Suamiku VS Mantanku

Suamiku VS Mantanku
Alasan Jonathan


__ADS_3

Riko yang melihat situasi itu dengan cepat Riko melepaskan tangan Jonathan dan menjabatnya.


"Selamat yah bro, gw ikut bahagia " Ucap Riko.


Setelah mengucapkan selamat Riko kembali menarik tangan Clarissa agar cepat keluar dari ballroom hotel. Memasuki lift dan langsung masuk kedalam mobil.


Setelah keduanya masuk kedalam mobil, Riko menghela nafasnya.


" Nih " Ucap Riko sembari memberikan tissue pada Clarissa yang melihat keluar jendela mobil.


Clarissa berbalik menatap Riko dan menepis tangan Riko yang memberikannya tissue.


" Gw nggak pa apa kok rik "


"Gw tahu, lo cinta banget sama si jo! pasti rasanya sakit yah?"


Clarissa termenung mengingat semua kenangannya bersama Jonathan.


*Bukan sekedar sakit, Rik. Rasanya separuh nyawa dalam tubuhku mati. sakit sangat sakit melihat orang yang sangat aku cintai yang hampir setiap hari mengisi hari-hari ku selama empat tahun ini, Sekarang ia duduk bersanding di pelaminan dengan wanita lain, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku saja. * Batin Clarissa.


*Tess, air mata Clarissa akhirnya menetes pertahanannya sejak tadi runtuh seketika.


"Hikss hiksss...." Clarissa menangis tersedu-sedu didalam mobil.


****


Setelah beberapa saat mobil yang dikendarai Riko akhirnya sampai di pelataran parkir kost-kostan yang tinggali Clarissa.


Clarissa sibuk mengelap pipi dan matanya yang masih basah. Riko menatap Clarissa.

__ADS_1


" Habis ini, lo mau kemana?" tanya Riko.


"Tidur"


" Yah udah, gw temanin" Ucap Riko membuat Clarissa spontan menatapnya dengan tajam.


"Maksud gw, gw akan temanin lo mengobrol, kita bisa mengobrol di depan kamar biar lo nggak seharian menangis memikirkan orang yang lagi enak-enakan malam pertama. Ucap Riko tertawa geli melihat penampilan Clarissa matanya menghitam karena maskara yang digunakannya luntur karena menangis.


"Mata lo melotot gitu lebih serem dari burung hantu " ucap Riko lagi.


Mendengar ucapan Riko Clarissa spontan melihat ke arah kaca spion.


" Akhhhh...." Teriak Clarissa karena terkejut dengan matanya.


"Hahhhahahaaa..." tawa keduanya.


....


Setelah selesai Clarissa lalu keluar membawa dua cangkir capuccino sebagai teman mengobrol keduanya.


"Makasih ya" Ucap Riko melihat cangkir yang ditaruh Clarissa di atas meja dekatnya.


Clarissa lalu duduk dikursi disampingnya keduanya terhalang meja kecil ditengahnya.


"Rik, lo nggak cari pacar gitu, dengar-dengar anak magang yang nama laras itu suka sama lo ya? "


"Ngegosip lo" ucap Riko lalu mengambil cangkir dan menyeruput cappucino yang dibuatkan Clarissa untuknya.


" Eh serius, dia sering liatin lo. Suka cari-cari perhatian gitu "

__ADS_1


" Kok, lo bisa tahu?"


" Kata anak-anak si gitu," Ucap Clarissa sambil nyengir kuda. " Kenapa lo belum punya pacar sih?" tanya Clarissa lagi penasaran.


" Gw takut nanti ditinggal nikah".." Bugh" Ucap Riko yang langsung mendapatkan tinju di lengannya.


"Sialan lo " Ucap Clarissa dengan wajah cemberut.


" Hahaahaaa, nggak gitu! gw bercanda "


"Rik"


"Hmm" jawab Riko yang kembali menyeruput cappucino nya.


" Gw mau nanya, lo kan sahabatan sama jo"


" Hhmmm,, trusss? "


" Lo tau nggak alasan jo ninggalin gw? maksud pernah gitu dia cerita alasannya ke elo waktu dia mau ninggalin gw dan memilih perempuan itu " tanya Clarissa sedikit ragu-ragu.


" Yakin, lo mau tau?? "


" iyalah, setidaknya gw tau alasannya ninggalin gw, andai saja dia bilang alasannya dia ninggalin gw mungkin rasanya nggak sesakit ini " Ucap Clarissa senduh.


"Tapi lo janji nggak bakalan marah yah?"


"Iyah, gw janji "


" Janji dulu "

__ADS_1


" Iyah gw janji " Ucap Clarissa yakin sambil mengacungkan jari kelingking nya.


" Ok gw kasih tau " Ucap Riko menatap Clarissa dengan serius "


__ADS_2