Sweet Flavour

Sweet Flavour
keluarga Alya


__ADS_3

Dinda dan Alya sekarang tengah berada di dalam kamar tidur milik Alya, kamar berukuran 3x4m sangat idealis untuk ditempati oleh Alya seorang diri, interior kamar Alya dirancang menggunakan desain shabby chic, tampilannya terlihat antik, tetapi tetap modern. Sebagian besar warna kamarnya menggunakan warna pastel dan motif floral, yang dilengkapi lemari, kamar mandi serta ac di dalamnya. Benar-benar memenuhi syarat kamar tidur yang nyaman sebagai tempat untuk merebahkan badan, menyimpan pakaian, dan barang-barang pribadi.


Dinda dan Alya baru saja selesai menunaikan sholat isya berjamaah berdua di dalam kamar Alya. Setelah selesai berdoa Alya melipat kembali sajadah dan menggantung mukena putih miliknya yang bermotif bunga dengan gantungan baju, dilihatnya sahabatnya berdiri sedang membuat gerakan seperti ingin takbiratul ihram lagi.


“ mau sholat sunnah Din?” tanya Alya


“ astaghfirullah Alyaaaaa...” Dinda terkaget


“ gue mau qodho’ sholat subuh gue” jelasnya


“ tumben lo ga sholat subuh? Kalah sama setan yaa? Tuduh Alya sembarang


“ iya hehe” ucap Dinda sambil mengulum senyum


“ yaudah, sholat yang khusyu’ lo biar diampuni haha” ejek Alya


Hening, tidak ada balasan, Dinda tengah melafadzkan niat lalu mengangkat takbir, Alya segera menjauh, takut mengganggu Dinda sambil masih terlihat agak kesal lantaran sikap Dinda yang tidak membalas ucapannya.


“huhh, sabar Alya, untung sahabat tersayang, coba bukan udah gue usir malam ini juga” gerutunya sendiri.


selesai merapikan peralatan sholat, Alya bergegas menuju dapurnya, dilihatnya ib tengah menghidangkan makanan ke atas meja makan, asap dari makanan menyembul di atas wadahnya.


“ada yang bisa Alya bantu ma?” Tanya Alya


“eh Alya udah selesai sholat?” mama balik bertanya


“sudaahh mama, makanya Alya kesini bantuin mama”


“oh iya hehe, kalau gitu kamu bantu tuangkan putih dari galon ke dalam ceret kaca ya!” pinta mama


“siap boss” Alya memasang sikap hormat.


setelah semua makanan terhidang rapi di atas meja makan, mama menanyakan keberadaan Dinda, mama juga sangat akrab dengan Dinda, bahkan ia menganggap Dinda seperti anak nya sendiri, maklum Alya kan anak tunggal, jadi kehadiran Dinda ke dalam kehidupan mereka merupakan kebahagiaan tersendiri buat mama.


" Dinda mana?" tanya mama


" tadi masih qodho' sholat ma, kayaknya udah selesai deh"


" coba kamu panggil dulu ke kamar, siapa tau dia malu"

__ADS_1


" gak mungkin lah ma, kayak baru kenal aja hahaha" sanggah Alya sambil tertawa


" yaudah kalau gitu panggil papa aja, dia lagi di ruang tamu tuh" pinta mama


" siap ma"


Alya berlalu meninggalkan mama didapur menuju ruang tamu, nampak oleh Alya seorang lelaki yang sudah berusia sekitar 49 tahun, tapi anehnya rambutnya belum ditumbuhi ramput putih sehelai pun, sedang duduk di sofa berwarna coklat, ia tengah menonton berita di televisi


" papaaa" sapa Alya dari belakang punggung papanya


" eh ayam... ayam.." papa kaget, yang berhasil membuat Alya terkekeh


" yuk makan pa" ajak Alya


" skuyy" balas papa, Alya tampak mengernyit heran


" dari mana papa tahu bahasa itu?"


" dapat di FB"


jawaban yang keluar dari mulut papa kembali berhasil membuat gelak Tawa antara dirinya dan Alya, papa memang memang orang yang humoris, mungkin itu yang menyebabkan dia terlihat awet muda di usia yang sudah hampir setengah abad.


Dinda tampak menuruni tangga rumah Alya, ia juga sedang ingin menuju dapur, karena ia sudah sangat hafal, pasti sekarang Alya sekeluarga sudah berkumpul disana.


"ohh ada Dinda, skuy makan" ajak Papa


" apa itu skuy?" tanya mama heran


" ga tau juga ma, tadi papa dapat di FB" jelas papa


" oohh" padahal mama juga tidak mengerti maksud papa, tapi yaa sudahlah, yang penting papa senang.


melihat kehangatan keluarga Alya membuat Dinda iri, sudah lama ia tidak merasakan makan bersama dengan keluarga sambil bercanda ria, sangat lama semenjak pernikahan kedua ayahnya, saat itu pula keharmonisan di dalam rumah Dinda menghilang.


Dinda dan Alya makan bersama dengan papa dan mama, malam ini mama memasak bakso ikan, aroma yang keluar dari mangkuk yang berisi bakso ikan sangat menyengat hidung, membuat perut siapa saja keroncongan.


selesai makan, Dinda membantu Alya untuk membereskan bekas mereka makan, sementara papa dan mama sudah nyaman duduk di sofa sambil menghadap televisi, sesekali terdengar umpatan-umpatan kecil keluar dari mulut papa dan mama, akibat adegan di dalam sinetron di televisi yang sedikit membuat mereka emosi. sebenarnya papa tidak suka menonton sinetron, tapi ia sangat menghargai mama, alhasil papa ikut menikmati juga.


Setelah selesai membersihkan semua peralatan makan, Dinda dan Alya langsung menuju kamar tidur lagi, papa dan mama sudah tidak heran lagi dengan tingkah mereka berdua, karena mereka mengerti saja apa yang ingin Dinda dan Alya lakukan di kamar, pasti belajar bersama.

__ADS_1


di dalam kamar, Dinda dan Alya tengah menonton Drakor di laptop Alya, apa yang mereka lakukan, sungguh sangat jauh dari perkiraan papa dan mama. disamping laptop sudah ada 1 pack tisu dan beberapa jenis cemilan yang tadi sempat Alya ambil di lemari tempat penyimpanan makanan di dapur. kadang mereka menyeka air mata menggunakan tisu, kadang juga tertawa terbahak-bahak akibat Drama korea yang mereka tonton, kalian pasti tahu kan Drakor yang judulnya "fight for my way", Drakor yang dibintangi park seo Joon, ada sedih nya, tapi kebanyakan lucu juga. recommend deh... aduh sorry ya author jadi promosi deh hehe.


sudah pukul 22.00 WIB, Dinda dan Alya menyudahi menonton Drakor, mereka tengah mempersiapkan diri untuk tidur, meskipun belum terlalu ngantuk, tapi mereka harus tidur, karena harus menghadapi 1 hari melelahkan lagi, yaitu hari terakhir MOS mereka besok.


Dinda dan Alya pergi ke kamar mandi Alya untuk berwudhu, sudah menjadi kebiasaan mereka berwudhu sebelum tidur.


kini Dinda dan Alya sudah berada dibalik selimut tebal berwarna putih, menutup sebagian tubuh dibawahnya


"Din Lo belum mau tidur kan?" tanya Alya, Dinda langsung pura-pura memejamkan matanya, mengetahui Dinda hanya berpura-pura, Alya menggoyang-goyang tubuh Dinda.


tidak ada reaksi dari Dinda sama sekali, membuat Alya semakin gencar menganggu Dinda, Alya kembali menggoyang tubuh sahabat nya itu, hingga akhirnyaaaa...


GUBRAK!!...


Dinda terjatuh kebawah, bukannya membantu Alya malah tertawa terbahak-bahak, membuat Alya tidak bisa marah dan akhirnya ikut tertawa.


"Din gue mau nanya" ujar Alya setelah mereka kembali berbaring seperti semula, sambil badannya dimirngkan menghadap Dinda, lantas Dinda melakukan hal yang sama.


" apa?" tanya Dinda sedikit penasaran


" menurut Lo OSIS di sekolah baru kita gimana?"


"gimana apanya?" tanya Dinda lagi heran


" yah gitu, lo inget kan waktu Lo tidur di aula, terus Lo kegep sama salah satu anggota osis, abis itu Lo disiram pake air,"


" ya terusss?"


"terus tadi kan ada masalah kecil, pelakunya tetap sama, tapi Lo tau ga dia dihukum bukain pagar sekolah selama satu tau" seru Alya


" masa sih?, tau dari mana?" tanya Dinda sedikit tak percaya dengan yang di katakan Alya


" iyaa, beritanya udah kesebar satu sekolah, iihh pasti dia malu banget tuh"


" oohh gitu" Alya lantas berbalik arah memunggungi Alya.


" iihh ga asyik banget lo Din, lagi seru juga" ujar Alya kesal


" gue capek, besok aja kita lanjutnya, Good night Alya"

__ADS_1


" hhmm, night too" jawab Alya sedikit ketus, lalu ia juga membalikkan badan, jadi posisi mereka kini saling memunggungi.


sebenarnya Dinda masih terjaga, Ia belum bisa tertidur, Ia menjaga Alya sebentar, biasanya Alya suka mengigau tengah malam, jika hal itu terjadi biasanya Dinda langsung memeluk tubuh Alya, memberikan rasa aman dan nyaman pada Alya, sehingga Alya bisa kembali tertidur dengan tenang.


__ADS_2