suami yang tak terprediksi

suami yang tak terprediksi
Episode 4GAUN PENGANTIN


__ADS_3

Setelah


aku bahagia sempat menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan, aku coba


melirik ke atas pelaminan apa yang terjadi pada pasangan itu dan benar saja apa


yang aku bayangkan. Chintya mulai kepanasandengan melihat adegan aku yang


menjadi pusat perhatian dan merajuk pada suaminya.


Tidaklah


aku risaukan lagi keadaan kedua mempelai itu, aku mulai disibukkan dengan


beberapa permintaan ibu-ibu ini. Aku menyerahkan semua urusan perbutikan kepada


Fina, tanpa aku duga ada kejadian yang mengejutkan terjadi diatas pelaminan.


Chintya yang merajuk kepada Adit hingga terjadi tarik-menarik yang


mengakibatkan Chintya jatuh terjerembab dari kursi pelaminan yang posisinya


agak tinggi karena ditopang oleh satu undakan, kejadian itu mengakibatakan


tamu-tamu yang hadir tertawa tanpa ditahan. Lebih mengejutkan lagi saat Chintya


berdiri dibantu suaminya nampak gaun yang dia pakai sobek mulai dari paha


hingga keujung kaki, bukan hanya aku yang menyadari kejadian itu tapi juga


beberapa tamu yang hadir pada hari itu yang tadinya tertawa mulai memalingkan


muka karena tidaklah pantas melihat adegan ini.

__ADS_1


Chintya


yang sadar menjadi bahan olok-olokan para tamu yang hadir karena dua kejadian


ini wajahnya mulai marah dan ingin menangis tapi juga bingung. Aku yang tidak


tega melihat semua kejaddian yang terjadi pada mempelai, mengambil inisiatif


untuk memberikan gaun pengantin baru untuk Chintya sebagai kado, karena memang


aku dating kesini tidak menbawa kado apa-apa.


 “Assalamualikum Sarah, tolong antarkan 1 gaun


pengantin perempuan yang baru selesai aku rancang. Tolong minta kurir kita


mengantarkan ke alamat yang aku kirim sebentar lagi. Aku kirim via WA ya” aku


menelphone salah satu karyawan di butik akku yang hari ini bertugas dibutik


menyertakan surat didalam bingkisan kadonya yang berisikan doa’a semoga menjadi


keluarga yang SAMAWA dari Rahma.


Aku


tidak menunggu kurirnya sampai di tempat pernikahan ini, tapi akku memillih


untuk segera pulang karena aku sudah lelah dengan acara ini, dan aku meminta


kurirnya untuk langsung memberikan gaun tersebut kepada mempelai untuk langsung


dikenakan menggantikan baju pengantin yang tadi rusak.

__ADS_1


Sebenarkan


akku memilih pulang karena tidak sanggup melihat Chintya memakai gaun yang aku


beriksan. Karena aku merancang baju itu khusus untuk pernikahanku dan Adit yang


ternyata tidak akan pernah terjadi karena mungkin kita tidak berjodoh. Gaun


pengantin itu berwarna abu-abu seperti warna kesukaan Adit. Aku rasa Adit pun


tau bahwa baju itu sengaja aku persiapkan untuk pernikahannya dengan aku


sebagai mempelai wanitanya. Hingga hari ini takdir mengatakan bahwa gaun itu


teteap akan menemani Adit dalan pernikahan ini tapi dikenakan oleh orang lain


bukan aku. Aku ikhlas dengan gau yang telah kau berikan ini sudah tidak ada


lagi kenangan yang tersisa antara aku dan Adit.


Biarkan Baju itu menemanimu dan


menjadi saksi hari ini aku Rahma Maulida sudah iklas merelakan kamu yang bukan


terbaik untukku, semoga kamu bahagia bersamanya. Pesan


singkat yang aku kirimkan kepada Adit saat aku sudah berada dalam perjalanan


pulang dan mendapat kabar bahwa gaun telah diterima oleh mempelai. Cukup sampai


disini dan ini mungkin adalah pesan terakhirku untuk Adit dan aku langsung


memblokir kontak Adit serta menghapusnya agar tidak ada lagi kisah Adit dimasa

__ADS_1


depan.


__ADS_2