Suamiku Yang Dingin

Suamiku Yang Dingin
Episode 3


__ADS_3

Kenapa ardian begitu ?


Apakah ada masalalu yang tidak terlupakan ? Sehingga membuat nya seperti ini ?


Sikap nya yang begitu dingin dan tidak peduli


seakan akan aku bukanlah siapa siapa baginya.. melainkan orang asing yang tidak dikenal dan hanya menopang di rumah ini ..


Kuatkanlah aku..


Selena menangis, terus menangis hingga bengkak kedua mata nya, berkali kali pelayan mengetuk pintu untuk makan malam, selena hanya diam saja dan tidak menjawab.


------------------------------


*Ruang Kerja Ardian*


Ardian : ....


Mahmed : Tuan ...


Ardian : *melihat tangan nya*


Ardian : .....


*Tok Tok Tok*


Mahmed : silahkan masuk.


*suara pintu terbuka*


Kepala Pelayan : maaf mengganggu tuan.


Mahmed : ada apa ?


Kepala Pelayan : nyonya muda tidak keluar dari kamar nya tuan, dan juga dia tidak menjawab, karena sekarang sudah waktunya makan malam.


Ardian : kau tidak usah repot repot dia mau makan atau tidak.


Kepala Pelayan : ...


Ardian : jika ia TIDAK MAU ya sudah abaikan saja.


Kepala Pelayan : Tapi tuan.. jika nyonya jatuh sakit ...


Ardian : berarti dia ingin mati. Kita kubur dengan layak saja .


Kepala Pelayan : .....


Mahmed : ...


Mahmed : kau boleh keluar .


Kepala Pelayan : baik.. Tuan mahmed..


*Kepala pelayan keluar*


Mahmed : tuan ...


Ardian : apa yang kau pikirkan mahmed ?


Mahmed : tapi..


Ardian : apa ada yang salah dengan ucapanku ? Jika dia tidak mau makan, ya sudah. Mati saja.


Mahmed : ...


Ardian : Kenapa kamu harus mencemaskan hidup nya yang tidak begitu penting? Biarkan saja! Jika aku menjadi pelayannya, aku akan bersyukur, berkurang nya pekerjaan mengurusi nyonya yang seperti dia.


Mahmed : tapi tuan.. kita harus menjaga kesehatan nyonya selena agar--


Ardian : Lagi pula, dia hidup hanya menyusahkan orang!


Mahmed : ...


Mahmed : baik tuan..


------------------------------


*Ke esokan harinya*


Seperti biasa, ardian bangun di pagi hari dan menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi yang sudah di sediakan oleh pelayan nya. Namun, ia melihat tidak ada selena di tempat duduk biasanya. Ia melihat ke kepala pelayan tua dan menanyakan nya


Ardian : dimana dia ?


Kepala Pelayan : kami sudah mengetuk pintu nya berkali kali, tapi nyonya tetap saja tidak ingin keluar tuan.


Ardian : seperti nya, dia belum bangun ?


Kepala Pelayan : ...


Ardian : Jam berapa ini? Dia belum bangun juga ?


Kepala Pelayan : ......


Ardian : apakah dia sudah mati ? mahmed ?

__ADS_1


Ardian : *senyuman yang sinis*


Mahmed : ....


Ardian : Mungkin ini terlalu terburu buru jika dia mati, bukan?


Mahmed : ....


Ardian : baiklah. Akulah yang akan membangunkan nya.


Ardian berjalan menuju kamar selena. Dan dia membuka pintu kamar nya dengan kasar! Ia melihat selena sedang duduk termurung.


Ardian : sudah bosan hidup ?


Selena : ....


Ardian : Ku kira kau sudah mati.


Selena : ...


Ardian : harus dengan cara apa aku membunuhmu kali ini ?


Selena : ....


Ardian : Bahkan semalam, aku sudah mencekikmu!


Selena : .... *teringat kejadian semalam*


Ardian : Jika kau tidak ingin hidup, maka cepatlah mati!


Ardian : Agar kau tidak membuang buang oksigen disini!


Selena : ......


Meninggalkan kata kata seperti itu.. ardian keluar dari kamar selena. Ia memakan sarapan nya tanpa selena dan pergi ke kantor seperti biasa nya.


Dia benar benar tidak perduli denganku..


Bahkan dia datang hanya untuk mengatakan hal itu.. Hal yang membuatku sakit..!! Ia tak pernah menganggapku sebagai istrinya..


Ayah.. Ibu.. Aku sangat merindukan kalian..!


Aku ingin berkumpul lagi bersama kalian seperti dulu lagi..! Harus sampai kapan aku menanggung sakit di dada ini karena sikap nya ?


Selena terus menangis tidak ada henti hentinya. Sampai ia tidak tahu .. harus berbuat .. Harapan selena adalah ingin merubah sikap dingin dan kasar nya suaminya itu. Namun, malah sebalik nya. Dia merasakan sakit yang begitu dalam..


------------------------------


*Sampai di kantor*


Ardian : ada apa ? *sambil berjalan*


Mahmed : Semua data dari perusahan termasuk karyawan disini, semia sudah saya kumpulkan.


Ardian : bawalah ke kantor ku.


Mahmed : baik tuan.


*Ruangan Ardian*


Ardian : hmmm..


*memisahkan lembaran kertas*


Ardian: pecat lah beberap orang yang sudah aku pisahkan ini.


Mahmed : baik tuan.


Ardian : Tolong panggil sekretaris Naoling


Mahmed : ...


*memanggil sekretaris Naoling*


Naoling : ada apa tuan ardian, anda memanggil saya ?


Ardian : *melempar berkas perusahaan*


Naoling : *terkejut*


Ardian : becus tidak kau bekerja ini !?


Naoling : ...


Ardian : sudah berapa kali aku katakan!? berhati hatilah!


Naoling : ... maaf tuan .. ini kelalaian saya.


Ardian : ah!!! sudahlah!


Naoling : ....


Ardian : mulai hari ini, kau kemasi barangmu!


Naoling : maksud tuan ..?

__ADS_1


Ardian : masih belum paham !?


Naoling : ...


Ardian : saya memecat kau!


Naoling : tapi tua--


Mahmed : silahkan anda kemasi barang barang nya dan keluar dari sini .


Naoling : *muka geram*


Naoling : chiitt!!!!


Ardian : mahmed!


Mahmed : iya tuan ?


Ardian : Carilah pengganti sekretaris itu!


Mahmed : ...


Ardian : *melihat mahmed* kenapa kau diam saja ?


Mahmed : sebenarnya ...


Ardian : .....


-----------------------------


Sampai rumah, ardian masuk kamar dan mandi . Setelah mandi.. Ardian bergangi baju biasa dan berjalan ke kamar selena. Namun sebelum itu, kepala pelayan bilang, bahwa selena masih saja tidak ingin makan dan terus menerus menangis di kamar nya.


*Sampai depan pintu kamar selena*


Ardian : pergilah.


Kepala Pelayan : baik tuan.


*membuka pintu*


Ardian : ....


Selena : ....


Ardian : lihatlah rupamu.


Ardian : benar benar buruk!


Selena : ...


Ardian : *teringat ucapan mahmed*


*Flashback*


*Kantor*


Mahmed : sebenarnya, nyonya selena mempunhai bakat tuan.


Ardian : ...


Mahmed : nyonya selena mendapatkan beasiswa sekolahnya dan mendapatkan juara 1 dan nilai tertinggi.


Mahmed : Nyonya selena juga baik dalam bidang kesenian dan administratif.


Mahmed : Nyonya selena juga, baik dalam berkomunikasi dan bekerja dalam tim. Tidam hanya itu saja, nyonya selena benar benar bisa menarik perhatian orang lain dan ia sangay pekerja keras.


*EndFlashback*


Ardian : Besok kau mulai bekerja .


Selena : eh ..? *melihat ardian*


Ardian : besok kau mulai bekerja di perusahaanku menjadi sekretaris.


Ardian : jika kau menolak, maka bersiaplah untuk aku yang akan menghancurkan perusahaan keluargamu sendiri!


Selena : ....


*Ardian memegang wajah selena*


Ardian : aku sudah muak melihat wajahmu dirumah ini .. tapi masih saja! kita bertemu di perusahaan untuk bekerja sama!


Selena : ....


*Melepas*


Ardian : ingatlah ucapanku! Jika perusahaan keluargamu ingin baik baik saja, maka patuh lah denganku!


Selena : ...


*Ardian keluar dari kamar selena.


Selena berfikir.. bahwa ardian memberikan kesempatan untuk dirinya. Dia mulai tersenyum.. karena dia fikir.. bahwa ardian sudah membuka pintu hati nya sedikit demi sedikit. Dia pikir bahwa suaminya itu, akan memberikan sebuah kesempatan.. yaitu mempercayai dirinya sendiri.


Selena mulai berfikir, bahwa ia tidak boleh menyerah begitu saja! Ia akan tetap mempertahankan rumah tangga nya. Walaupun ia barus melalui proses yang menyakitkan, tapi dia tidak akan pernah menyerah begitu saja! Ia akan terus berusaha untuk mengubah sikap suaminya yang dingin itu.

__ADS_1


Dan dia akan membuat suaminya jatuh hati pada nya*.


__ADS_2