Suamiku VS Mantanku

Suamiku VS Mantanku
Calon suami


__ADS_3

Tak berselang lama masuklah seorang pria gagah dengan kulit putih dan tubuh atletis. Terlihat sekali ia pria yang rajin berolahraga, Tapi sungguh ia sangat tampan bahkan lebih tampan dari Jonathan, ia masuk dan tersenyum pada Clarissa dan kedua orang tua Clarissa.


Setelah itu ia duduk disamping pak Hermawan.


"Levin itu Clarissa calon istri mu" ucap pak Hermawan sambil menunjuk pada Clarissa.


Clarissa tercengang bagimana tidak pria tampan dan nyaris sempurna itu adalah calon suaminya, selain tampan ia juga kaya raya tidak mungkin para wanita menolaknya.


Pria yang bernama Levin itu pun dan tersenyum pada Clarissa, lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Clarissa, Clarissa meraih tangan Leon dan membalas senyumnya.


"Levin" ucapnya memperkenalkan diri.


"Clarissa" balas Clarissa.


Setelah itu Levin kembali duduk disamping pak Hermawan.


"Apa kau menyukainya Vin?" tanya pak Hermawan sambil menatap Clarissa lalu kembali menatap Leon.


"Yah aku menyukainya pa, dia wanita yang menarik" ucap Levin membuat pak Hermawan menganggukkan kepalanya.


"Nak Clarissa ini dulunya kerja dimana?" tanya pak Hermawan lagi.


"Saya dulu bekerja disalah satu perusahaan swasta bagian marketing pak"


"Wah hebat dong kamu, berarti kamu tahu yah cara-cara agar pembeli berminat dengan produk kita"


"Iyah pak" aneh yah pak Hermawan ini menanyakan hal seperti ini di acara lamaran * batin Clarissa.


"Saya semakin yakin menikahkan kamu dan Levin" ucap pak Hermawan sambil menepuk-nepuk paha Levin sambil tersenyum lebar.


"Clarissa punya ilmu cara menarik minat pembeli, bukan kah itu berarti ia juga mudah menarik perhatian mu untuk jatuh cinta padanya" lanjut pak Hermawan sambil tersenyum pada Levin.


Membuat mata Clarissa terbelalak kaget deng ucapan pak Hermawan.


Sedangkan Levin hanya diam dan tersenyum saja.

__ADS_1


"Nak Clarissa bapak minta nomor telepon kamu yah! ini disimpan di ponsel papa" Ucap pak Hermawan sambil menyodorkan ponsel nya pada Clarissa.


Namun Clarissa diam tak bergeming membuat Levin menyodorkan ponsel nya pada Clarissa.


" Nih " ucap Levin sambil menyodorkan ponselnya.


Clarissa lalu meraih ponsel Leon dan mengetik nomornya.


.


.


.


.


.


Sejak kepergian Levin dan pak Hermawan, atau lebih tepatnya calon suami dan mertua Clarissa


Clarissa masih belum mengerti bagaimana bisa Levin menyukainya, bahkan ia setuju untuk menikah dengannya, Clarissa kalau memang ia cantik tapi tadi ia tak menunjukkan kecantikan nya sama sekali.


Bahkan ia sengaja berpenampilan sejelek mungkin dan tentang pekerjaan nya juga itu membuat ia semakin frustasi.


Saat sedang asik dengan pikirannya tiba-tiba ponselnya berdering, ia lalu meraih ponselnya dan melihat ada nama Elika yang tertera dilayar ponselnya.


"Hallo " Sapa Clarissa


" Hallo ris, lagi ngapain?" tanya Elika


"Tiduran aja dikamar, kenapa? baru sehari gw disini udah kagen aja lo"


"Iyah ris, terpaksa! beli bensin sendiri, pengen keluar nyari makan nggak ada temen, kalau bedak gw mendadak habis nggak tau minjem ke siapa, jadi keinget terus sama lo"


"Hahahaa, rasain lo! makannya jangan suka ledekin gw"

__ADS_1


"Ehh orang tua lo gimana? sehat kan?"


"Iyh sehat kok"


"Lah terus ngapain lo disuruh pulang sampai harus berhenti kerja?"


"Gw disuruh nikah El"


"Apa?!Nikah?" teriak Elika diseberang telpon dengan kencang, membuat Clarissa menjauhkan ponselnya dari telinga nya.


"Hey! jangan kenceng-kenceng dong bisa budek gw"


"Lah gw kan kaget ris, serius lo mau nikah?"


"Serius"


"Ris, lo nikahnya sama siapa? lo nggak dinikahkan sama aki-aki kan?"


"Sialan lo! nggak dong malahan calon suami gw lebih cakep dari jo kali" ucap Clarissa sambil cengengesan membayangkan wajah tampan Levin.


"Ehhh ehhh, ceritain dong"


"Nanti saja, Surprise pokoknya! sekarang gw capek mau mandi dulu yah"


"Eh reseh lo, ceritain dulu dong" Ucap Elika namun langsung dimatikan panggilan telepon tersebut secara sepihak oleh Clarissa.


Setelah mematikan panggilan tersebut Clarissa cengengesan sendiri membayangkan wajah Elika yang kesal.


"Ting" sebuah pesan WhatsApp masuk


( Besok aku jemput jam 9 pagi ) isi pesan wa tersebut.


Clarissa melihat nomor baru tersebut tidak nama dan foto profil nya cuma gambar anime yang merokok


"( Siap yah? ) balas Clarissa.

__ADS_1


" Ting" bunyi pesan masuk lagi ( calon suami mu ) isi pesan tersebut.


__ADS_2