Sweet Flavour

Sweet Flavour
Arlan


__ADS_3

kegiatan pagi hari di rumah Alya...


Dinda dan Alya baru terbangun dari tidur mereka tepat pukul 06.00, setelah melaksanakan sholat subuh tadi pagi mereka memilih untuk melanjutkan tidur.


kini Dinda dan Alya tengah duduk di meja makan menikmati sarapan pagi mereka, sehabis sarapan pagi kemudian mereka mandi.


Di sekolah...


ketika Dinda dan Alya sampai di gerbang sekolah, mereka tidak lihat kehadiran pak Mubaroq yang merupakan satpam sekolah itu, yang ada hanya kakak OSIS yang kemarin menyiramnya.


" pagi kak!" sapa Dinda dan Alya


" pagi juga" balas Arlan ramah, ketika melihat wajah Dinda, ia terkesiap seperti mengingat sesuatu.


" kamu yang aku siram pakai air waktu itu ya?" tanya nya mengarah pada Dinda


" iya kak hehe" kekeh Dinda sambil mengusap-ngusap tengkuknya


" hhmm... maaf ya atas tindakan ku" ungkapnya


" iya gapapa kak, saya juga tahu kalau kakak hanya menjalankan tugas, lagian saya yang salah kak, udah berani tidur waktu itu, maaf ya kak" Dinda meminta maaf balik.


Arlan mengukir senyum di wajahnya, membuat Alya dan Dinda terkagum, ternyata Arlan kalau senyum lucu, muka sangar nya seketika menghilang, pipi nya yang chubby membuat nya terlihat gemoy.


"btw, kenapa kakak disini?, pak baroq mana?" kali ini giliran Alya bertanya


" pak baroq tadi ke toilet, mau BAB katanya" jelas Arlan.


"lalu saya ada disini karena dapat hukuman dari Bu Yuni, saya dihukum jaga gerbang sekolah selama satu Minggu" jelas nya lagi


Dinda dan Alya terlihat prihatin dengan keadaan Arlan.


" semangat ya kak!" Dinda dan Alya menyemangati


" siap"


" btw, saya Arlan" Arlan memperkenalkan diri sambil menyodorkan lengan kanan nya


" saya Dinda kak" ucap Dinda


" saya Alya" ucap Alya sambil bersalaman dengan Arlan


" karena kita udah saling kenal, panggilnya pake Lo gue aja yaa, ga usah terlalu formal" pinta Arlan


" siip kak, kita masuk dulu ya kak" Dinda da Alya berpamitan


" oke"


Arlan POV...

__ADS_1


Arlan berusaha menahan malu akibat hukuman yang diterima nya, ia menangkap berbagai pasang mata selalu menoleh ke arahnya jika melewati gerbang, membuat ia merasa muak dan marah, tapi hanya bisa ditahan oleh Arlan, karena jika Arlan tidak menahan diri, takutnya akan ada hukuman susulan untuk dirinya.


di ujung jalan dilihatnya seorang perempuan Turun dari mobil, ia memakai seragam putih biru, rupanya merupakan siswa tahun ajaran baru juga di sekolah Arlan, sama seperti Dinda dan Alya.


muka Arlan seketika berubah menjadi merah padam ketika gadis itu mendekat ke arah gerbang, ternyata dia reta, orang yang sejak kemarin telah Arlan jadikan musuh bebuyutan nya.


Arlan lantas menarik pintu gerbang, ingin segera menutupnya, karena jam KBM sudah mulai, dilihatnya Reta setengah berlari menghampiri gerbang.


Arlan POV End


hiruk pikuk di dalam Aula membuatnya terasa seperti pasar, Dinda dan Alya pun sedang asyik bercengkrama berdua saja.keributan yang sedang terjadi seketika menjadi hening ketika para anggota OSIS mulai memasuki ruang aula.


di depan mereka tengah berdiri, sesosok remaja pria tampan, tubuhnya tinggi, kulitnya kuning Langsat, matanya tajam bagai elang, ia memakai baju yang sangat rapi, Dinda menerka bahwa ia merupakan ketua OSIS tahun ini


" selamat pagi adik-adik, apa kabar semua?" sapanya ramah


" baik kak" sahut Dinda dan yang lainnya serentak


" syukurlah kalau begitu, perkenalkan nama saya Alfred Mahen Ananias, jabatan saya di OSIS sebagai ketua" ia memperkenalkan diri.


seluruh siswi memandang takjub padanya termasuk Dinda dan Alya, siswa laki-laki memasang wajah tak suka.


" karena hari ini hari terakhir MOS, saya harap kita bisa saling mengenal lebih jauh, supaya kedepannya kita bisa bersama-sama mewujudkan visi-misi sekolah ini, oleh karena itu agenda hari ini yaitu pengembangan karakter yang akan diwujudkan dengan penampilan bakat kalian, kalian bisa berkelompok ataupun individu, semuanya diserahkan pada kalian, bakat apapun boleh di tampilkan" Mahen berpidato singkat


acara penampilan bakat pun dimulai dari urutan duduk paling depan wanita, lalu berseling ke pria, begitu terus sampai urutan tempat duduk terakhir.


tiba giliran Dinda dan Alya, mereka sudah memutuskan untuk maju berdua, Alya sudah membawa gitar di tangannya yang sudah ia pinjam dari salah satu temannya tadi.


di atas panggung, Dinda mengcover lagu 'lugu' dan Alya sebagai pemain gitar.


Kunikmati kebahagiaan ini


Tak mengapa tak ada dirimu


Ada teman teman yang menemani


Aku sudah tak bodoh lagi


Seperti waktu kau bohongi aku


Sampai ku tertipu


Tapi akhirnya ku move on dari mu...


Dinda dan Alya berhenti sejenak, lalu Dinda menjentikkan jari beberapa kali... bak di perintah semua orang yang berada di aula ikut bernyanyi bersama mereka


Ku memang masih lugu hanya tau kamu


Dan tak berfikir untuk dekat yang lain

__ADS_1


Kini ku tau kamu ku tau asli mu


Sorry sorry ku sudah lupakan kamu


Sorry sorry ku sudah move on dari mu


Sorry sorry ku sudah lupakan kamu~~~


Dinda dan Alya mendapat tepuk tangan yang meriah atas penampilan mereka, tak heran karena bakat menyanyi Dinda sangat bagus, suaranya merdu sehingga mampu menghipnotis semua yang mendengarnya, lalu diiringi petikan gitar yang dimainkan oleh Alya yang juga mahir memainkannya.


Dinda dan Alya membungkukkan badan, mengucapkan terima kasih lalu turun dari panggung, yang masih disertai tepuk tangan meriah dari teman-temannya.


penampilan Dinda dan Alya merupakan penampilan terakhir dan berakhir juga agenda MOS hari terakhir. waktu juga sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB.


" baiklah adik-adik, sekarang waktunya istirahat, selama 1 jam ke depan kalian bisa beristirahat, selamat beristirahat dengan tenang" ucap Mahen seperti ucapan bela sungkawa kepada orang yang baru saja meninggal.


Dinda dan Alya bergegas menuju musholla sekolah untuk menunaikan sholat Dzuhur, sewaktu ingin mengambil wudhu mereka bertemu lagi dengan Arlan


" eh Dinda, Alya ketemu lagi" sapa Arlan


" hai kak, iya hehe, Lo mau sholat juga kak?" tanya Alya


" iya nih, kalian juga kan, yuk jama'ah bareng" ajak Arlan. Dinda dan Alya mengangguk.


selesai sholat Dzuhur dan Alya kembali bertemu dengan Arlan


" eh ketemu lagi" seru Arlan


" iya hehe"


" kalian mau kemana?" tanya Arlan


" ke kantin kak"


" yaudah yuk sama-sama, kebetulan gue juga mau ke kantin"


"kuyy"


Arlan berjalan di depan Dinda dan Alya, macam raja dan dua orang selir di belakang nya


" btw suara Lo bagus juga tadi Din" puji Arlan sambil menengok ke arah Dinda


" emang bakat gue kali" jawab Dinda sedikit membusungkan dada


" Yee songong lu, Alya lebih keren mainin gitarnya" pujian Arlan sukses membuat muka Alya memerah.


" makasih kak" balas Alya


sampai di kantin, Dinda, Alya dan Arlan duduk di bangku yang sama, mereka banyak bercerita tentang diri mereka masing-masing, sosok Arlan sangat berbeda ketika sedang menjadi anggota OSIS dan sedang tidak menjalankan tugas, seperti sekarang ia sangat humble dan banyak bicara, membuat suasana selalu cair, dan mereka mudah akrab antara satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2