Suamiku VS Mantanku

Suamiku VS Mantanku
The weading


__ADS_3

Setelah terpuruk selama satu Minggu akhirnya Clarissa kembali menata hidupnya, ia sudah kembali bekerja setelah mendapatkan surat teguran dari atasannya.


Clarissa yang sudah sampai ditempatkan kerja mendengar bisik-bisik teman-teman kantornya.


" Kasiang yah si Risa " Ucap mereka. Namun Clarissa berusaha tak memusingkan ucapan mereka ia menghela nafas panjangnya lalu berjalan ke arah meja kerjanya dan memulai melakukan pekerjaannya dokumen-dokumen yang sudah mengunung karena ia tinggalkan selama seminggu itu.


...


Clarissa yang menarik dokumen selanjutnya tak sengaja terikut oleh suatu benda dan terjatuh di kakinya, ia lalu menunduk dan mengambil benda tersebut namun matanya terbelalak melihat benda itu, itu adalah undangan pernikahan Jonathan untuk nya.


" Tes.. bulir bening itu jatuh dari matanya ia tak menyangka Jonathan melakukan itu padanya, setelah seminggu menghilangkan Jonathan mengirimkannya undangan pernikahan berwarna putih dengan pita merah sebagai hiasan bertuliskan the weading Vina & Jonathan.


Clarissa lalu melempar undangan itu kesembarangan arah, Ia merasakan sesak di dadanya hancur sudah harapannya, yah Jonathan memang harapan Clarissa ia begitu mendambakan dan mencintai jonathan.


Teman kantornya yang melihat itu menghampiri Clarissa lalu memeluknya.


" Yang sabar yah ris, "


" Elo pasti kuat ris, "


" Jangan sedih yah, masih banyak kok cowok baik diluar sana "


Begitulah ucapan mereka mencoba menguatkan Clarissa.


***


Hari pernikahan Jonathan.


" Ris, lo yakin mau datang ke nikahannya Jonthan? " Tanya Elika teman satu kerja Clarissa yang juga kost di tempat yang sama, kamarnya berada disamping kamar Clarissa.


" Iyh, Gw datang "


" Lo, nggak pa apa?"


" Nggak pa apa, Emang kenapa? "


" Yah, gw khawatir aja " Ucap Elika nyegir.


" Elo pikir gw bakalan hancurin pestanya? Gw akan mohon-mohon di depan Jonathan buat ngebatalin pernikahan nya gitu? " sahut Clarissa yang sudah tahu isi kepala Elika.


"Gw masih waras" Ucap Clarissa lagi.


"Yaa, syukur deh kalo gitu " Ucap Elika tanpa dosa. Clarissa menghembuskan nafas kesalnya.


" Udah ah, lo pergi sana. Gw ngatuk pengen tidur " Usir Clarissa sambil mendorong pelan tubuh Elika agar keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Gw akan temani lo ris, gw nggak mau lo bunuh diri, apa lagi gantung diri di kamar ini kan jadi serem kost an ini kalau itu terjadi " Ucap Elika yang menahan bibir pintu dengan erat padahal tubuhnya sudah diluar kamar.


" Nggak akan, Gw nggak gila, udah sana pergi gw ngantuk pengen tidur " Ucap Clarissa melepaskan tangan Elika dari bibir lalu menutup pintu kamarnya.


" Janji ya Ris, Lo nggak bunuh diri, lo cukup nanggis semalaman aja ya," teriak Elika diluar didepan pintu kamar Clarissa.


Clarissa langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya lalu membenamkan wajahnya ke bantal.


" Huwaahahahaaaa.. " Clarissa menangis sekencang-kencangnya.


The weading Jonathan.


Keesokan paginya.


Oh.. mantan kekasih ku


jangan kau lupakan aku


jangan kau lupakan aku...


Suara dering ponsel Clarissa membangunkan nya, Bahkan suara nyanyian itu hampir satu jam berdering, dengan malas dan mata masih terpejam Clarissa meraba-raba meja disamping tempat tidurnya mengambil ponselnya setelah mendapatkan benda tersebut dengan asal menggeser menjawab telepon tersebut.


" Hallo " sapa Clarissa pada si penelepon dengan suara yang masih serak-serak khas orang baru bangun tidur.


" Lo baru bangun, mau datang ke nikahannya Jonathan nggak? " Tanya si penelepon.


" Iya, gw datang " Jawab Clarissa kemudian.


" Gw jemput yah, ini gw udah mau otw " ucap Riko lalu mematikan telpon secara sepihak.


" Ahhh,, Otw? jam berapa sekarang? " Ucap Clarissa berbicara sendiri, Clarissa lalu melihat jam diponselnya tertera pukul 09:50, buru-buru ia masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuhnya. mandi sekilat mungkin lalu berdandan didepan cermin.


" Gw akan tampil secantik mungkin, Gw nggak mau kalah sama si pelakor " Ucap Clarissa didepan cerminan nya sambil berdandan.


Setelah merias wajahnya, Clarissa lalu mengambil gaun hitamnya yang baru ia beli beberapa bulan lalu bersama Jonthan dan itu belum pernah ia pakai, saat ia mengambil gaun itu ia mengingat gaun itu adalah gaun yang dipilihkan Jonthan untuknya dan mengeluarkan kata-kata pujian untuk nya.


" Ahhh... jadi keinget kan " Ucap Clarissa yang hampir meneteskan air matanya.


Dering ponselnya kembali terdengar. Clarissa lalu mengambil ponselnya tertera nama Riko di layar ponselnya.


" Apa, Rik" sapa Clarissa.


"Gw udah didepan" Jawab Riko.


"Iya bentar Gw pakai sendal dulu" Ucap Clarissa lalu mematikan telponnya.

__ADS_1


Clarissa lalu mengambil hills yang berwarna senada dengan gaun yang dipakainya hills yang dipilihnya tidak terlalu tinggi, setelah memakai hillsnya ia kembali bercermin.


"Sempurna" Ucapnya.


"Ris ayoo, Riko udah didepan " Panggil Elika diluar kamar.


Clarissa mengambil tasnya dan bergegas membuka pintu.


Melihat Elika yang berdiri didepan nya dengan dandanan yang sangat cantik.


" Ris, sumpah demi apa lo cantik banget nget nget ngetttt.. " Puji Elika dengan ekspresi sok kagum.


"Ngejekkan lo"


"Nggak, beneran sumpah lo cantik banget, dress warna hitam, tas warna hitam, hilss juga warna hitam, lo mau ke pesta atau ngelayat " Ledek Elika lalu berlari menjauhi Clarissa.


" ELIKA!!! " Teriak Clarissa kesal.


****


Beberapa menit kemudian mobil hitam milik Riko masuk ke pelataran parkir sebuah hotel berbintang tempat pernikahan Jonathan berlangsung.


Sejak turun dari mobil sampai kedalaman pesta Riko terus mengengam tangan Clarissa, begitu juga dengan Elika walau dia bergandengan tangan dengan pacarnya, ia tetap berdiri di samping Clarissa.


Mungkin mereka takut, Clarissa akan melakukan sesuatu hal yang nekad, tapi biarlah saat ini ia memang sangat membutuhkan mereka, mereka benar-benar ada disaat ia membutuhkan mereka. pikir Clarissa


Mereka ikut bergabung bersama dengan teman-teman satu perusahaan, mengobrol dan bercanda bersama sesekali Clarissa melirik kearah pengantin yang sedang duduk di atas panggung sambil menebar senyum kepada setiap tamu yang menatap mereka.


" Ini " Riko memberikan tissue pada Clarissa, Clarissa menatap Riko namun ia malah berbalik mengalihkan pandangannya tak mau menatap Clarissa.


Clarissa lalu mengambil tissue yang diberikan Riko mengelap ujung matanya, menggagalkan bulir-bulir bening yang menetes dan merusak riasan wajah cantiknya.


"Ayoo kita pulang gaesss" Ucap pak Bambang kepala manager bagian pemasaran.


Semua lalu berdiri mengikuti langkah pak Bambang, naik ke atas panggung dan memberi ucapan selamat pada mempelai.


Hati Clarissa tak karuan, bergemuruh sekali didalam sana sibuk menyusun kata-kata yang bahkan sangat mudah untuk ia Ucapkan.


Tibalah gilirannya untuk mengucapkan selamat, dengan ragu Clarissa menjabat tangan Jonathan ia berusaha tersenyum


" Selamat yah Jo, semoga langgeng " Ucap Clarissa yang berhasil berucap dengan santai.


" Makasih ya, Ris sudah mau meluangkan waktu untuk datang " balas Jonathan yang masih mengengam tangan Clarissa. Clarissa ingin sekali memeluk Jonthan dan bertanya kenapa Jonathan meninggalkannya, tapi itu tidak mungkin ia tidak mungkin melakukan hal gila itu.


Riko yang melihat situasi itu dengan cepat Riko melepaskan tangan Jonathan dan menjabatnya.

__ADS_1


"Selamat yah bro, gw ikut bahagia " Ucap Riko.


Setelah mengucapkan selamat Riko kembali menarik tangan Clarissa agar cepat keluar dari ballroom hotel. Memasuki lift dan langsung masuk kedalam mobil.


__ADS_2