
Baru kali ia menemukan laki-laki seperti Levin, Kalau Jonathan dulu paling suka kalau Clarissa mengunakan dress, sedangkan Levin malah menyuruhnya berpenampilan layaknya pria, dasar aneh sungut Clarissa sambil menganti pakaian yang dikenakannya.
Setelah berganti pakaian Clarissa berjalan keluar menemui Levin.
Saat keluar Clarissa melihat ada Alisa membawakan minuman untuk Levin.
Tampa menunggu lama Levin langsung menengguk nya hingga tersisa sedikit.
"Kamu haus yah? " tanya Clarissa yang melihat cara minum Levin sudah seperti orang yang habis berlari jauh.
"Biar bisa cepat pergi, calon mertua ku mana? panggil kita sudah ditungguin ini takut telat " jawab levin sambil menatap jam tangan nya.
"Ayah sama ibu lagi keluar kak dan belum pulang nanti biar Alisa aja yang bilang sama ibu kalau kak rissa pergi sama kak Levin " jawab Alisa.
"Owh yah sudah kalau begitu, titip salam yah buat ayah sama ibu, Kaka bawa kaka mu dulu "
Alisa kemudian menjabat tangan Levin dan mencium punggung tangannya begitu pun dengan Clarissa.
Keduanya kemudian berjalan menghampiri mobil Levin yang sedang terparkir Clarissa yang hendak masuk ke dalam mobil, namun tidak bisa membuka pintu mobilnya jadi ia lebih memilih diam menunggu didepan pintu mobil terlalu malu baginya untuk jujur pada Levin.
__ADS_1
"Yaela kampungan banget sih!" Ucap levin dari dalam mobil kemudian membukakan pintunya dari dalam.
" Dasar malu-maluin buka pintu saja tidak bisa "
Clarissa hanya diam dan mengerucutkan bibirnya tak membalas ejekan Levin.
Selama perjalanan keduanya hanya diam, Levin menyetir dengan sangat serius, fokusnya hanya kedepan bahkan sama sekali tak melirik Clarissa yang duduk disampingnya.
Sekitar 30 menit perjalanan mobil mewah Levin memasuki pelataran sebuah rumah yang besar dan mewah.
Setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna levin lalu turun dan berjalan mengitari mobilnya membukakan pintu untuk Clarissa karena ia tahu Clarissa tidak bisa membuka pintu mobilnya.
"Ayo masuk " Ucap Levin mengajak Clarissa, Levin berjalan masuk kedalam rumah tersebut dan Clarissa hanya mengikuti setiap langkah nya.
Masuk kedalam rumah tersebut mata Clarissa sibuk menyisir setiap ruangan dan benda-benda untuk yang berjejer rapi di lemari hias.
Maklum ini kali pertamanya ia memasuki rumah mewah, jadi wajar saja ia terlihat sedikit kampungan. Matanya benar-benar sibuk melihat kiri kanan bahkan lampu cantik yang bergantung di atas plafon pun tak luput dari matanya.
Clarissa tersenyum melihat lampunya, Ia pernah melihat lampu tersebut dijual dimall tapi ia belum pernah melihat secara langsung saat terpasang ternyata bagus sekali.
__ADS_1
Levih mendesis kalah melihat kebelakang Clarissa yang masih berada jauh dibelakang nya, Clarissa tersenyum dan sedikit berlari mendekati nya.
"Kampungan banget sih kamu " Ucap Levin sambil menyentil pelan dahi Clarissa.
" Auwhhh sakit! " ucap Clarissa sambil memegang dahinya.
" Panda itu kamu pilih mau undangan kaya bagaimana, Aku mau kekamar dulu sebentar " Ucap Levin kemudian berlalu meninggalkan Clarissa.
*Undang jadi dia membawa kerumahnya hanya untuk memilih undangan pernikahan ah kenapa tidak bilang dari kemarin! ah tapi buat apa juga dia bilang. Clarissa membatin.
Clarissa lalu berjalan menghampiri dua orang wanita yang sudah menunggu keduanya sejak tadi.
" Maaf yah mbak, nunggunya lama " Sapa Clarissa sekedar basah basih, lalu duduk disalah satu sofa disamping mereka.
"Yah lumayan mbak hampir 1 jam lebih " Ucap salah seorang tersebut.
"Ini mbak konsep undangan nya silahkan dipilih " Ucap wanita tersebut sambil menyodorkan tablet nya pada Clarissa.
Sampai disini dulu yah besok lanjut lagi! jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen biar rame terimakasih semuanya.
__ADS_1