
Cerita
aku, Zahra dan ustadz Zidan berlanjut di warung bakso. Banyak yang kami
ceritakan mulai dari kesibukan kami masing-masing, yang aku baru ketahui bahwa
sanya Zahra harus pindah ke Jakarta karena mengikuti suaminya yang memang asli
Jakarta dan bekerja di Jakarta. Setelah pesanan bakso kami sampai kami segera
menghabiskannya dan lanjut menunaikan ibadah solat duhur di masjid dekat sini.
Setelah
solat Zahra mengutarakan keinginannya untuk membuat gaun pengantin untuk
dirinya dan ustad Zidan diacara resepsi mereka. Zahra juga menceritakan bahwa
dia datang ke butik ini atas saran tantenya ustad Zidan untuk memesannya di
butik El-Rumi, dan ternyata butik ini milikmu. Masyaallah sudahlah cantik,
solehah, mandiri kapan ni undanganya sampai ke tanganku, segeralah menyuslku
Rahma. Goda Zahra terhadapku.
Bukan
tidak mau menyusulmu Zah tapi ya memeng hilalnya belum Nampak.
Dikira
menentukkan bulan Ramdhan pakai hilal segala.
Hahahaha,
memang begitu adanya Zah. Calonku sudah menikah dengan orang lain, ya memang
dia bukan imam yang ditakdirkan Allah untukku.
Allah
pasti punya kejutan terindah untukmu Rah, yang terpenting kamu tetap ikhtiar
dan berserah sama Allah.
Curhatan
antara aku dan Zahra harus terhenti karena sesi mengukur badan Ustad Zidan
telah usai kini giliran Zahra. Untuk mengukur badan sudah aku serahkan kepada
__ADS_1
salah satu pegawai di butikku. Kami mengobrol tentang pakaian yang sepasang
pengantin ini inginkan. Aku akan mengusahakan dalam waktu 1 minggu kedepan
desian sudah jadi jadi bisa lanjut ke pemilikahan kain dan proses penjahitan,
sehingga sebelum 1 bulai pakaian kedua mempelai telah usai.
Zahra
dan Ustad Zidan berpamitan untuk pulang dan tak lupa kita bertukar no Hp
setelah itu Zahra memintaku untuk datang ke rumah mereka. Aku mengiyakan nanti
aku akan kesana setelah desain bajunya sudah selesai sekalian membawa sampel
kainnya.
Sebelum
ustad Zaki pulang beliau juga bilang kalau pakaian keluarga juga diamanahkan ke
butikku. Jadi beliau memintaku esok ke rumah disana akan berkumpul semua
keluarga untuk pengukuran pakaian. Setelah semua prosesi selesai ustad Zidan
dan Zahra pamit pulang. Saat mereka pulang aku mulai focus lagi dengan pekerjaanku lagi yang menumpuk di meja kerja
perempuan.
Beberapa
jam berlalu setelah kepergian Zahra sudah terdengar suara Azan Asar akupun
menghentikan pekerjaan sejenak untuk menunaikan solat Asar, di ruanganku ini
sudah seperti tempat tinggal keduaku di ruang sebelah meja kerjaku sudah
terdapat kamar mandi, kasur dan lemari pakaian sehingga saat aku jenuh dengan
pekerjaan yang menumpuk aku bisa istirahat dan merebahkan badan yang lelah dan
tidak jarang aku menginap disini. Setelah menunaikan solat Asar ada panggilan
dari ibuku di kampung dan aku mengangkatnya.
Assalamualaikum
Bu, Apakabar?
Waalaikumsalam
__ADS_1
Nak, Alhamdulillah ibu sama ayahmu sehat. Kamu bagaimana disana?
Alhamdulillah
Ama sehat disini bu. Ada apa bu tumben sore-sore nelfon
Ga
ada apa-apa kok nak, ibu hanya kangen.
Tapi ibu dari rumah Fitri teman SD kamu dulu dia baru melahirkan anak keduanya
perempuan yang pertama sudah sekolah TK.
Alhamdulillah
Ama ikut senang bu.
Iya
ibu juga senang lebih senang lagi kalau ibu bisa gengdong cucu ibu sendiri.
Kamu kapan nak menikah kamu sudah tidak muda lagi disini ibu dan kamu jadi
bahan pembicaraan orang-orang dikampung. Masa karir terus yang dikejar sudah
umur sigutu belum mau menikah pilih-pilih sih, kalau sudah jadi perawan tua
mana ada yang mau nanti. Kamu jangan membuat ayah dan ibu khawatir nak, kami
ingin sebelum kami tiada kami ingin melihat kamu bahagia.
Nauzubillah
insyaallah umur ibu dan ayah panjang bisa melihat aku menikah dan menimang cucu
ibu dan ayah, sudah dulu ya bu Ama banyak pekerjaan insyaallah Allah ada takdir
terbaik untuk kita. Akupun memutuskan sambunngan telefon karena tidak ingin
mendengar keluhan-keluhan ibu yang bisa membuat aku gagal focus lagi tehadap
pekerjaanku bukan aku berbohong memang pekerjaanku sudah menumpuk. Aku melipat
mukenah dan sajadah yang aku gunakan untuk solat dan berniat kembali pada
pekerjaanku tapi Hp ku berbuny lagi ada panggilan masuk kali ini bukkan dari
ibuku tapi dari Zahra.
Assalamualikum
__ADS_1
Rahma