Waalaikumsalam
Fin. Ga kok aku mau pulang juga. Oh ya besok kamu ikut mba diacara Khotmil Qur’an
di kediaman Zahra temen aku yang tadi, sekalian mengukur pakaian keluarga besar
untuk digunakan diacara resepsi bulan depan. Besok kita berempat ya kamu bisa
ajak 2 karyawan laki-laki yang lain biar mereka yang ngendarain mobil besok.
Oke
siap mba. Nanti saya tunggu dibawah kalo mba mau pulang malam ini.
Iya
makasih Fin. Finapun beranjak pergi dari runganku. Sepeninggal Fina aku
langsung membereskan meja kerjaku seadanya dan membereskan tas untuk pulang.
Setiap
pulang dan pergi aku ke butik dari rumah sebenarnya tidak terlalu jauh, jadi
aku sendiri mengendarai motor matic milikku yang menjadi temanku berjuang dari
semenjak aku membangunn usahaku, diperjalanan pulang aku mampir ke tukanng nasi
goreng. Karena terlalu malam aku sudah malas untuk memasak sampai rumah maka
aku akan membeli kwetiau kuah pedas manis dengan ati ampela kesukaanku yang
berjualan tidak jauh dari RSUD dekat rumah. Sesampainya aku dirumah aku
langsung menyapkan mangkok untuk kwetiau dan langsung aku menyantapnya
sebelumnya berdo’a dulu. Setelah makan aku cuci muka dan berwuduk dilanjut
menunaikan solat isya, inilah kebiasaan burukku. Solat magrib di butik tapi
isyak di rumah dengan ketenangannya serta malas mandi cukup 1 kali sehari di
pagi hari. Setelah solat aku berdoa dan mencoba menyiapkan hati apakah aku siap
membuka hati lagi dan mampukan aku mengenal kembali sosok yang bernama
laki-laki. Entahlah kita lihat besok semoga saja aku tidak mengecewakan
keinginan Zahra meskipun nantinya aku tidak berjodoh dengan Zaki saudara kembar
ustad Zidan.
__ADS_1