Surat Terakhir Untuk Kheira

Surat Terakhir Untuk Kheira
TAKDIR CINTA (Flashback)


__ADS_3

Luka terdalam bukanlah karena pengkhianatan, namun sebuah mimpi yang hancur karena kepergian seseorang yang dicinta untuk selamanya.


~Cahaya Novelia


Hujan...


Aku pernah mencintaimu,


Tapi itu dulu.


Sebelum kelabumu memangsanya


Hujan...


Mengapa kau tutupi ia dengan kabut gelapmu?


Rintikmu memang menyiratkan tangis,


Tapi mengapa kau biarkan tangis ini hadir lagi?


Seberapa besar pengorbanan untuk mengejarnya...


Tetap saja itu hanya menjadi fatamorgana,


Dan Ilusi semata.


Halusinasi terus bergelayut dalam diri...


Pada sebuah mimpi yang takkan pernah kembali.


Sejauh apapun mengejarnya...


Tetap saja tanganmu tak mampu menggapainya.


Sedalam apapun tangismu...


Tetap saja,


Ia tak bisa kembali untuk menghentikannya.


(Gayatri, 10-Mei-1987)


Catatnya dalam buku putih berisikan curahan hatinya. Pena nya bergetar menuliskan kalimat demi kalimat, air matanya mengalir deras membasahi lembar kertas putih di hadapannya. Jari tangannya mencoba menyeka tangisnya, namun lagi-lagi air mata itu jatuh dengan sendirinya.


"Tri, ada tamu"


Teriak si mbok dari luar kamar.


"Sopo mbo?"


Tanyanya lirih.


"Temanmu, Adi"


Pekik si Mbok.


"Tri mau menyendiri dulu mbok"


Perjelas nya membuat si mbok semakin sedih melihatnya dalam keterpurukan.


"Tri..."


Ucap si mbok seakan memintanya untuk tetap menemui lelaki itu dalam keadaan apapun.


"Udah gapapa Mbok, kalau Tri gak bisa menemui saya"


Pekik Adi kepada si Mbok yang terdengar sampai ke telinga Tri.

__ADS_1


Sesaat berfikir, Tri memutuskan untuk menemuinya, berjalan keluar dari kamarnya dengan wajah pucat pasi membuat si mbok menatap getir dirinya. Matanya dipenuh lara, bengkak memerah berjalan dengan tatapan kosong seakan putus asa.


☀☀☀


(ADI POV)


Di ruang tamu, Adi menduduki dipan kuno milik mbok Sarah. Menggerak-gerakkan kedua kakinya dan meletakkan kedua telapak tangan diatas kedua lututnya, seakan memberikan gambaran kegelisahan dalam dirinya.


Perhatiannya tertuju pada seorang wanita yang sedang membuka pintu kamar. Membuat ia terbangun dari persinggahannya, melihat wanita yang ia cinta dirundung duka.


Kakinya dengan cepat melangkah kearah Gayatri, digenggamnya tangan perempuan itu kemudian dituntunnya berjalan ke arah ruang tamu.


Sedaritadi matanya terus menjulur ke arah perempuan yang tengah duduk disampingnya, memperhatikan wajah duka dalam diri wanita itu.


"Tri, mau sampai kapan kamu terus-menerus begini? Indra sudah pergi, ikhlaskanlah kepergiannya"


Pinta Adi menggenggam tangan Gayatri berusaha menguatkan nya.


Tanpa terasa airmata Gayatri mengucur menderas dari lakrimal matanya, mencurahkan segala air mata emosionalnya. Membuat Adi memeluk erat tubuh wanita di sampingnya.


Batinnya terasa sesak melihat wanita yang dicintainya melemah.


"Menangislah sampai kamu tenang"


Lirih Adi mengelus pundak wanita dipelukannya.


Lelaki setegar Adi yang berkali-kali berjuang dan berkali-kali juga dipatahkan dengan penolakan. Tetap berusaha ikhlas memperjuangkan wanita yang ia cinta, berusaha menjaga nya dan menyembuhkan lukanya.


☀☀☀


(AUTHOR POV)


Tak terasa sudah satu bulan kepergian cinta pertama nya. Tanpa sengaja Gayatri mengotori baju putihnya dengan bercak tanah merah yang ia duduki, tanah pemakaman cinta pertamanya.


Disingkapinya selendang putih ke arah pundak, telapak tangannya menyentuh dan mengelus-elus nisan di hadapannya.


Pekik seseorang menepuk bahu nya dari belakang membuat ia menoleh ke arah belakang.


"Rina"


Lirih nya pelan tertegun melihat kedatangan seseorang dihadapannya.


Katrina, sahabat karibnya datang menemui dirinya di area pemakaman. Gayatri bergegas bangun dari duduknya dan memeluk erat sahabat karibnya.


Tangisnya tumpah dipelukan sahabatnya, sahabat yang selama ini menjadi tempat curahan hatinya. Namun, beberapa tahun selepas kelulusan SMA, mereka sudah jarang bertemu atau sekedar memberi kabar.


"Yang sabar ya Tri, aku tau ini berat buat kamu tapi aku yakin kamu bisa melewati semuanya"


Katrina mengelus pundak sahabatnya membuat tangis Gayatri semakin menjadi dipelukannya.


"Oh iya, ini ada titipan untukmu"


Katrina melepas pelukannya kemudian mengambilkan sepucuk surat dari dalam tasnya.


"Ini dari siapa?"


Tanya Gayatri pelan.


"Mas Indra"


Katrina memekik pelan ucapannya membuat Gayatri terpaku membisu.


"Ia menitipkan surat ini sebelum berangkat ke kota, sengaja ia titipkan ke aku karena dia mengenalku sebagai sahabatmu"


Sambung Katrina memperhatikan bola mata Gayatri yang penuh dengan luka.


"Aku gak bermaksud menyimpan surat ini lama-lama, aku cuma gak mau kamu tambah sedih saat mengetahui titipan surat ini"

__ADS_1


Perjelasnya meletakkan kedua tangannya diatas pundak Gayatri.


"Aku paham Rin"


Gumam Gayatri singkat kearahnya perlahan ia membuka secarik kertas di tangannya, kemudian membaca kalimat demi kalimat yang tertulis di dalamnya.


*Yogyakarta, 1 Mei 1987


Hai Tri, bagaimana kabarmu?


Semoga sehat selalu dalam lindungan-Nya. Tri, do'akan aku. Agar aku ikhlas walau tak bisa bersamamu. Besok adalah hari yang sangat mengharukan dalam hidupku, aku harus bersanding dengan wanita yang tidak aku cinta.


Jujur aku tak ingin membuatmu kecewa, tak ingin membuatmu terluka. Namun, aku tak mampu menolak perjodohan ini. Aku tak ingin menyakiti siapapun dalam hidupku baik kamu, wanita itu ataupun orangtuaku.


Aku benar-benar mencintaimu. Namun, bila tak ditakdirkan bersama maka tak ada yang bisa memaksa.


Jika memang tak bisa memilikimu dan tak mampu menyakiti nya. Mungkin kepergian bersama Tuhan adalah cara yang paling aman.


Cintai seseorang yang tulus mencintaimu ya. Jangan terus berlarut pada kesedihan yang tak berujung ini. Buka mata dan hati mu, Ada seseorang yang lebih siap bersamamu dibanding aku. Ada seseorang yang lebih mencintaimu daripada aku.


Selamat tinggal Rin.


........ Indra Pratama*.......


Air mata menderas tak terbendung membasahi pipinya, rasa bersalah semakin hanyut dalam dirinya.


"Ini semua salah aku"


Teriaknya memukul-mukul kepalanya yang terbalut selendang putih.


"Ini semua TAKDIR bukan salahmu"


Pertegas Katrina keras menggenggam kedua tangan Gayatri yang masih berusaha keras memberontak.


"Ingat Tri, manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang mengaturnya dan tak ada yang bisa menyalahi ketetapan-Nya"


Sambung Katrina membuat Gayatri terdiam mendengar ucapan sahabatnya.


"Ikhlaskan kepergiannya"


Lirih Katrina meraih tubuh sahabatnya dalam dekapannya.


Setiap kepedihan memang lebih berat untuk dilupakan dan lebih membekas dalam ingatan.


~Cahaya Novelia


☀☀☀


Butuh waktu bertahun-tahun untuk melupakan sebuah kenangan. Namun, sedikit demi sedikit ia belajar untuk berdamai dengan hati dan berusaha membuka hati.


Akhirnya ia memutuskan untuk menerima lamaran Adi setelah 2 tahun kepergian cinta pertamanya. Namun dirinya berusaha merahasiakan alasannya membangun cinta dan membuka hati untuk Adi hanya karena surat wasiat dari cinta lamanya.


Wajah Adi terlihat sangat bahagia, karena akhirnya tambatan hatinya mampu membuka hati untuk menerima kehadirannya.


Waktu demi waktu berjalan, semula kisah cinta yang awalnya hanya berandalkan satu tangan, kini semua terbalaskan.


Adi selalu tulus memberi cinta kepada Gayatri dan Gayatri berusaha keras membangun cintanya untuk Adi.


Dari situlah mereka mulai membangun cintanya untuk sebuah istana yang melahirkan putra putrinya.


Namun, tanpa mereka sadari sebuah cinta yang dipaksa akan menjadi sebuah malapetaka bagi yang hadir dalam kehidupannya.


*Pada dasarnya memang sulit untuk mencintai seseorang yang tidak kita cintai.


Namun kenyataannya, lebih sulit jika memaksakan cinta yang memang tak ditakdirkan untuk bersama.


~Cahaya Novelia

__ADS_1


**Apakah malapetaka yang akan menimpa mereka? Akankah sebuah bahagia akan berakhir dengan bahagia? ataukah berakhir dengan luka***?


__ADS_2