Suamiku VS Mantanku

Suamiku VS Mantanku
Lamaran


__ADS_3

Keesokan paginya, Semalaman Clarissa menangis dan itu membuatnya bawah matanya menghitam karena tak tidur.


Sudah jam 9 tapi Clarissa masih belum beranjak dari tempat tidurnya padahal semalam orang tuanya sudah mengatakan kalau hari ini jam 10 pagi pak Hermawan beserta keluarganya akan datang melamar.


Entahlah saat ini banyak sekali yang dipikirkannya ia menatap langit kamarnya dengan berbagai macam pertanyaan.


Apa yang harus ia lakukan saat ini ia benar-benar putus asa dengan semua yang terjadi.


Rasanya ia mau bunuh diri saja namun jika ia bunuh diri dan mati bagaimana dengan ayahnya, Bagaimana jika pak Hermawan meminta Marissa atau allisa yang menikah dengan anaknya.


Berarti adiknya akan putus sekolah, Ia tidak ingin semua itu terjadi. Tapi kenapa pak Hermawan sampai mencari kan istri untuk anaknya itu.


Mereka punya pabrik besar yang banyak cabangnya, Kekayaannya sangat berlimpah, apakah anaknya itu cacat?, atau ia sangat jelek? sehingga tidak ada yang mau menikah dengannya. Clarissa terus bergumam sendiri sampai terdengar suara ibunya yang memanggilnya.


"Rissa,, Riss" panggil ibunya yang sedikit berteriak dibalik pintu kamarnya.


Clarissa mendengarnya namun ia berpura-pura tidak mendengar lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya ia berpura-pura tidur kembali.

__ADS_1


"Cekleek!" Suara pintu kamar Clarissa terbuka.


"Rissa, Kamu masih tidur?" Tanya ibu Clarissa sembari menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Clarissa.


Membuat Clarissa mengeliat dengan sangat malas.


"Ayo bangun, dan bersiap-siap 30 menit lagi calon suami mu akan datang "


"Ibu, nanti saja masih lama rissa itu masih ngantuk " Ucap Clarissa yang duduk ditepi ranjang sambil mengucek-ngucek matanya.


"Tidak-tidak 30 menit itu tidak lama kamu harus siap-siap dan berdandan cantik ris tidurnya nanti saja " Ucap ibu Clarissa sambil menarik tangan anak gadisnya untuk masuk ke kamar mandi.


Setelah keluar dari kamar mandi Clarissa melihat ibunya sudah tidak tapi meninggalkan Dress berwarna Navy di atas ranjangnya.


Sepesial sekali sampai ia harus mengunakan dress itu gumam Clarissa sambil menatap dress berwarna navy yang memang sangat cantik.


Cukup lama Clarissa berdiam diri dikamarnya sampai akhirnya ia memutuskan untuk keluar ia tak menggunakan dress yang diberikan ibunya tapi ia mengunakan celana jeans panjang berwarna hitam yang ada sobekan nya di lutut dipadukan dengan kaos polos berwarna grey yang sedikit kebesaran dari tubuhnya.

__ADS_1


Bahkan Clarissa tak mengunakan make up sama sekali lingkaran hitam dibawah mata nya ia biarkan saja, ia hanyak memakai lipstik agar tak terlihat pucat rambutnya hanya ia kuncir asal.


Ia lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dimana semua orang sedang menunggu nya.


"Wah apa kah ini yang bernama Clarissa?" Tanya seorang pria paru baya yang umurnya terlihat lebih tua dari ayahnya Clarissa.


Ayah Clarissa menoleh pada Clarissa.


"Maaf yah sudah menunggu lama" Ucap Clarissa pada mereka semua, ia lalu menyalami mereka dan lalu duduk disamping ayahnya.


"Ini anak sulung kami pak, ini yang nama Clarissa penampilan sehari-hari nya seperti ini tidak dibuat-buat saya minta maaf jika bapak kurang berkenan"


"Saya sangat pak" Ucap pak Hermawan membuat mata Clarissa melebar sempurna kaget, ia sengaja berpenampilan seperti itu namun yang terjadi malah pak Hermawan menyukai penampilan nya.


" Dia gadis masih sangat alami, berbeda dengan gadis lainnya" lanjut pak Hermawan.


Ayah dan ibu Clarissa tersenyum lega mendengar ucapan pak Hermawan.

__ADS_1


Tak berselang lama masuklah seorang pria gagah dengan kulit putih dan tubuh atletis. Terlihat sekali ia pria yang rajin berolahraga, Tapi sungguh ia sangat tampan bahkan lebih tampan dari Jonathan, ia masuk dan tersenyum pada Clarissa.


__ADS_2