Suamiku Aktor Terkenal

Suamiku Aktor Terkenal
terenggutnya kesucian


__ADS_3

setelah meminum minuman itu,aku merasa sedikit pusing,aku memaksakan diriku untuk bangun dari tempat dudukku ini,penglihatanku menjadi sedikit berkabur,rasanya kepala pusing sekali,sehingga aku pun tidak sadarkan diri,


"pekerjaanku selesai nyonya,"ucap pria itu sambil menelepon seseorang.


***beberapa jam kemudian***


aku pun tersadar dari pingsanku,saat aku melihat kondisi sekelilingku,tidak ada seorang pun disana,


**Aaaaaaaa........aaaaaaa,,,**


teriakku saat ku menyadari tubuhku tak berbusana,aku lalu begitu cemas apa yang terjadi saat ini,kenapa aku tidak memakai pakaian,apa yang pria itu lakukan terhadap diriku,sehingga aku tidak menyadari apa yang terjadi.


pikiranku terus melayang kemana -kemana,hingga membuat aku gelisah,aku malu bertemu dengan mertuaku itu,apa yang akan terjadi bila mereka tau mengenai hal ini


"ya ampun,,,!apa yang harus aku lakukan,"ucapku dengan nada takut


aku lalu memakai pakaian dan bergegas pulang,tapi sebelum itu aku harus mencari tau siapa pria yang tinggal dikamar 118 itu,setelah menuruni lantai 8 kelantai bawah aku lalu pergi kepusat resepsionis apertement itu,untuk menanyakan siapa pria itu,


"permisi,,,boleh aku tau siapa yang tinggal dikamar 118 dilantai 8 itu,"tanyaku penasaran


"maaf mba,kami tidak bisa memberi informasi begitu saja,pada pengunjung.,"jawab resepsionis itu


"tapi ini penting mba,"ucapku dengan suara sedikit kesal.


"sekali lagi maaf,,,anda bisa pergi sekarang,"jawab resepsionis itu


aku begitu sedikit kecewa karena tidak mendapat informasi mengenai pria itu,pikiranku sekarang sangat kacau.aku takut pulang kerumah mertuaku itu,


apa aku harus pergi kerumah nenek dan kakek serta ibuku untuk menginap,tapi apa kata mereka nanti,


namun kuberanikan diri pergi kerumah keluargaku itu,tapi sebelum itu aku harus menghubungi mertuaku agar mereka tidak khawatir kepadaku.


"hallo,,,mah,"ucapku sambil memegang ponsel


"kenapa,,,sar,kapan kamu pulang,,!,;"tanya mertuaku


"sepertinya aku menginap dirumah keluargaku,mah,"ucapku sedikit gugup


"apa kau baik-baik saja,sar,"tanya ibu mertuaku itu.


"i....iya mah,,!aku baik-baik saja,aku cuma merindukan mereka,"jawabku


"ya sudah,,,!kamu hati-hati ya,sar "ucap ibu mertuaku


setelah menghubungi mertuaku aku pergi menuju rumah keluargaku,dengan penuh rasa sedih aku terus mengayun sepedaku dengan cepat,,walau air mataku terus menerus mengalir aku terus berusaha mengayun sepedaku itu.


sesampai disana,aku takut masuk kedalam sana,alasan apa yang akan aku katakan pada mereka,pasti mereka berpikir aku dan rio sedang bertengkar,apa lagi dengan kondisi mataku seperti ini.

__ADS_1


"assalamualaikum,,,nenek,"ucapku memberi salam


"walaikumsalam,,sar,,,!kamu datang sar,"jawab nenek dengan senang


"aku kangen padamu,nek,"ucapku sambil memeluk nenekku itu


"bukankah kau senang,tinggal dengan laki-laki yang kau kagumi itu,;jawab nenek sedikit bercanda


"nenek bisa saja,dimana kakek serta ibu,nek "tanyaku sambil melihat sekeliling sekitarku itu


"kakek sedang tidur,,,,kalau ibumu seperti biasa dia belum pulang ",jawab nenek menjelaskan


"oo,begitu ya 'nek,apa aku boleh menginap disini nek,"tanyaku


"tentu saja sar,inikan masih rumahmu,kapanpun kau boleh menginap disini,"jawab nenekku sambil membelai rambutku ini


"makacih nek,sudah mengijinkanku menginap,"ucapku


"klau begitu istirahatlah,karena sudah malam,tidak usah menunggu ibumu itu"jawab nenek


aku pun lalu beristirahat ditempat kamarku dahulu,rasanya sedikit lega ketika melihat nenekku sehat,meski sekarang ini hidupku telah hancur,aku tidak ingin memperlihatkan kesedihanku ini kepada keluargaku,karena kondisi mereka cukup memperhatinkan


kupejamkan mataku sesat,aku lalu terlintas mengingat suamiku rio,


"astaga,,,aku belum menghubungi mas rio,"ucapku sambil mengambil ponselku didalam tas


aku pun memutuskan esok pagi saja menghubungi dirinya.


***keesokan paginya***


"sar,,,,sar 'ayo cepat bangun,"ucap nenekku


"nenek,apa yang sedang kau lakukan disini,"jawabku sambil menguletkan tubuhku ini


"cepat bangun dan sarapan,"ucap nenek sambil menarik tanganku agar bangun dari tempat tidur itu.


"baiklah nek,"jawabku sedikit malas


nenekpun lalu pergi dari kamarku itu,setelah nenek keluar kamar,aku lalu melangkah kearah kamar mandi,namun aku mengingat harus menghubungi rio suamiku.


tut,,,tut,,,,tut,,,,suara ponselnya terputus,namun aku terus menghubungi rio meski tidak ada jawaban sama sekali,


"kau ini kenapa sih,mas 'apa begitu sibuknya hingga ponsel pun harus kau matikan ",ucapku dalam hati dengan penuh kesal


kulempar ponselku kearah tempat tidur,akupun lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku sudah berkeringat ini,


"aw,,,, rasanya sangat sakit sekali alat kelaminku,apa yang dilakukan pria itu."ucapku dalam hati sambil bercermin didalam kamar mandi

__ADS_1


"sar,,,,sarah,,,,,,cepat kemari,"teriak nenekku dengan kencang


"iya,nek'aku akan sarapan nanti ",jawabku


setelah selesai mandi akupun sarapan bersama keluargaku itu,seperti biasa ibu tidak pernah sarapan bersama karena dia saat ini masih tertidur lelap sekali.


"bagaimana dengan keadaan rio,sar "tanya kakekku


"dia sedang kesurabaya saat ini,kek"jawabku


"kenapa kau tidak diajak,sar "tanya kakekku


"kakek ini bagaimana sih 'dia kesana menyelesaikan pekerjaannya itu,"jawabku sambil mengunyah makanan


"kakek gimana sih,sarah kan sedang makan,kenapa selalu ditanya-tanya,"ucap nenek mengomeli kakek


"sudah nek,kan kasihan kakek,"


kami sangat menikmati kebersamaan kami saat ini,aku begitu bahagia karena masih ada mereka yang menyayangi diriku.


setelah selesai sarapan dan membantu nenek membereskan rumah,aku lalu berpamitan untuk pulang kerumah suamiku itu,karena kondisiku saat itu sudah lebih baik dari yang semalem.


***disisi lain***


"apa yang ingin kau ingin bicarakan,vi"tanya rio


"aku mencintaimu,"jawabnya memeluk tubuh rio,


"lepas vi,nnt ada orang yang melihat,"ucap rio sambil melepaskan tangan viona


"aku tidak peduli jika ada orang yang melihatnya,"jawabnya


"apa kau sedang mabuk,sehingga kau berbuat gila seperti ini,"tanya rio dengan nada suara sedikit kesal


"aku sungguh mencintaimu,meski kini kau sudah menikah,"jawabnya itu


"hentikan kebodohanmu ini,,,,aku tidak bisa membalas cintamu,karena aku sangat mencintai istriku itu ",ucap rio menjelaskan


"aku tidak perduli dengan perasaanmu,cukup bersamamu saja,aku sudah senang,"jawabnya dengan memeluk rio lagi


"lepas viona,aku tidak ingin masalah ini menjadi bomerang untuk pernikahan kami ",ucap rio sangat kesal


"kenapa kau menolak aku,bukankah kita selalu melewati waktu bersama,sedang istrimu selalu kau tinggalkan,"tanyanya


"kalau kau selalu bersikap seperti ini,aku akan menjauh darimu,"ucap rio


rio pun lalu meninggalkan ruangan itu dan melangkahkan kakinya keluar.melihat rio pergi viona sangat marah dengan semua itu,diapun melempar gelas kearah pintu ,seketika gelas itu pecah dan pecahannya itupun berserakan kemana-mana.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2