Suamiku Aktor Terkenal

Suamiku Aktor Terkenal
perjodohan tersembunyi


__ADS_3

kejadian semalam membuat keluarga kami banyak dibicarakan orang-orang sekitar rumah kami.kejadian itu membuat aku begitu malu kepada mereka semua sehingga tidak mampu untuk pergi keluar rumah,namun nenek selalu menasehatiku agar aku tetap bersabar untuk menjalani kehidupan seperti ini,karena ibu saat ini membutuhkan orang-orang yang menyayanginya.


perkataan itu membuat aku mampu menghadapi gunjingan dan cemohan orang lain tentang ibuku yang seperti saat ini.


walau sulit menghadapi semua ini aku percaya dan yakin kalau sang pencipta akan merubah kondisi ibuku.


aku terus berjalan menuju tempat dimana aku bekerja,walau setiap langkahku selalu terdengar gunjingan itu,namun aku mencoba menutup telingaku ini.sesampai ditoko hatiku begitu lega,karna hanya ditempat itulah pikiranku bisa tenang.


aku senang masih ada vio yang selalu mendukung dan menghibur aku disaat aku sedang banyak masalah.vio adalah rekan kerjaku sekaligus sahabatku.


"kau sudah datang,"ucap vio sambil tersenyum kepadaku.


"ya,apa ada pesanan hari ini."tanyaku


"sepertinya belum ada,"jawab vio


"kalau begitu aku pergi ke toilet sebentar,"ucapku


"apa kau sudah mendengar gosip tentang aktor tampan itu.,"tanya vio


"gosip seperti apa,"tanyaku dengan heran.

__ADS_1


"katanya orang tuanya membuat perjodohan,"jawab vio


"serius,,!,bukankah rio memiliki kekasih,"ucapku


"kau kata siapa,!memang kau pernah melihat sendiri,"tanya vio dengan wajah bingung.


"belum sih',tapi dia itukan pria yang tampan,tidak mungkin belum punya kekasih."jawabku memastikan.


"kalau dia sudah punya kekasih,mana mungkin orang tuanya membuat perjodohan,"ucap vio


mendengar perkataan vio,aku sedikit sedih,karna sejujurnya aku memang mengagumi aktor tampan itu.


......kring...kring...telepon berdering.seperti ada yang akan memesan kue.vio pun menjawab telepon itu,benar dugaanku seseorang memesan kue,dan meminta mengantarkannya kestudio.


sesampainya,aku memarkirkan sepedaku ditempat parkir,dari kejauhan kulihat seseorang menghampiriku dan ternyata orang itu adalah rio,aktor tampan itu.


...deg...deg...jantungku berdetak kencang,saat dia menghampiriku dan mengulurkan tangannya sambil memberikan uang.karena terlalu gugup tanganku rasanya tidak dapat digerakan.untuk kedua kalinya kejadian ini terulang,apa ini yang dinamakan takdir.sesaat pikiranku terlintas dengan ucapan vio ditoko.


lalu aku beranikan diri untuk bertanya dengan aktor tampan itu.


"maaf,apa benar kau akan dijodohkan,"tanyaku dengan nada sedikit malu.

__ADS_1


lalu dia pun mendekatkan wajahnya dan berbisik ditelingaku sambil mengatakan "benar yang kau katakan,"sambil sedikit tersenyum kepadaku.


mendengar jawaban itu aku sedikit bersedih dan putus harapan untuk memilikinya.wajahku menjadi sedikit pucat dan pikiranku menjadi berantakan.


"kau baik-baik saja,"tanya aktor tampan itu kepadaku.


"te,,,tentu saja,"jawabku sedikit bersedih


dia pun lalu bergegas pergi meninggalkanku ditempat itu.sambil membawa kue yang dipesannya.aku terduduk lemas saat mengingat ucapannya itu dan sedikit mengeluarkan air mata.


setelah itu aku lalu kembali menuju ketoko.tanpa sadar aku meninggalkan sepeda itu di parkiran studio itu.


"aku datang,"ucapku dengan suara lemas.


"kau sudah datang,dimana sepedamu,,!"tanya vio dengan heran.


"astaga,aku lupa membawanya,"jawabku sambil menepak keningku.


dengan terburu-buru aku lalu bergegas kembali kestudio itu.sesampai disana aku melihat rio sedang bersama artis cantik bernama viona,betapa cemburunya hatiku terhadap dirinya.


rio lalu menatapku dari jauh dan aku pun berpaling dari dirinya dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu.aku tidak ingin dia melihat diriku sedang cemburu.karena rasanya tidak pantas untukku berlaku seperti ini.mencemburuin seorang artis.apalah diriku saat ini,aku hanya sebagai anak seorang wanita malam,sedangkan dirinya seorang bintang terkenal.aku dan dia bagaikan ibarat kue dan lalat.

__ADS_1


secepatnya ku ayunkan sepedaku agar menjauh dari tempat itu.kondisiku saat ini tidak memungkinkan untuk kembali bekerja,aku lalu menelepon vio untuk mengatakan aki tidak dapat melanjutkan pekerjaanku.


vio merasa heran dengan kondisiku saat ini,kenapa tiba-tiba aku meminta izin pulang.dia pun terus menerus meneleponku namun aku tidak mengangkatnya.saat ini aku belum siap berbicara dengan vio.karna kejadian tadi membuatku menjadi patah hati.


__ADS_2