
POV Akio
Disuatu tempat ada sesosok pria yang badan nya sedikit kekar karna terlatih di gym dengan tinggi 183 cm rambut hitam semu merah karna terlalu sering berlatih dan mata hitam sedikit kuning karna selalu gadang
ya dia adalah Akio, kio sedang memandang danau yang jernih dan membayangkan, teman nya yang selalu bercanda dan menceritakan waktu masa kecil nya
"Huhhh sudah hampir dua hari kepergian senki, namun aku merasa sudah hampir berbulan-bulan" kio berbicara sendiri sambil menatap danau
"yah aku sudah melaksanakan tugas yang kau berikan senki apa yang kau inginkan lagi?, aku membawa makanan kesukaan mu tapi tidak ada orang yang memakan nya" kio yang lagi-lagi berbicara sendiri
"pemerintah ingin menyita semua barang-barang mu, namun mereka tidak menemukan (RV) yang kau buat, aku pun tidak menyadari jika itu adalah RV karna disana cuman ada dua headset dan seterusnya cuman ruang kosong" gumam kio yang menghela napas lega
"mungkin RV itu harus di aktifkan terlebih dahulu?" suara kio yang sedikit binggung
"dan tentang janjiku aku akan mengingkari nya, jika kau sudah mati berarti aku akan jomblo seumur hidup" teriak kan dari kio yang sedikit kesal
"tapi aku percaya kau belum mati karna tidak ada bekas mayat disana, dan lagi kau sudah merencanakan semua ini bukan?" ucap kio
"kau menyuruhku untuk memberikan semua harta mu ke orang yang membutuhkan, aku sudah menyumbangkan semua hartamu ke panti asuhan seluruh dunia!" ucap kio
"ohh iya aku ingat cita-cita mu yang ingin pergi ke tempat yang bebas dimana tidak ada orang yang melarang, tapi aku ingin berada ditempat yang ada dirimu dan meng jung-jung keadilan, agar aku akan menangkap mu setiap kali kau berbuat salah" ucap kio
"tapi yah itu cuman impian karna aku tidak tau kau ada di mana, dan yah aku sedang terkena masalah karna kasus yang ku tanggani ini" ucap kio sambil menghela napas
"ha~haha jika ada dirimu bahkan negara-negara pun akan merinding ketakutan ketika mereka mengusik ku" ucap kio sambil tertawa
"Yah jika kalian ingin menyerang ku lakukan sekarang aku tidak punya waktu untuk bermain petak umpet dengan kalian" ucapan kio yang menyindir kepada orang yang sedang bersembunyi di sekeliling nya
"Wow dia bisa menyadari kita yang sedang bersembunyi mingintai nya" ucap Npc1
"Yah kita harus berhati-hati terhadapnya" ucap Npc2
"Bukan kan dia pengacara mengapa dia bisa menebak kalau kita sedang megawasinya?" ucap Npc 3
terlihat 8 orang yang muncul di sekeliling kio mereka seperti seorang ninja yang bersembunyi di balik bayanggan tapi insting kio yang melebihi batasan manusia bisa merasakan apa saja yang mengancamnya
"Kalian salah waktu untuk mencari kematian kalian sendiri" ucap kio yang memasuki mode serius nya
"mengapa aku merasa dia berbeda dengan yang barusan?" ucap Npc2
"oioi paktua lajang Jagan menakut-nakuti kita, kau cuman sendiri kami delapan orang" ucap Npc3
"apa kalian datang kesini hanya untuk curhat?" ucap kio yang menyindir mereka
"baik lah kalau begitu, bersyukur lah karna kau tidak memiliki keluarga, jika kau memiliki keluarga aku akan menyiksanya didepan dirimu" ucap Npc1 dengan tangan yang memegang pisau yang di jilat nya
"oke-oke cepat maju" ucap kio yang acuh tak acuh
"cih. tim dua hajar dia" teriak dari Npc1
empat orang pun maju mengelilingi kio dan dia hanya tersenyum karna dia di remeh kan, kio sewaktu kecil sering latihan denggan senki meski dia tidak bisa mengalahkan senki tapi dia masih bisa memukul nya beberapa kali
senki memiliki otak yang bekerja 10 kali lebih cepat dari manusia pada umumnya, jadi setiap matanya melihat apa saja dia merasa bahwa jam lebih melambat 10 kali karna itulah dia bisa megerjakan apa saja di waktu yang singkat
4 orang itu menyerang dari berbagai arah menggunakan pisau yang dipegang nya namun kio dengan santainya menghindari 4 seranggan tersebut
__ADS_1
dia menagkap 2 tangan yang memegang pisau dan meremukan tangan 2 orang ter sebut
(Agh) teriak orang kesakitan
(tring-tring) suara pisau jatuh
kio pun megambil dua pisau itu lalu menyerang orang yang memegang pisau yang lain, dia langsung menusuk tangan dan kaki orang-orang ter sebut
"apa cuman ini?" ucap kio yang memandang Npc1
"Cih maju semuanya" ucap Npc 1 sembari dia mengeluarkan pistol yang dia pegang "mati pak tuaaa!!!" Npc 1 menarik pelatuk pistol ter sebut dan suara ledakan terdengar
(Duar) suara pistol
kio pun langsung melompat ke arah samping, jika dia telat sedikit mungkin dia akan mati
"Huuhhh Kau membawa pistol rupanya!" ucap kio sambil bersembunyi di balik pohon
"Cih kau hanya bisa bersembunyi paktua" ucap Npc yang sedikit marah
"Oioi kau membawa pistol dan kau membawa pasukan berjumlam 8 orang siapa yang pegecut" ucap kio sambil menyalakan roko yang dia bawa, dia seperti sedang meledek orang orang tersebut
"Cih" ucap Npc 1
kio pun mengeluarkan pistol karet nya yang dibuat senki untuk hadiah ulang tahun nya yang ke 13 'huhh sungguh aku akan menggunakan nya, padahal aku selalu membawanya bersamaku untuk kujadikan jimat' ucap kio didalam batin nya
kio mengagkat pistol karet tersebut, dan dia membidik orang yang memegang pistol tersebut dan menembakkan peluru tersebut ke dahi Npc1 itu
(Duar) suara ledakan dari dorongan peluru
(Ugh) Npc itupun pingsan
"oke mari kita lanjut duel nya" ucap kio yang sambil megepalkan tinju nya, dan kemudian melayangkan tinju nya ke arah orang yang masih berdiri
"o oow" ucap orang yang masih berdiri
(Buk-buk-buk-buk) suara tinju yang menggarah ke muka mereka
…
"Yosh aku sedikit bugar sekarang, sudah beberapa tahun aku tidak olahraga lelaki" ucap kio sambil meregangkan badan nya
"untung saja aku menyadari ada yang membawa senjata kalo tidak mungkin aku yang akan terkapar disama" ucap kio
"tapi kalo senki yang menghadapinya dia hanya perlu menggerakan sedikit badan nya saja!" ucap kio sedikit menggigil karna dia inggat dia bahkan penah di tembah oleh sniper tapi dia hanya menunduk dan peluru tersebut hanya melintas di atas kepalanya
"yah sudah lah, mungkin dia hanya menerima pukulan ku waktu dulu karna terlalu malas menghindar atau karna dia kasihan melihat ku yang berjuang tapi tidak bisa memukul nya sama sekali" ucap kio
kio pun beranjak pulang dan melempar senjata primitif yang di bawa Npc 1 itu
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Author : Yosh, apa kalian terhibur denggan adegan ini? yah aku sih sedikit kecewa karna aku tidak punya pengalaman dalam membuat cerita pertarungan, jika aku terlalu banyak bacot nanti disangka novel C jahaha, tapi semoga saja kalian ter hidur, dan ohh iya barusan aku ingin membuat kio mati namun temenku masih ngelarang katanya (Masih Berguna) yahh meskipun temenku melarang kio ikut masuk kedalam one piece tapi dia menghargai kio yang menjadi teman setia senki
jadi bagai mana menurut kalian?
.
.
.
.
.
.
Teman Author : bukan kah sekarang waktu yang tepat untuk menunjukan SPH nya? Tapi sih menurutku janggan terlalu lama karna akan membosankan membacanya apabila tidak ada yang epik dalam SPH nya, Bukan System kalo System nya belum muncul, ganti judul! kalo mau gini terus (Oke-Oke Chapter Berikut Akan Kutunjukan SPH Yang Sebenar Nya)
.
.
.
.
.
Calon Pacar : …
.
.
.
.
Halo-halo
Makasih yang masih support Novel
.
.
Tetep pantaw terus novel nya oke🥰🥰
__ADS_1
-Like❤️❤️❤️
-Komen💌💌💌