suami yang tak terprediksi

suami yang tak terprediksi
Episode 6 NOSTAL GILA


__ADS_3

Cerita


aku, Zahra dan ustadz Zidan berlanjut di warung bakso. Banyak yang kami


ceritakan mulai dari kesibukan kami masing-masing, yang aku baru ketahui bahwa


sanya Zahra harus pindah ke Jakarta karena mengikuti suaminya yang memang asli


Jakarta dan bekerja di Jakarta. Setelah pesanan bakso kami sampai kami segera


menghabiskannya dan lanjut menunaikan ibadah solat duhur di masjid dekat sini.


Setelah


solat Zahra mengutarakan keinginannya untuk membuat gaun pengantin untuk


dirinya dan ustad Zidan diacara resepsi mereka. Zahra juga menceritakan bahwa


dia datang ke butik ini atas saran tantenya ustad Zidan untuk memesannya di


butik El-Rumi, dan ternyata butik ini milikmu. Masyaallah sudahlah cantik,


solehah, mandiri kapan ni undanganya sampai ke tanganku, segeralah menyuslku


Rahma. Goda Zahra terhadapku.


Bukan


tidak mau menyusulmu Zah tapi ya memeng hilalnya belum Nampak.


Dikira


menentukkan bulan Ramdhan pakai hilal segala.


Hahahaha,


memang begitu adanya Zah. Calonku sudah menikah dengan orang lain, ya memang


dia bukan imam yang ditakdirkan Allah untukku.


Allah


pasti punya kejutan terindah untukmu Rah, yang terpenting kamu tetap ikhtiar


dan berserah sama Allah.


Curhatan


antara aku dan Zahra harus terhenti karena sesi mengukur badan Ustad Zidan


telah usai kini giliran Zahra. Untuk mengukur badan sudah aku serahkan kepada

__ADS_1


salah satu pegawai di butikku. Kami mengobrol tentang pakaian yang sepasang


pengantin ini inginkan. Aku akan mengusahakan dalam waktu 1 minggu kedepan


desian sudah jadi jadi bisa lanjut ke pemilikahan kain dan proses penjahitan,


sehingga sebelum 1 bulai pakaian kedua mempelai telah usai.


Zahra


dan Ustad Zidan berpamitan untuk pulang dan tak lupa kita bertukar no Hp


setelah itu Zahra memintaku untuk datang ke rumah mereka. Aku mengiyakan nanti


aku akan kesana setelah desain bajunya sudah selesai sekalian membawa sampel


kainnya.


Sebelum


ustad Zaki pulang beliau juga bilang kalau pakaian keluarga juga diamanahkan ke


butikku. Jadi beliau memintaku esok ke rumah disana akan berkumpul semua


keluarga untuk pengukuran pakaian. Setelah semua prosesi selesai ustad Zidan


dan Zahra pamit pulang. Saat mereka pulang aku  mulai focus lagi dengan pekerjaanku lagi yang menumpuk di meja kerja


perempuan.


Beberapa


jam berlalu setelah kepergian Zahra sudah terdengar suara Azan Asar akupun


menghentikan pekerjaan sejenak untuk menunaikan solat Asar, di ruanganku ini


sudah seperti tempat tinggal keduaku di ruang sebelah meja kerjaku sudah


terdapat kamar mandi, kasur dan lemari pakaian sehingga saat aku jenuh dengan


pekerjaan yang menumpuk aku bisa istirahat dan merebahkan badan yang lelah dan


tidak jarang aku menginap disini. Setelah menunaikan solat Asar ada panggilan


dari ibuku di kampung dan aku mengangkatnya.


Assalamualaikum


Bu, Apakabar?


Waalaikumsalam

__ADS_1


Nak, Alhamdulillah ibu sama ayahmu sehat. Kamu bagaimana disana?


Alhamdulillah


Ama sehat disini bu. Ada apa bu tumben sore-sore nelfon


Ga


ada  apa-apa kok nak, ibu hanya kangen.


Tapi ibu dari rumah Fitri teman SD kamu dulu dia baru melahirkan anak keduanya


perempuan yang pertama sudah sekolah TK.


Alhamdulillah


Ama ikut senang bu.


Iya


ibu juga senang lebih senang lagi kalau ibu bisa gengdong cucu ibu sendiri.


Kamu kapan nak menikah kamu sudah tidak muda lagi disini ibu dan kamu jadi


bahan pembicaraan orang-orang dikampung. Masa karir terus yang dikejar sudah


umur sigutu belum mau menikah pilih-pilih sih, kalau sudah jadi perawan tua


mana ada yang mau nanti. Kamu jangan membuat ayah dan ibu khawatir nak, kami


ingin sebelum kami tiada kami ingin melihat kamu bahagia.


Nauzubillah


insyaallah umur ibu dan ayah panjang bisa melihat aku menikah dan menimang cucu


ibu dan ayah, sudah dulu ya bu Ama banyak pekerjaan insyaallah Allah ada takdir


terbaik untuk kita. Akupun memutuskan sambunngan telefon karena tidak ingin


mendengar keluhan-keluhan ibu yang bisa membuat aku gagal focus lagi tehadap


pekerjaanku bukan aku berbohong memang pekerjaanku sudah menumpuk. Aku melipat


mukenah dan sajadah yang aku gunakan untuk solat dan berniat kembali pada


pekerjaanku tapi Hp ku berbuny lagi ada panggilan masuk kali ini bukkan dari


ibuku tapi dari Zahra.


Assalamualikum

__ADS_1


Rahma


__ADS_2