
Clarissa lalu berjalan menghampiri dua orang wanita yang sudah menunggu keduanya sejak tadi.
" Maaf yah mbak, nunggunya lama " Sapa Clarissa sekedar basah basih, lalu duduk disalah satu sofa disamping mereka.
"Yah lumayan mbak hampir 1 jam lebih " Ucap salah seorang tersebut.
"Ini mbak konsep undangan nya silahkan dipilih " Ucap wanita tersebut sambil menyodorkan tablet nya pada Clarissa.
Clarissa meraih tablet tersebut dan melihat-lihat contoh undangan pernikahan ada banyak sekali contoh undangannya, Bahkan Clarissa harga per lembar undangan tersebut jauh diluar kemampuannya.
...
Beberapa saat memilih mata Clarissa tertarik dengan salah undangan yang bertem pantai, menurutnya sangat sejuk untuk dilihat.
Membuatnya kembali teringat waktu ia sering berlibur bersama Jonathan ke pantai.
"Yang ini aja Mbak" ucap Clarissa sambil menunjuk gambar yang ia pilih kemudian diiyakan kedua perempuan tersebut.
" Eh tapi tunggu mbak saya tanya dulu sama Levin takutnya dia tidak setuju "
" Aku setuju saja asal kamu suka " suara bariton dari belakang Levin berjalan mendekati Clarissa lalu duduk disampingnya.
"Baiklah ini mau dibuat berapa banyak yah "
" Lima ribu lima ratus undangan ada bonus nya juga kan?" Ucap Levin.
Clarissa melongo mendengar ucapan Levin * Apa 5500 undangan? banyak sekali, Itu orang semua kan ya, Pikir Clarissa.
__ADS_1
" Ada pak, kami selalu menyediakan bonus, dan untuk daftar nama-nama nya pak?"
" Itu nanti dikirimkan lewat email oleh asisten ku "
" Baiklah, kalau begitu kami permisi pak " ucap kedua orang tersebut.
" Ingat yah dua hari sudah harus selesai" ucap Levin.
" Baik pak kami akan berusaha semaksimal mungkin " pamit kedua orang tersebut lalu berdiri menjabat tangan Levin dan Clarissa namun Levin hanya diam saja menciptakan kecanggungan diantara mereka.
Clarissa segera tangan yang diulurkan pada Levin secara bergantian lalu kedua orang tersebut pergi meninggalkan keduanya.
Clarissa menatap Levin, " Pria ini benar-benar cukup sombong ternyata. pikir Clarissa.
" Sudah selesai, kamu mau langsung pulang dulu atau mau melihat-lihat rumah ku dulu. tanya Levin menatap Clarissa.
" Mbok Surti " Teriak Levin, tak lama kemudian muncul seorang wanita paru baya yang hampir seumuran dengan ibu Clarissa.
" Ada apa tuan " tanya wanita tersebut yang dipanggil mbok surti oleh Levin.
" Bawa panda berkeliling rumah ini, nanti biarkan dia istirahat dikamar tamu, aku mau keluar sebentar.
" Baik Tuan. jawab mbok surti mengangguk kepalanya.
" Panda lagi tiga jam lagi aku kembali, Entar aku antar pulang, kalau butuh apa-apa bilang sama mbok surti. Tanpa menunggu jawaban Clarissa Levin berjalan meninggalkan Clarissa dengan setengah berlari Levin keluar. Clarissa hanya menatap punggung Levin dengan perasaan kesal.
"Mari nona. Panggil mbon surti sambil mengarahkan tangannya agar Clarissa mengikuti nya.
__ADS_1
Clarissa berjalan dibelakang mengikuti langkah mbok surti berkeliling melihat-lihat isi rumah tersebut sampai disuatu ruangan yang berdinding dan beratap kaca mata Bella berbinar sempurna bagimana isi dari ruangan tersebut adalah bunga.
Ada banyak sekali jenis bunga yang di tanam dipot lalu disusu dengan rapi setelah melewati ruangan tersebut, terlihat lagi sebuah taman dengan air terjun kecil ada banyak sekali ikan dibawah air terjun tersebut.
Clarissa tahu itu hanya buatan tangan manusia namun terlihat seperti sungguhan sangat indah. pikir Clarissa.
"Mari nona. panggil mbok surti karena melihat Clarissa berhenti dan menatap pada air terjun tersebut.
" ah iyah mbok, jawab Clarissa kemudian kembali mengikuti langkah mbok surti.
" Apa nona ingin melihat-lihat di ruang bunga tadi?. tanya mbok surti.
"Ahh tidak mbok, saya hanya terpesona saja, bagus sekali bunga-bunga itu, siapa yang menanam mbok?
" Itu nona muda, maksud saya adiknya Tuan Levin.
"Levin punya adik?
"Iya, nona.
"Perempuan?
"Benar nona.
"Dimana dia sekarang? kenapa aku tidak melihatnya?
"Nona muda sedang pergi berlibur mungkin 3 hari lagi akan kembali tinggal disini.
__ADS_1
" Oh. Jadi Levin bukan anak tunggal, dia punya adik perempuan juga, baiklah jadi kalau aku menikah dengannya aku tidak akan kesepian tinggal dirumah sebesar ini, ada adik ipar ku. Pikir Clarissa.