Suamiku VS Mantanku

Suamiku VS Mantanku
Alasan Jonathan part.2


__ADS_3

Riko menatap Clarissa dengan intens sedetik kemudian ia menghela nafas beratnya.


" Dia bilang ke gw, lo udah nggak perawan terus dia kecewa " Ucap Riko dengan sedikit ragu-ragu menatap wajah Clarissa.


"Duarrrrr" serasa disambar petir disiang bolong Clarissa membeku mendengar penuturan Riko dada memanas marah ia sangat marah, dengan cepat Clarissa mengengam lengan Riko " Bagaimana bisa!! jelas-jelas itu pertama kalinya,." Clarissa yang tersadar dengan ucapannya langsung membungkam mulutnya memukul pelan mulutnya yang keceplosan.


"Aduh! itukan jadi keceplosan" batin Clarissa menatap Riko yang juga menatapnya dengan bingung. Clarissa yang kesal menarik lengan Riko dan mengigitnya.


" Aaaakhhhh" Riko berteriak karena lengannya tiba-tiba digigit Clarissa.


****


Sepeninggal Riko, Clarissa menangis seharian mengurung diri dikamar nya. ia tidak bisa tidur memikirkan perkataan Riko.


" Bagaimana bisa dia bilang seperti itu, jelas-jelas itu pertama kalinya aku melakukan itu dengan nya, aku menyerahkannya dengan mudah padanya, apa maksudnya " Ucap Clarissa berbicara sendiri.


Clarissa lalu bangkit dari tidurnya, beralih duduk di lantai beralaskan karpet bulu yang lembut, ia kembali mengingat kejadian waktu itu, saat Jonathan memaksa melakukannya dengan kata-kata cintanya, saat ia memasukkan Clarissa merintih kesakitan. bahkan tak henti-hentinya ia menangis karena merasakan perih dibawah sana, bahkan sudah lewat dua hari pun rasa sakit itu belum juga hilang, tapi setelah mereka melakukan itu Clarissa melihat tidak ada noda merah di spreinya, ia tidak tahu mengapa selaput darahnya tidak sobek saat itu.


Clarissa POV.


Apa karena tidak ada noda merah itu?. Karena tidak ada darah, jadi dia menganggap ku sudah tidak perawan, jahat sekali dia hanya mencari selaput darah dan setelahnya pergi begitu saja.


Bodoh sekali dia apa dia tidak tahu bahwa tidak semua perempuan memiliki selaput darah, bahkan seorang perempuan bisa saja kehilangan selaput darah nya karena kecelakaan.


Aku akan menjelaskan nya " Ucap Clarissa mengambil ponselnya mencari nomor Jonathan, namun niatnya ia urungkan mengingat ini adalah malam pertama Jonathan.


Bagaimana mungkin aku menganggu malam pertamanya hanya untuk menjelaskan masalah keperawanan ku.


Author POV.


Setelah tak jadi menghubungi jonathan, Clarissa kembali terdiam pikiran nya tak lepas dari Jonathan, Semua kenangan indah yang pernah mereka ukir bersama menari-nari di kepalanya, air matanya terus mengalir tanpa aba-aba.


Clarissa lalu bangkit dari duduknya mengambil dompet juga kunci motor milik nya lalu berjalan keluar kamar.


" Mau kemana rissa? " Tanya Elika yang melihat Clarissa melewati kamar nya kebetulan pintunya dibiarkan terbuka lebar.

__ADS_1


" Mau ke warung beli sabun cuci piring" jawab Clarissa asal lalu kembali berjalan.


Clarissa melajukan motornya menuju warung terdekat yang masih buka di atas jam 10 malam.


"Mbak beli rokok *** sebungkus " Ucap Clarissa pada pemilik warung.


" Ini mbak " ucap pemilik warung menyerahkan rokok yang diminta Clarissa.


" Brpa mbak?"


" 25rb mbak "


" Ini mbak, sama minuman dinginnya satu yah mbak " Ucap Clarissa menyerahkan uang berwarna biru pada pemilik warung.


Setelah mendapatkannya, Clarissa kembali melajukan motornya menuju ke kostnya.


Setelah sampai dikostan Clarissa langsung naik menuju atap kosan yang biasanya digunakan untuk menjemur pakaian dll, ia memilih disitu karena tempat itu sepi dan terbuka.


Clarissa mulai menyalakan rokok di tangannya, lalu perlahan-lahan menghisapnya.


Satu batang rokok habis di tangannya, kemudian ia melanjutkan lagi menyalakan rokok ke dua dan seterusnya sampai ia mulai merasakan sedikit tenang dan lupa dengan masalah percintaannya. Matanya terasa berat karena kantuk yang mulai menghampirinya ia berdiri dan berjalan turun menuju kamarnya untuk tidur.


***


Keesokan paginya.


" Ris, Risa, Ris " Teriakan dan ketukan pintu di luar kamar menganggu tidur Clarissa.


Clarissa bangkit dari tidurnya dengan sempoyongan membuka pintu kamarnya.


"Iya apa sih, El "


" Parah lo Ris, lo baru bangun? " tanya Elika yang berdiri didepan nya sudah rapi dengan stelan kerjanya.


" Gw minta bedak lo yah, bedak gw habis belum sempat beli " tanpa malu-malu Elika berjalan masuk kedalam kamar Clarissa mengambil bedak dan memoleskan pada wajahnya.

__ADS_1


Clarissa kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


" Lo nggak masuk kerja hari ini" tanya Elika yang melihat Clarissa kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.


" Kerja"


" Buruan mandi, hari ini gw mau nebeng motor lo, motor lagi dibengkel "


" Yah udah, pesan ojol aja"


" Gw lagi kanker (kantong kering) belum gajian"


"Samakan"


"Beda kalo lo lagi patah hati gw nggak" Ledek Elika yang mendapatkan tatapan tajam Clarissa.


Elika nyegir kuda " Sorry, sorry gw bercanda. Hahahaha "


" Dasar lo " Ucap Clarissa telunjuknya mendorong pelan pelipis Elika.


****


" Ris, kirain nggak masuk " tanya Riko yang melihat Clarissa berjalan membawa setumpuk dokumen.


" Masuklah! "


" Maaf yah, soal kemarin, seharusnya gw nggak ngomong itu sama lo "


Ucap Riko membuat langkah Clarissa berhenti lalu menatap nya.


" Gw nggak pa apa ko Rik, Makasih yah udah ngasih tau, mmm.. maaf yah Rik soal tangan lo " Ucap Clarissa melirik lengan Riko yang di balut kemejanya samar-samar Clarissa melihat ada perban yang mebalut bagian lengan yang digigitnya kemarin.


" Maaf yah, rik! kemarin gw kebawa emosi "


"Iya santai aja"

__ADS_1


Ditengah pembicaraan keduanya, mata Clarissa tertuju pada sosok pria yang berjalan kearah keduanya.


__ADS_2