
Setelah
aku bahagia sempat menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan, aku coba
melirik ke atas pelaminan apa yang terjadi pada pasangan itu dan benar saja apa
yang aku bayangkan. Chintya mulai kepanasandengan melihat adegan aku yang
menjadi pusat perhatian dan merajuk pada suaminya.
Tidaklah
aku risaukan lagi keadaan kedua mempelai itu, aku mulai disibukkan dengan
beberapa permintaan ibu-ibu ini. Aku menyerahkan semua urusan perbutikan kepada
Fina, tanpa aku duga ada kejadian yang mengejutkan terjadi diatas pelaminan.
Chintya yang merajuk kepada Adit hingga terjadi tarik-menarik yang
mengakibatkan Chintya jatuh terjerembab dari kursi pelaminan yang posisinya
agak tinggi karena ditopang oleh satu undakan, kejadian itu mengakibatakan
tamu-tamu yang hadir tertawa tanpa ditahan. Lebih mengejutkan lagi saat Chintya
berdiri dibantu suaminya nampak gaun yang dia pakai sobek mulai dari paha
hingga keujung kaki, bukan hanya aku yang menyadari kejadian itu tapi juga
beberapa tamu yang hadir pada hari itu yang tadinya tertawa mulai memalingkan
muka karena tidaklah pantas melihat adegan ini.
__ADS_1
Chintya
yang sadar menjadi bahan olok-olokan para tamu yang hadir karena dua kejadian
ini wajahnya mulai marah dan ingin menangis tapi juga bingung. Aku yang tidak
tega melihat semua kejaddian yang terjadi pada mempelai, mengambil inisiatif
untuk memberikan gaun pengantin baru untuk Chintya sebagai kado, karena memang
aku dating kesini tidak menbawa kado apa-apa.
“Assalamualikum Sarah, tolong antarkan 1 gaun
pengantin perempuan yang baru selesai aku rancang. Tolong minta kurir kita
mengantarkan ke alamat yang aku kirim sebentar lagi. Aku kirim via WA ya” aku
menelphone salah satu karyawan di butik akku yang hari ini bertugas dibutik
menyertakan surat didalam bingkisan kadonya yang berisikan doa’a semoga menjadi
keluarga yang SAMAWA dari Rahma.
Aku
tidak menunggu kurirnya sampai di tempat pernikahan ini, tapi akku memillih
untuk segera pulang karena aku sudah lelah dengan acara ini, dan aku meminta
kurirnya untuk langsung memberikan gaun tersebut kepada mempelai untuk langsung
dikenakan menggantikan baju pengantin yang tadi rusak.
__ADS_1
Sebenarkan
akku memilih pulang karena tidak sanggup melihat Chintya memakai gaun yang aku
beriksan. Karena aku merancang baju itu khusus untuk pernikahanku dan Adit yang
ternyata tidak akan pernah terjadi karena mungkin kita tidak berjodoh. Gaun
pengantin itu berwarna abu-abu seperti warna kesukaan Adit. Aku rasa Adit pun
tau bahwa baju itu sengaja aku persiapkan untuk pernikahannya dengan aku
sebagai mempelai wanitanya. Hingga hari ini takdir mengatakan bahwa gaun itu
teteap akan menemani Adit dalan pernikahan ini tapi dikenakan oleh orang lain
bukan aku. Aku ikhlas dengan gau yang telah kau berikan ini sudah tidak ada
lagi kenangan yang tersisa antara aku dan Adit.
Biarkan Baju itu menemanimu dan
menjadi saksi hari ini aku Rahma Maulida sudah iklas merelakan kamu yang bukan
terbaik untukku, semoga kamu bahagia bersamanya. Pesan
singkat yang aku kirimkan kepada Adit saat aku sudah berada dalam perjalanan
pulang dan mendapat kabar bahwa gaun telah diterima oleh mempelai. Cukup sampai
disini dan ini mungkin adalah pesan terakhirku untuk Adit dan aku langsung
memblokir kontak Adit serta menghapusnya agar tidak ada lagi kisah Adit dimasa
__ADS_1
depan.