Suamiku Pria Kaya

Suamiku Pria Kaya
Suamiku Pria Kaya Bab:18 pertemuan makan malam


__ADS_3

kini hari sudah menjelang malam dan Lyla sedang bersiap siap untuk pergi makan malam di kediaman derland, seperti yg sudah di rencanakan nya dengan derland itu kini jam pun sudah pukul 18:00 dan ia akan berangkat ke kediaman derland


"buuu ayah"panggil Lyla yg berdiri tepat di belakang sofa tempat duduk yg ada di ruang keluarga itu sontak ibu dan ayahnya berbalik dan melihat ke arah Lyla yg tengah berdiri tepat di hadapan mereka dengan dress berwarna coksu dengan sendal sepatu setinggi 5cm itu yg berwarna coksu dengan pita putih di bagian depannya dan sedikit polesan make up dengan rambut terurai setengah dan terkepan bagian atasnya yg di putar ke belakang itu membuat penampilan nya sangat cantikia tidak terlalu suka sepatu hak tinggi dan ia tidak terlalu mahir menggunakan nya


"ibu,ayah gimana penampilan Lyla cocok nggk?"tanya Lyla yg melihat kedua orang tua nya hanya diam dan menatap nya


"ibu,ayah kok malah diam sih"


"ooh iya,cocok cocok banget "seru edah yg semeringah melihat penampilan anaknya itu


"wah anak ayah cantik sekali,mau kemana sih dah cantik begini?"goda sang ayah


"aku di ajak makan malam sama bos kerja ku jadi gimana cocok kan?"tanya Lyla lagi


"iyaa cocok banget jadi makin cantik deh anak ibu,ibu aja sampe pangling"seru edah


tok tok tok


terdengar ada seseorang yg sedang mengetuk pintu rumahnya yg membuat mereka pun langsung tertuju pada pintu itu


"ah bu biar aku saja yg buka pintu nya ibu sama ayah tunggu di sini saja dulu ya"seru Lyla yg langsung menuju ke pintu utama rumah nya itu dan saat ia membuka pintu nya


kreek


"siaaaappa......"


seketika Lyla pun terdiam saat melihat sosok pria yg sedang berdiri di hadapannya yg tentu saja itu adalah derland,Lyla mematung ia terpanah akan ke tampanan derland malam ini ia terlihat lebih tampan dari biasanya dengan jas berwarna mocha dan celana hitam ia pun menyisir rambut nya yg panjang tapi tidak gondrong itu kebelakang dengan menyisakan sedikit di bgian depan sebelah kanan tak lupa ia pun membawa sebuket bunga tulip


"kenapa kau malah diam saja kau tidak mau menawar kan aku untuk masuk"tegur derland yg sontak saja langsung membuyarkan lamunan Lyla itu


"ah iya silahkan masuk,maaf kalau rumah nya tidak sebesar dan semewah tuan "seru Lyla yg karna selama ini derland hidup dalam kemewahan itu


"terimakasih,oh ya ini buceket bunga untuk mu?"seru derland sembari memberikan buceket bunga yg ia pegang itu


"wah bunga tulip,kuning dan merah itu perpaduan warna yg bagus , terimakasih tuan derland"terimakasih Lyla yg girang mendapatkan salah satu bunga kesukaan nya selain bunga tulip ia juga suka bunga lavender dan Lyly


"ya sama sama "jawab derland sembari memandangi wajah senang Lyla itu


"siapa yg datang Lyla"tanya edah yg menyusulnya ke pintu rumahnya itu begitu pun dengan edut


sesaat ayah dan ibu Lyla terdiam melihat seorang pria yg ia tidak kenal namun dari tampangnya ia adalah lelaki baik baik


"dia siapa Lyla "tanya edah


"a dia"baru saja Lyla mau menjawab nya namun derland langsung menyalimi tangan kedua orang tua Lyla dan mencium punggung tangan nya

__ADS_1


"saya derland tante,om saya yg mengajak Lyla untuk makan malam hari ini dan saya ke sini untuk menjemput nya saya izin pada tante sama om untuk meminjam anak tante sebentar apa boleh"ujar derland yg langsung membuat Lyla seketika terdiam


"oh kamu bos nya Lyla ya"tana edut


"ah iya om"jawab derland yg tiba tiba ia merasa begitu canggung


"eem kamu kelihatan nya lelaki baik baik apa kamu bisa menjaga anak om nanti?"tanya edut pada derland yg tetunya itu sangat wajar karna seorang ayah tidak akan sembarangan mempecayai lelaki untuk mengizinkan putri nya pergi dengan sembarang lelaki


"em Ing Sya Allah saya akan jaga putri on dengan baik dan tidak akan membiarkan nya lecet sedikit pun"jawab derland yg canggung sontak saja Lyla mendengar itu langsung melebarkan matanya yg tak percaya bahwa bos nya yg terkenal dingin,cuek,arogan itu berkata seperti itu untuk nya


"em kalau gitu om izinkan kamu baw putri om"seru edut yg membuat derland lega karna ia di izinkan membawa Lyla


"ah pak coba lihat putri kecil kita ini ia sedang malu hingga pipinya memerah"goda ibu nya yg membuat Lyla tambah malu derland yg mendengar itu pun langsung menoleh ke arah Lyla yg berada tepat di samping nya itu


"hahah dia terlihat seperti anak pandang yg memegang bambu"gumam derland dengan tawa tipis


"ah ibuu"keluh Lyla


"tapi kalau di lihat lihat kalian berdua itu serasi dan cocok deh iya kan yah"seru edah yg malah menggoda anak nya lagi


"iya serasi dan cocok banget"jawab edut yg malah mengiyakan kata kata edah


sontak kata kata yg di lontarkan kedua orang tua Lyla itu pun membuat Lyla dan derland jadi sama sama malu


"ya sudah om kalau gitu kami berangkat dulu takut nanti pulang nya kemalaman om tante"


"oh iya kalau gitu berangkat sana"ucapa edah sembari melirik putrinya yg masih malu


mereka pun berangkat sesudah berpamitan dan mencium kedua punggung aah dan ibu Lyla


di mobil


Lyla masih berdiam diri ia masih malu akan apa yg di katakan kedua orang tua nya tadi itu sunggu membuat nya malu


"kenapa diam saja"tanya derland yg langsung membuat lyla menoleh ke arah nya


"ah tidak apa-apa aku hana memikirkan apa yg harus aku katakan nanti di hadapan orang tuan mu"jawab Lyla yg langsung membuat topik lain dari pikiran nya sekarang


"ah tidak usah di pikiran kau bersikap biasa saja dan rileks jangan kaku nanti akan membuat mu bingung"tenang derland


"em kau cantik menggunakan dres itu"seru derland yg langsung membuat Lyla terdiam menatap derland tak percaya bahwa derland sedang memujinya itu


"a-apa tuan "tanya Lyla lagi memastikan bahwa ia tidak salah dengar


"kau cantik"jawab derland singkat ia tetap mempertahankan sikap cooll nya itu

__ADS_1


"terimakasih"jawab Lyla denga senyum lebar di wajahnya itu baru kali pertama ia mendapat kan pujian seperti itu dari atasannya yg dingin cuek dan arogan itu


sampai di kediaman derland


kini mereka sudah sampai di kediaman derland dan mereka masuk ke dalam rumah mewah dan luas itu mereka masuk dengan Lyla di samping kanan derland ia memegangi tangan derland namun tak menggandengnya


"ma,pa aku sudah sampai"


saat mereka telah sampai di ruang makan dan di sana mereka sudah di tunggu dengan kedua orang tua derland


"lama sekali kamu"tanya Mia


"ya maaf ma"


"kamu,kamu sekertaris nya derland kan "tanya Mia karna mereka sudah pernah bertemu sebelumnya


"apa iya tante saya sekertaris nya tuan derland"


skip..


makan malam


"kalian sudah berapa lama kenal"tanya pada Lyla Zaki


"emm baru empat bulan setengah om"jawab Lyla yg canggung


"oo lumayan berarti kamu sudah cukup tahu kan sikap derland"


"aa iya om saya cukup tau tentang tuan derland tapi dia terkadang begitu menyebalkan"jawab Lyla ia keceplosan dengan perkataan "menyebalkan"itu yg sontak saja membuat derland melotot dan tersedak makanan


ehem ehem//minum air


"kamu ini gimana si makannya pelan Pelang dong"tegur Mia


"apa yg kau katakan aku menyebalkan"seru derland yg langsung mengalihkan pandangannya pada Lyla


"ya kau menyebalkan jika di kantor"jawab Lyla santai dan membuat derland geram


"lalu bagaimana dengan mu apa kau tidak menyebalkan nona Lyla"gerutu derland mereka terus saja adu pendapat dan membuat orang tua derland tertawa melihat tingkah mereka yg menurut mereka itu sangat lucu dan terlihat serasi


"sudah sudah kalian ini seperti anak kecil saja"sela Mia sambil menggelengkan kepalanya sontak Lyla dan derland pun berhenti dan diam


"kalian terlihat serasi dan cocok dari segi penampilan karakter dan kalian seperti pasangan yg bertengkar karna hal kecil" seru Zaki


"

__ADS_1


__ADS_2