Suamiku Yang Dingin

Suamiku Yang Dingin
Episode 2


__ADS_3

Aku tidak mau egois..Aku harus mikir dengan keadaan keluargaku...! Aku rela sakit hati, daripada melihat ibu dan ayah menderita .


Aku akan membuat Ardian mengubah sikap nya! Aku harus kuat! Tidak boleh cengeng begini!


Selena : hmm... *memikirkan sesuatu*


Selena : langkah langkah pertama adalah...


...........


Langkah pertama Adalah :


Mencari tahu kesukaan ardian dan yang tidak disukai ardian, Mulai dari makanan minuman dan yang lain nya .


Langkah Ke dua :


Membantu Ardian dalam pekerjaan nya.


Langkah Terakhir :


.............


Setelah selena memikirkan langkah langkah nya, ada langkah yang terakhir ia tidak bisa menjawab. Karna ia berfikir, bahwa itu tidak akan pernah terjadi pada Ardian. Suaminya.


------------------------------------


*Dalam Mobil*


Mahmed : ....


*Melihat Ardian*


Ardian : .....


Suasana menjadi hening, seakan akan dari raut wajah ardian mengekpresikan tidak ingin di ganggu .


Mahmed : ......


Ardian : .....


2 menit kemudian


Ardian : ada apa med ?


Mahmed : ... *ragu*


Ardian : Jika ada yang kau ingin katakan, katakan lah. *membuah nafas*


Mahmed : tuan..


Mahmed : mengapa sikap tuan terhadap nyonya selena begitu dingin ?


Ardian : ...


Ardian memejamkan mata dan berbicara


Ardian : kau mau tau ?


Mahmed : ....


Ardian : kau tau sendiri, bahwa gadis itu menikahiku karna harta.


Mahmed : ....


Ardian : ini hanya permintaan ayahku. Jika tidak, aku tidak akan menikahinya!


Mahmed : ...


Mahmed : maafkan saya tuan, sudah menanyakan soal ini .


Ardian : tidak apa apa. Kau hanya ingin tau, jadi itu tidak masalah .


*Apakah benar ? Dia menerima pernikahan ini karna harta ? Tatapan nya waktu itu.. sangat menyedihkan.. Yang walaupun... ia memasangkan wajah senyum nya.


........


Sudahlah.... Apa yang aku pikirkan ? Dia juga sama seperti gadis gadis lain nya. Memikirkan Harta dan kekayaan saja! Aku tidak akan tertipu lagi ! gaya dan cara nya gadis gadis yang ingin merebut Harta dan kekayaanku* .


***Ardian, setelah ia memikirkan semua hal itu, ia mendesah dengan desahan yang berat. Ia menatap kaca dan membuka kaca mobil itu. Ia merasakan udara segar yang membuat susana hati nya tenang*.


Mahmed hanya terdiam, ketika ia melihat tuan nya yang sedang merasakan segar nya udara pagi ini. Ia hanya tersenyum dan melanjutkan mengemudi mobil untuk menuju kantor** .


------------------------------------


*Tiba di kantor*


Ardian : mahmed .


Mahmed : ia tuan ? *menunduk*

__ADS_1


Ardian : Siapkan beberapa berkas karyawan yang bekerja di kantor ini, dan berikan kepadaku di kantor.


Mahmed : baik tuan.


Ardian berjalan memasuki perusahaan nya, di kantor banyak yang mengagumi sosok ardian. Ardian adalah pria yang tampan, tinggi, badan kekar, kulit putih, bibir merah. Ia adalah pria idaman para gadis! Namun, meskipun ardian mempunyai sikap dingin dan tidak peduli, wanita itu tidak menyerah! Bahkan banyak yang mendekati ardian ! Seperti meniduri nya ! Namun ardian sama sekali tidak tertarik. mengapa ? Mengapa ia slalu bersikap dingin terhadap gadis gadis ini ?


------------------------------------


*Kediaman Rumah Ardian*


Selena : ahh~~~ *dengan tubuh kesal*


Selena : ternyata seperti itu..


Selena : banyak yang tidak suka, dan sedikit ia yang suka.


Selena : hmmm...


Selena : tapi kurasa..


Selena : hmm.. aku mandi dulu ah..


*Setelah mandi, aku akan pergi ke suatu tempat. Semoga saja berkah hari ini !


Beberapa menit kemudian* . . .


Selena : ah.. sudah wangi.


Selana : tinggal pergi! Tidak usah dandan.


Selena berjalan keluar, tapi ia harus berbicara kepada kepala pelayan supaya tidak di curigai.


Selena : bik. Saya pergi ya.


Kepala pelayan : kemana nyonya ?


Selena : saya akan pergi sebentar saja *senyum*


Kepala Pelayan : baik nyonya. Hati hati di jalan.


Selena : ia, terimakasih *senyum*


------------------------------------


*Kantor Ardian*


*Dring dring dring!*


Mahmed : *mengangkat telfon*


Mahmed : ia, ada apa ?


Kepala Pelayan : maaf, mengganggu tuan mahmed.


Mahmed : ya tidak apa apa , katakanlah.


Kepala pelayan : Nyonya Selena, keluar pada pagi ini pukul 09:25.


Mahmed : tau kah kemana ia pergi ?


Kepala Pelayan : tidak, tuan.


Kepala pelayan : ia hanya berkata, pergi hanya sebentar, dengan pakaian sederhana.


Mahmed : baiklah, kalau begitu.


****Tut Tut Tut*


Mengakhiri telfon***


*Tok Tok Tok*


Ardian : siapa ?


Mahmed : saya tuan.


Ardian : masuklah.


*masuk*


Ardian : ada apa ?


Mahmed : Aku mendapatkan telfon dari kepala pelayan tuan.


Ardian : ada apa ? Apa dia berbuat masalah ?


Mahmed : tidak tuan.


Mahmed : kepala pelayan berkata, bahwa nyonya selena keluar pada pukul 09:25 pagi ini. Dia tidak memberi tau kemana ia pergi hanya pesan nya cuma sebentar.

__ADS_1


Ardian : apakah dia menaiki mobil ?


Mahmed : ia, tuan .


Ardian : telfon sopir itu, suruh mata matai dia, dan berikan informasi .


Mahmed : baik tuan.


Setelah mahmed menelfon sopir yang mengendarai selena, ia terus menemani dan memata matai selena dan...


Ardian : apa!? *dengan alis mengkerut*


Mahmed : benar tuan.


Mahmed : nyonya selena bekerja di sebuah tempat kesenian musik. Ia memainka alat musik piano di panggung sederhana.


Ardian : ...


Ardian : terserah!


Ardian : Aku ingin pulang lebih awal ! *marah*


Mahmed : baik, tuan.


------------------------------------


****sampai rumah*


Suara pelayan yang menyambut ardian dengan rasa hormat***


Ardian : dimana selena !?


Kepala pelayan : Nyonya selena berada di kamar nya tuan.


*Menuju kamar selena dengan cepat


*membuka pintu**


Selena : *terkejut*


Ardian : *menutup pintu dengan kasar*


Selena : ma-s ?


Ardian : *mencekik leher selena*


Ardian : apa yang kamu lakukan hari ini ?


Selena : a-ak-u.. *uhuk uhuk*


Ardian : kemana kau pergi ?


Selena : *uhuk uhuk*


Ardian : *melepas*


Selena : hah.. hah.. hah..


Ardian : kau. kau adalah gadis tidak tahu diri. Kau adalah nyonya dari keluarga Ardian. jangan berbuat masalah atau yang memalukan!


Ardian pergi menuju pintu luat kamar selena dan selena berdiri dan bergegas untuk bicata tanpa rasa takut atau ragu


Selena : tunggu!


Ardian : eh ?


Selena : aku tidak berbuat masalah!


Selena : aku hanya bekerja sendiri! selama ini aku tidak memakai uangmu! Aku tidak ingin kau berfikir bahwa aku gadis ingin menghabiskan uangmu!


Ardian : kau tidak berbed dengan gadis lain nya. kau sama saja. tipu dan cara ini sudah ku alami. Jadi percuma kau berbicara apa saja, aku tidak akan mempercayai nya.


Selena : apa yang membuatmu seperti ini ?


Ardian : ...


*Ardian keluar dan menutup pintunya.


selena yang hanya diam dan menangis.. ia tidak tau, apakah benar pilihan yang ia pilih?


Aku salah apa dimatamu ardian ? mengapa kau setega ini kepadaku ? *menangis*


------------------------------------


mengingat perkataan wanita tadi*..


Aku tidak akan tertipu lagi!


Semua gara gara dia! Andai aku tidak mencintai nya dulu ! Andai aku tidak mengasihani nya ! Andai aku berfikir sebelum bertindak ! Semua ini gara gara dia !

__ADS_1


Aku seperti ini karna dia ! .... *memegang wajah* ... Yuri ...


__ADS_2